Minta Pilpres AS Ditunda | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

Minta Pilpres AS Ditunda

Minta Pilpres AS Ditunda

Foto : AFP/Jim Watson
Permintaan Trump - Presiden AS, Donald Trump, saat berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (30/7). Saat konferensi pers itu, Trump menyatakan bahwa pandemi virus korona telah mempengaruhi pelaksanaan pilpres AS 2020 sehingga ia meminta agar pesta demokrasi itu ditunda.
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden AS, Donald Trump, mewacanakan penundaan pelaksanaan pilpres AS. Adapun alasannya untuk menunda karena jika pemungutan suara pilpres AS dilakukan lewat surat berisiko menimbulkan kecurangan.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis (30/7) mewacanakan penundaan pemilihan presiden AS 2020. Permintaan Trump itu segera menimbulkan kecaman dari dua partai utama di AS karena tak ada tertulis dalam konstitusi yang menyebutkan bahwa ia sebagai Presiden AS memiliki wewenang untuk mengubah itu.

Permintaan Trump itu dilontarkan setelah jajak pendapat menyebutkan Trump kalah dalam adu popularitas dengan rivalnya dari kubu Demokrat, Joe Biden, serta pelaksanaan pemilu secara virtual dipastikan tak akan diterima oleh semua pihak.

Permintaan Trump ini mengulang seruan sebelumnya yang menyatakan bahwa pandemi virus korona telah mempengaruhi pelaksanaan pilpres AS 2020 dan wabah ini pun telah memecah-belah bangsa.

Dalam permintaan kali ini, Trump juga menolak pemberian hak suara lewat surat secara massal karena alasan pandemi karena proses ini berpotensi menyebabkan kecurangan massal.

“Pemberian suara lewat surat akan mengarah pada pemilu yang tak akurat dan rawan kecurangan dalam sejarah. Itu akan jadi hal yang amat memalukan bagi AS,” cuit Trump di media sosial. “Tunda pemilu hingga rakyat bisa memberikan suara secara benar dan aman,” imbuh petahana Presiden AS itu.

Wacana menunda pilpres juga disuarakan dalam konferensi pers dimana Trump meragukan proses pemungutan suara dalam pilpres AS nanti. “Saya bukannya menginginkan perubahan waktu, namun saya tak mau ada kecurangan dalam pemilu. Pilpres kali ini merupakan ajang pemilu paling rentan dalam sejarah jika (kecurangan) itu benar-benar terjadi,” kata Trump.

Trump melontarkan cuitannya di media sosial tak lama setelah ada laporan data yang menyebutkan pada kuartal kedua tahun ini ada penurunan ekonomi sebesar 32,9 persen dibandingkan kuartal pertama tahun ini, dan penurunan sebesar 9,5 persen jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu.

 

Pengalihan Masalah

Anjloknya perekonomian dan tingginya angka pengangguran, serta gencarnya kritikan pada pemerintah AS terkait pengelolaan krisis virus korona, jadi alasan utama bagi Trump untuk menghindari kekalahan dalam pilpres yang akan dilaksanakan kurang dari 100 hari lagi.

“Seruan Trump itu tak lebih dari upaya pengalihan masalah,” ujar Komite Nasional Demokrat. “Trump bisa mencuit apapun, tapi ia tak bisa menunda pilpres pada November nanti dan jika itu terjadi maka pemilik hak suara akan menyalahkan dia,” imbuh komite itu.

Berdasarkan penetapan hukum, pelaksanaan pilpres AS dilakukan setiap hari Selasa setelah 1 November dan untuk tahun ini pilpres AS dilaksanakan pada 3 November.

Menurut keterangan ketua Republik di Senat, Mitch McConnell, AS belum pernah menunda pilpres bahkan tetap menggelar pesta demokrasi itu saat terjadi Perang Sipil dan hanya Kongres yang memiliki wewenang untuk mengubah waktu pelaksanaan pemilu.

Dengan kubu Demokrat menguasai DPR dan Senat dikuasai kubu Republikan, ide untuk menunda pelaksanaan pilpres AS amat mustahil bisa terlaksana apalagi banyak rekan dari kubu Republik juga menentang ide Trump itu.

Sementara itu Komisi Pemilu AS juga sebelumnya telah menegaskan tak ada bukti atas terjadinya kecurangan dalam pemilu AS termasuk dalam proses memberikan hak suara lewat pengiriman surat yang memang telah lazim dilakukan oleh sejumlah negara bagian di AS. SB/AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment