Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments

Moses Mayer Kembali Ukir Prestasi Internasional

Moses Mayer Kembali Ukir Prestasi Internasional
A   A   A   Pengaturan Font

Nama Indonesia kembali dibuat harum oleh prestasi Moses Mayer, seorang siswa kelas 12 dari sekolah Jakarta Intercultural School (JIS), Jakarta Selatan. Seusai memenangkan banyak penghargaan olimpiade maupun kompetisi matematika serta informatika di tingkat nasional maupun internasional, kini Moses berhasil diterima oleh lima kampus terbaik dunia, yakni Universitas Ivy Leagues di Amerika Serikat (Harvard, Princeton, Yale, Cornell dan University of Pennsylvania).

 

Dari lima kampus bergengsi itu, pemuda kelahiran 24 Februari 2002 ini memberikan bocoran bahwa ia memilih Harvard University. "Deadline-nya akhir tahun kedua. Harvard dulu pilihannya. Berangkatnya mungkin Agustus," ujar Moses, saat ditemui di Jakarta Intercultural School (JIS), di kawasan Terogong, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

Awalnya, Moses justru sempat diterima di sembilan universitas ternama di Amerika Serikat. Moses pun menyaring lagi sampai menjadi tiga universitas seperti Harvard, Princeton, dan M.E.T UC Berkeley, hingga akhirnya ia memilih Harvard. Moses mengungkapkan, Harvard memberikan keleluasaan menjelajahi semua mata kuliah untuk mendapatkan jurusan yang menjadi minat mahasiswanya. Namun, jurusan yang akan diambilnya kemungkinan tak jauh dari minatnya sekarang.

 

 

Sejauh ini Moses Mayer berhasil meraih berbagai penghargaan kelas dunia, lewat sejumlah kompetisi bergengsi di bidang bahasa, matematika, robotika, sains, informatika, dan komputasi. Selain itu, Moses juga diketahui mengembangkan SampahLink, sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah. Melalui aplikasi ini, ia melakukan sejumlah kegiatan peningkatan kesejahteraan para pemulung, seperti memberikan bantuan microfinance untuk pengadaan alat dan pendidikan para pemulung serta komunitasnya.

 

"Saya sering melihat pemulung sedang mengorek tempat sampah di pinggir jalan untuk mencari sampah kering yang bisa mereka jual untuk daur ulang. Padahal banyak pihak yang memiliki sampah kering justru bingung dalam mengelola sampah tersebut," ceritanya. Dari situlah muncul ide SampahLink yang menghubungkan para pemulung dengan pemilik sampah kering melalui aplikasi berbasis smartphone, hingga kedua pihak menjadi saling diuntungkan, serta bisa meningkatkan kesejahteraan para pemulung.

 

Sejauh ini, Moses sudah berprestasi sejak masih di sekolah dasar hingga saat ini berada di kelas 12. Moses memenangkan banyak penghargaan seperti medali emas OSN, medali emas National Olympiad in Informatics di Singapura, medali perunggu Internasional Olympiad of Metropolises di Moscow, medali perunggu di Junior Balkan Mathematics Olympiad di Romania, hingga medali-medali dan penghargaan bidang matematika maupun bidang informatika di Cina, Kazakhstan, Hong Kong dan lainnya. yzd

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment