Koran Jakarta | June 25 2018
No Comments

Morgan Freeman Minta Maaf untuk Kasus Pelecehan Seksual

Morgan Freeman Minta Maaf untuk Kasus Pelecehan Seksual

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Aktor senior Morgan Free­man meminta maaf karena telah membuat wanita merasa "tidak nyaman," menyusul adanya laporan dari delapan wani­ta yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual Freeman.

"Siapa pun yang mengenal saya atau telah bekerja dengan saya tahu kalau saya bukan seseorang yang sengaja menyinggung atau secara sadar membuat orang me­rasa tidak nyaman," kata Freeman dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Variety. “Saya minta maaf kepada siapa pun yang mera­sa tidak nyaman,” imbuh dia.

Berdasarkan laporan CNN, dua dari wanita yang diduga dileceh­kan Freeman, salah satunya adalah asis­ten produksi, yang mengatakan sang aktor berulang kali mencoba meng­angkat roknya.

Secara total, ada 16 orang berbicara soal perilaku tak pantas Free­man. Delapan orang mengaku sebagai subyek pelecehan seksual atau perilaku ti­dak pantas, dan Delapan orang sisanya mengatakan mereka menyaksikan dugaan pelecehan Freeman.

Investigasi kasus pelecehan yang berjalan berbulan-bulan ini dipicu oleh komentar Freeman ke­pada salah satu jurnalis CNN dalam acara “Going in Style,”.

Sang jurna­lis yang bernama Chloe Melas mengatakan Freeman menjabat tangannya, tidak melepaskannya sembari melihat ke atas dan ke ba­wah tubuhnya dan berkata, “Kamu sudah matang.”

Setelah mengalami ini, Melas mulai penasaran apakah wanita lain mengalami perlakuan yang sama. Ternyata ada wartawan hiburan lain yang mengatakan Freeman pernah membuat per­nyataan sugestif selama wawan­cara untuk mempromosikan filmnya.

Selain itu, ada juga para wani­ta yang bekerja dengan aktor pemenang Oscar, di perusahaan produksinya, Revelations Entertainment. Mereka me­ngatakan mulai berpakaian konservatif untuk mencegah Freeman berkomentar yang tidak pantas tentang tubuh atau pakaian mereka.

Para wanita ini mengaku tidak melaporkannya karena takut dipecat dari akan pe­kerjaan mereka.

Freeman diketahui ikut mendirikan Revelations Entertainment bersama Lori McCreary pada tahun 1996. Seorang mantan staf di sana menyebut studio tempatnya bekerja sebagai lingkungan kerja “beracun”.

Enam mantan staf menga­takan bahwa mereka menyaksi­kan tindakan Freeman, termasuk komentar seksual dan insiden sentuhan yang tidak diinginkan.

Ant/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment