Mimpi Kita Indonesia Bebas Korupsi Mudah-mudahan Bisa Terwujud | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri, tentang Tiga Strategi Pemberantasan Korupsi

Mimpi Kita Indonesia Bebas Korupsi Mudah-mudahan Bisa Terwujud

Mimpi Kita Indonesia Bebas Korupsi Mudah-mudahan Bisa Terwujud

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
A   A   A   Pengaturan Font

 

Seperti, saat menetapkan tersangka tindak pidana ko­rupsi, Firli cs memiliki cara tersendiri. Pengumuman penetapan tersangka baru akan di­lakukan usai para tersangka korupsi itu diamankan dan ditahan KPK.

Berbeda dari kepemimpinan KPK sebelumnya, Firli cs lebih condong memilih bekerja dalam senyap. Tak jarang, ini juga menim­bulkan polemik di kalangan pemer­hati korupsi di Indonesia. Tanpa disangka-sangka, enam bulan bekerja dalam rentang Januari–Juli 2020, Firli cs telah mampu menaik­kan perkara ke tahap penyidikan se­banyak 160 perkara, menetapkan 85 tersangka, dan menahan 61 orang.

Bagaimana sesungguhnya strate­gi KPK dalam menangani tindak pidana korupsi di Indonesia, Koran Jakarta telah merangkum pernyata­an Firli Bahuri pada webinar ber­tema Korupsi Bantuan Sosial yang digelar Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi, Senin (27/7).

Bagaimana cara atau strategi KPK di bawah kepemimpinan Bapak dalam menangani tindak pidana korupsi?

KPK bisa berdaya guna tentu dengan ambil peran masyarakat. Untuk itu, KPK periode 2019–2024 menganut sistem yang holistik, sistemik, integral dalam rangka pemberantasan korupsi. Kami men­coba mengangkat tiga strategi pem­berantasan korupsi. Tiga strategi itu merupakan core business KPK dalam rangka pemberantasan korupsi.

Apa saja tiga strateginya?

Pertama, pendekatan pendi­dikan masyarakat. Pendekatan pendidikan masyarakat dilakukan dalam rangka memberikan pema­haman, memberikan pengetahuan agar dapat dipahami betapa bu­ruknya dampak korupsi.

Saya ambil contoh. Pendapat saya korupsi itu adalah kejahatan yang merugikan keuangan negara. Kejahatan yang mengambil uang rakyat, Indonesia. Kalau kami, kejahatan korupsi bukan sekadar kejahatan mengambil dan merampas­nya uang rakyat, tetapi kejahatan korupsi terma­suk juga dalam kejahatan kemanusiaan.

Pendekatan pendidikan masyarakat yang seperti apa?

Ada tiga fase yang harus kita lakukan pendekatan pendidikan masyarakat. Pertama, kita meman­faatkan jejaring pendidikan, mulai dari tahap pendidikan tahap perta­ma, sampai perguruan tinggi. Para pemangku kepentingan di bidang pendidikan juga harus dilibatkan. Tentu materi pendidikan antibudaya korupsi men­jadi penting, sehingga seluruh masyarakat memahami bahwa bahayanya korupsi sungguh-sungguh merusak sendi-sendi kehidu­pan, sendi-sendi kemasyarakatan, sendi-sendi kebangsaan dan kenegaraan.

Apa strategi kedua?

Pendekatan kedua, pemberan­tasan korupsi adalah menggunakan pendekatan pencegahan. Pember­antasan korupsi perlu juga dilaku­kan dengan cara perbaikan sistem.

Sistem yang baik tentu akan berpengaruh dan menutup peluang dan kesempatan untuk setiap orang yang ingin melakukan korupsi.

Strategi ketiga?

Yang terakhir pemberantasan korupsi. Kita gunakan pendekatan-pendekatan penindakan atau penegakan hukum. Pendekatan penegakan hukum menjadi penting dan ini adalah cara akhir dalam rangka pemberantasan korupsi.

Kalau pendidikan belum berha­sil secara maksimal, pencegahan belum berhasil secara maksimal, maka kita akan tindak tegas para pelaku korupsi dengan cara penegakan hukum yang keras dan tegas terhadap para pelakunya.

Dengan maksud bukan hanya membuat orang takut, tapi untuk meningkatkan kesadaran bahwa korupsi melanggar kemanusiaan, korupsi merugikan keuangan negara, korupsi bisa menggagalkan tujuan negara, bahkan bisa mem­buat gagalnya suatu negara.

Apakah dengan tiga strategi atau pendekatan itu, korupsi di Indonesia bisa hilang?

Tiga pendekatan itu yang kita kembangkan, dan tentunya pendekatan tersebut tidak bisa tercapai, tidak bisa mencapai hasil yang maksimal, apabila tidak ada dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, kami berharap peran serta masyarakat, para cendekiawan-cendekiawan, para ilmuwan, para pemerhati KPK, para pencinta KPK, pencinta Tanah Air, pencinta masyarakat Indonesia 267 juta jiwa manusia. Pada suatu saat nanti, Indonesia bebas dari korupsi. Itulah mimpi kita dan mudah-mudahan mimpi kita bisa terwujud, betul-betul Indonesia terbebas dari praktik-praktik korupsi. n yolanda permata putri syahtanjung/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment