Muba Berlakukan Sanksi Denda Tegakkan Protokol Kesehatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Muba Berlakukan Sanksi Denda Tegakkan Protokol Kesehatan

Muba Berlakukan Sanksi Denda Tegakkan Protokol Kesehatan

Foto : ANTARA/HO
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex.
A   A   A   Pengaturan Font

PALEMBANG - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), Sumatera Selatan, memberlakukan sanksi berupa denda bagi warga hingga badan usaha yang tidak mengikuti aturan dalam protokol kesehatan.

Bupati Muba, Dodi Reza Alex, di Sekayu, Rabu (16/9) mengatakan, penerapan sanksi berupa denda ini telah disosialisasikan ke masyarakat.

“Adanya denda ini bertujuan mendorong masyarakat mematuhi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta memiliki kesadaran mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” kata dia.

Dodi mengatakan sejauh ini dirinya sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat yang Sehat, Disiplin, dan Produktif di Era Kebiasaan Baru Corona Virus Disease 2019, yang berlaku sejak 24 Agustus 2020.

Peraturan ini dikeluarkan untuk mendorong terciptanya pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Dalam peraturan itu sanksi yang diberikan berupa teguran lisan, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi, hingga denda sebesar 20.000 rupiah per orang.

Kemudian, sanksi administrasi berlaku untuk badan usaha, pelaku usaha, penyelenggara usaha hingga denda senilai 20.000 rupiah (usaha mikro), 200.000 rupiah (usaha kecil), 500.000 rupiah (usaha besar). Bahkan jika masih membandel maka dapat dilakukan pencabutan izin usaha.

“Peraturan ini juga sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan dalam penerapan pola hidup masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif sesuai protokol kesehatan,” kata dia.

Kasat Pol PP Haryandi Karim mengatakan Pemkab terus menyosialisasikan Perbup 67 Tahun 2020 ke masyarakat bahwa sanksi serta tindakan tegas sanksi dan denda yang diberikan ke warga itu akan diterapkan secara humanis.

“Kami lakukan sosialisasi dulu hingga seminggu ke depan. Nanti baru akan dilakukan operasi masker. Kami juga terus mengedukasi masyarakat untuk menghindari kerumunan,” kata dia. Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment