Koran Jakarta | November 21 2018
No Comments

Mobil Korea Kembangkan Atap Panel Surya

Mobil Korea Kembangkan Atap Panel Surya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Mobil listrik secara tidak langsung masih mengeluarkan emisi karbon, jika sumber yang dipakai berasal dari sumber tenaga batubara, ataupun bahan bakar diesel. Agar mobil listrik nol emisi dan mampu memproduksi lsitrik sendiri, produsen mobil asal Korea, Kia dan Hyundai, memasang teknologi panel surya pada atap yang disebut dengan “solar roof.”

Dengan “solar roof” mobil Hyundai dan Kia memungkinan mobil dapat mengisi baterai sendiri. Panel surya akan menangkap foton dari sinar matahari kemudian diolah menjadi energi yang disalurkan langsung ke mesin atau disimpan pada baterai pada kendaraan jenis hibrida dan listrik. “Generasi ketiga dari teknologi ini akan melihat pengenalan atap solar yang ringan untuk kendaraan listrik baterai,” kata Wakil Presiden Hyundai Motor Group, Jeong- Gil Park, dalam rilisnya, belum lama ini.

Hyundai Motor Group mengembangkan tiga jenis sistem pengisian atap surya. Sistem generasi pertama untuk hibrida, teknologi generasi kedua menggunakan sistem solar roof semi-transparan ke kendaraan pembakaran internal (ICE). Adapun generasi ketiga dari teknologi ini akan mengenalkan solar roof berbobot ringan untuk kendaraan listrik menggunakan baterai. Sistem pengisian listrik terdiri atas panel surya, pengontrol, dan baterai.

Ketika panel menyerap cahaya matahari, benda ini akan menciptakan elektron dalam sel silikon yang memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik. Pada sistem generasi pertama yang diterapkan pada model hibrida, dibuat dari struktur panel surya silikon yang terintegrasi ke dalam atap mobil standar. Sistem ini mampu mengisi 30 hingga 60 persen baterai, tergantung kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya.

Atap surya semi-transparan generasi kedua sebelumnya dengan penerapan kendaraan pembakaran internal , diintegrasikan dengan sunroof panoramic, membiarkan cahaya masuk ke kabin, sambil mengisi daya baterai kendaraan pada saat yang bersamaan. Sedangkan sistem generasi ketiga masih yang saat ini masih dalam tahap pengujian, dirancang untuk dipasang pada kap mesin dan atap mobil listrik. “Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik yang terintegrasi ke dalam kendaraan kami,” ujar Jeong.

Menurut Jeong, atap matahari membuat mobil tidak lagi secara pasif mengonsumsi energi, tetapi akan mampu memproduksi energi secara aktif.

Ia meniai cara ini menarik bagi bagi Hyundai dan Kia untuk merancang teknologi untuk membantu konsumen beralih dari pengguna energi menjadi produsen energi. Jeong menuturkan Hyundai Motor Group akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019. Langkah ini ditempuh guna memenuhi target regulasi global dan meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment