Koran Jakarta | April 29 2017
No Comments
Fasilitas Umum

Mural RPTRA Cililitan Rekam Flora dan Fauna Sekitar

Mural RPTRA Cililitan Rekam Flora dan Fauna Sekitar

Foto : istimewa
Usai festival mural di RPTRA Cililitan, Lurah Cililitan, Alamsyah dan ibu, bersama pendamping Joyce Marulam (ketiga kanan) dan para pengurus RPTRA Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (19/3).
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta- Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang terletak di Jalan Buluh, kawasan Condet, dekat aliran Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, bukan hanya menjadi taman dan tempat bermain anak dan remaja, tetapi menjadi pusat kegiatan terbuka yang nyaman, aman dan menyenangkan bagai warga segala usia.

Selama dua Sabtu dan Minggu (18-19/3), di RPTA seluas sekitar 3.900 meter dan dilengkapi dengan lapangan bola, ruang serbaguna, perpustakaan, ruang laktasi yang representatif, kebun sayur mini, toko mini, dan ruang konseling kesehatan, digelar Mural Festival dan Workshop. 

Mural Festival dan Workshop di RPTA Cilitan memiliki ciri khas, sebab peserta diarahkan untuk membuat mural yang punya kaitan khas dan kaitan historis dengan wilayah condet yakni flora dan fauna yang kini hanya tersisa sedikit saja. Sebelum dibuat mural, panitia melombakan gambar dan dipilih lima peserta yang gambarnya dinilai paling layak dan bagus. Lima gambar terpilih itulah yangkemudian dijadikan mural di sekitar Ruang Serbaguna RPTA ini.

Pendamping kegiatan ini, Joice Marulam memberikan penjelasan tentang lokasi RPTA Cililitan yang dulu sempat menjadi lahan penelitian saat arkelogi pada tahun 1980-an. “sejak jaman Belanda , kawasan ini, Condet dan sekitarnya di wilayah Cililitan, sangat rimbun dengan berbagai pohon buah-buahan; dari salak, duku, jengkol, buni, dan sebagainya. Juga aneka burung serta satwa yang membuat kawasan ini sangat harmonis.”kata Joice.

Joice kemudian memberi contoh burung elang gondol yang menjadi lambang bus Transjakarta berasal dari daerah ini, Juga banyak burung kakak tua, nuri serta berbagai jenis burung dan binatang lainnya. “Karena kawasan ini juga dekat dengan Ciliwung, maka sudah sebaiknya sekarang kita jaga sungai yang sedang dinormalisasi ini. Jangan buang sampah,” pintanya.

Pantauan Koran Jakarta, para remaja yang ikut kegiatan festival ini sangat antusias. Mereka dibimbing oleh sekelompok pegiat street art dati Bandung. Salah satu pegiatnya, Onde, mengatakan, dia senang bisa ikut membimbing dalam kegiatan ini.

Sedangkan pengelola RPTA Cililitan, Asnah, 43 tahun, kepada Koran Jakarta menceritakan, RPTA ini dirancang oleh arsitek yang juga wagra Condet, Andika Mahardika dan diresmikan pada 22 Oktober 2015. Keberadaan RPTA ini menjadi tempat berkumpaul semua golongan umur dan kegiatannya pun penuh setiap hari. sur/P-5

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment