Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Sertifikasi Halal | Pemerintah Jangan Memanipulasi Kehalalan Vaksin

MUI Belum Keluarkan Fatwa Halal untuk Vaksin Measless Rubella

MUI Belum Keluarkan Fatwa Halal untuk Vaksin Measless Rubella

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Siapa pun yang menyatakan vaksin MR halal, itu adalah manipulasi. Kebohongan ini harus diketahui masyarakat luas.

 

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah tidak memanipulasi status kehalalan vaksin. Seperti yang terjadi pada klaim status kehalalan vaksin Measless Rubella (MR) yang hingga saat ini bahkan belum ada pengajuan sertifikasi halalnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin MA, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada fatwa MUI tentang kehalalan vaksin MR. Ia menegaskan fatwa halal untuk vaksin MR belum ada karena memang Biofarma belum mengajukan sertifikasi kehalalan.

“Sampai saat ini belum ada permintaan tentang pemeriksaan oleh MUI halal atau tidaknya (vaksin MR),” tegas Hasanuddin seusai bertemu dengan sejumlah organisasi masyarakat datang ke kantor MUI, Jakarta, Kamis (12/10).

Sejumlah organisasi masyarakat datang ke kantor MUI pada hari ini guna menyampaikan aspirasi terhadap pelaksanaan program imunisasi vaksin MR.

Hasanuddin mengatakan jika di lapangan ada isu-isu yang mengatakan bahwa vaksin MR sudah halal maka dapat dipastikan itu sebuah kebohongan. “MUI menegaskan, siapa pun yang menyatakan vaksin MR halal itu adalah manipulasi. Jadi, kebohongan itu harus diketahui masyarakat luas,” tandasnya.

Menurut Hasanuddin, pemerintah harus segera menyikapi status kehalalan vaksin MR. Karena undang-undang produk halal juga sudah jelas menegaskan bahwa setiap produk termasuk obat dan vaksin harus menggunakan bahan- bahan yang halal dan tidak boleh menggunakan bahanbahan yang haram.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam, menambahkan hingga saat ini, MUI baru vaksin meningitis dan flu yang bersertifikasi halal. Ia menjelaskan vaksin meningitis ada empat jenis produk, vaksin flu ada dua produk,” jelasnya.

Dia menjelaskan, di luar vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Beberapa jenis vaksin ada yang sudah teregistrasi untuk sertifikasi dan dalam proses, sementara beberapa lainnya belum diregistrasi.

Aisyah Maharani, pendiri Halal Corner sebagai salah satu yang menyampaikan aspirasi tersebut, menyampaikan bahwa ada berita yang menyebutkan bahwa vaksin MR adalah halal.

Namun, ditegaskan oleh Niam bahwa sampai saat ini vaksin MR belum ada pengajuan secara formal di MUI untuk proses sertifikasi halal. Kendati demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah berkonsultasi dengan MUI mengenai penyelenggaraan program imunisasi MR.

Wajib Halal

Niam mengatakan MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang imunisasi yang pada isinya bahwa vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal. Namun, apabila belum ditemukan yang halal, vaksin tetap boleh digunakan dengan pertimbangan mencegah terjadinya wabah penyakit dan untuk kesehatan.

Aisyah yang datang dengan beberapa organisasi masyarakat lainnya juga menyampaikan laporan mengenai adanya ancaman dari pihak tenaga kesehatan yang menuntut 700 miliar rupiah bagi yang tidak melakukan imunisasi.

Selain itu, dia juga mengumpulkan berbagai status Facebook beberapa orang tua yang dianggap anaknya mengalami Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) vaksin MR.

Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, mengakui bahwa vaksin campak rubella (MR) memang belum mendapat sertifikasi halal dari MUI karena sertifikasi membutuhkan waktu, sedangkan vaksin itu sudah dibutuhkan oleh masyarakat. n cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment