Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
SAINSTEK

Minyak Zaitun dan Jamur Redam Pelapukan

Minyak Zaitun dan Jamur Redam Pelapukan

Foto : ISTIMEWA
Peneliti mengembangkan riset tentang lapisan dari minyak zaitun dan jamur yang bisa melindungi kayu dari proses pelapukan kayu dan degradasi oleh sinar matahari.
A   A   A   Pengaturan Font
Minyak zaitun bisa diolah untuk menghasilkan lapisan pelindung yang mampu meredam pelapukan untuk beberapa jenis kayu.

Jamur yang tidak menyerang kayu, tetapi justru melestarikannya. Mungkin ini terdengar cukup aneh, tapi itu mungkin saja terjadi. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa jamur hitam pada kayu yang diminyaki dapat berperilaku atau berperan seperti ‘biofinish’. Lapisan ini tidak hanya mewarnai kayu, tetapi juga melindungi kayu dari proses pelapukan kayu dan degradasi oleh sinar matahari.

Keuntungan tambahannya adalah fungi atau jamur secara otomatis memperbaiki kerusakan pada lapisan pelindung. Penelitian ini sendiri sebenarnya telah dilakukan hampir 20 tahun lalu oleh peneliti Michael Sailer. Secara kebetulan, saat itu Sailer menyelidiki apakah minyak sayur dapat membuat kayu lebih awet dan tanah lama.

Dia menemukan bahwa potongan kayu jenis konifer yang diresapi dengan minyak biji rami dan minyak rami menjadi hitam setelah terkena angin dan paparan cuaca. Tetapi kayu yang berubah warna tidak menjadi lapuk, seperti kayu busuk, tetap keras. Kayu itu mungkin dilindungi oleh lapisan hitam, yang ditunjukkan mikroskop sebagai jamur.

Kemudian Elke van Nieuwenhuijzen, mahasiswa program doktoral di Eindhoven University of Technology melakukan kajian mendalam dari riset yang dilakukan Sailer. Ia melakukan riset secara menyeluruh kompoisisi jamur alami dari lapisan-lapisan tersebut. Pekerjaan Van Nieuwenhuijzen diawasi oleh ahli mikologi dari Institut Biodiversitas Jamur Westerdijk di Utrecht.

Di luar rumah, ia meletakkan tiga jenis papan kayu (cemara, pinus, ilomba), diresapi dengan tiga jenis minyak (minyak zaitun, minyak biji rami mentah, minyak beiri). Jamur kemudian terbentuk secara otomatis dan pada beberapa papan membentuk lapisan hitam buram. Nieuwenhuijzen juga melakukan hal yang sama di Norwegia.

Minyak zaitun bekerja paling baik di Belanda, menghasilkan lapisan pelindung hitam buram untuk ketiga jenis kayu. Minyak biji rami mentah pada pinus juga bekerja dengan baik. Di Norwegia, gambar itu secara umum sama, tetapi butuh waktu lebih lama agar lapisan itu sepenuhnya menutupi papan.

Van Nieuwenhuijzen menduga bahwa ini karena iklim yang lebih dingin. Efek dari lapisan pelindung sebagian hasil dari perubahan warna: lapisan hitam memblokir sinar UV, dan dengan demikian mencegah degradasi. Van Nieuwenhuijzen juga mencurigai bahwa jamur pigmenet gelap, karena keberadaannya yang melimpah, tidak memberi kesempatan pada jamur yang merusak kayu.

Bahwa minyak repels air mungkin bermanfaat untuk jamur. Tetesan air kemudian di atas permukaan kayu, dimana jamur tumbuh subur. Salah satu jamur yang selalu ditemukan adalah genus Aureobasidium. Rupanya jamur ini tumbuh subur di semua jenis kondisi iklim. Bagaimana jamur bertahan dan apa yang hidup belum sepenuhnya jelas.

“Ini adalah cendawan yang misterius. Ia berkembang dalam berbagai cara. Terkadang ia berperilaku seperti ragi, kadang-kadang membentuk benang, kadang-kadang menjadi hitam, kadang tidak, Anda bisa mengatakan itu adalah sejenis Barbapapa,” kata Van Nieuwenhuijzen Mahasiswa PhD ini tidak menyarankan orang untuk memperlakukan kayu luar mereka dengan minyak zaitun sendiri.

Risetnya menyangkut kayu yang diresapi dengan minyak, atau diserapkan minyak. Dia mengatakan, jika minyak diaplikasikan dengan kuas, tetapi bisa memakan waktu berbulanbulan dan kadang-kadang bahkan bertahun-tahun sebelum bintikbintik hitam telah tumbuh bersama menjadi lapisan penutup, terutama di tempat-tempat terlindung. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment