Mewaspadai Gejala Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 17 2021
No Comments
PERSPEKTIF

Mewaspadai Gejala Covid-19

Mewaspadai Gejala Covid-19

Foto : ANTARAS/HO-Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet.
Tim dokter memeriksa awal pasien wabah corona atau Covid-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).
A   A   A   Pengaturan Font
Patut dan perlu kita memahami gejala-gejala dari Covid 19 itu agar segala kemungkinan yang fatal bisa diantisipasi secara dini.

Saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin virus korona baru, Covid-19, di seluruh dunia. Sebanyak 50 kandidat vaksin di antaranya sudah uji klinis, untuk mengetes keampuhan dari obat itu. Namun hingga berita ini dirilis, belum ada satu pun kandidat vaksin yang mendapat izin resmi untuk digunakan dan diedarkan.

Kendati demikian, kemajuan yang dicapai oleh sejumlah perusahaan farmasi untuk menemukan vaksin korona mulai menampakan hasil yang mengembirakan. Perusahaan bio-farmasi Jerman, BioNTech, yang digandeng Pfizer dari Amerika Serikat (AS) adalah yang pertama mengumumkan kandidat vaksin mereka yang diberi nama BNT162b2 terbukti punya keampuhan 95 persen. Disusul perusahaan bio-farmasi AS, Moderna, yang mengumumkan kandidat vaksinnya, mRNA-1273, memiliki keampuhan hingga 94,5 persen.

BioNTech sudah menguji coba kandidat vaksinnya pada tahapan ketiga dengan lebih dari 43.500 responden. Moderna melaporkan melakukan uji coba tahap tiga pada lebih dari 30.000 responden. Sementara Sinovac dari Tiongkok melakukan uji klinis tahap ketiga pada 29.000 responden.

Selebihnya, sebagian besar kandidat vaksin Covid-19 masih berada dalam tahapan uji praklinis. Dalam ­arti, uji coba baru dilakukan di laboratorium dan dites pada ­binatang, bukan pada manusia.

Normalnya, perlu beberapa tahun untuk mengembangkan vaksin yang efektif dan aman. Di masa lalu, rata-rata dibutuhkan waktu antara 10 hingga 12 tahun bahkan lebih lama lagi. Pengembangan vaksin HIV, misalnya, sudah dilakukan sejak awal tahun 1980-an, namun hingga kini tidak menunjukkan keberhasilan.

Tetapi dalam kasus pengembangan vaksin Covid-19, ada anomali. Para peneliti ibaratnya tancap gas, ngebut untuk mengejar waktu, menimbang pandemi yang sudah menginfeksi dan membunuh jutaan orang. Walau ada tekanan pandemi, World Health Organization (WHO) tetap menegaskan tidak ada kompromi dalam masalah keamanan vaksin.

Kita masih harus menunggu apakah vaksin-vaksin yang sedang diuji coba tersebut bisa benar-benar aman digunakan. Dalam rentang waktu menunggu yang belum pasti itu maka kewaspadaan yang tinggi dari setiap individu sangat diperlukan. Karena itu, patut dan perlu kita memahami gejala-gejala dari Covid-19 itu agar segala kemungkinan yang fatal bisa diantisipasi secara dini.

Gejala Covid-19 dan flu memiliki kemiripan. Mulai ­dari sakit tenggorokan, demam, batuk, sesak napas, sakit ­kepala, hingga merasa kelelahan. Gejala yang mirip itu sering membuat penyakit ini terlambat diatasi. Akibatnya, penularan cepat meluas hingga menimbulkan kematian. Karena itu, perlu diperhatikan dengan saksama.

Berdasarkan pendapat dari sejumlah ahli kesehatan, perbedaan flu biasa dan Covid-19 yang paling kentara adalah orang dengan flu akan merasakan gejala atau sakit di beberapa bagian pada minggu pertama. Sementara penderita Covid-19 baru akan merasa sakit di minggu kedua atau bahkan ketiga. Orang yang terserang Covid-19 juga akan merasakan sakit yang lebih lama daripada orang yang terserang flu biasa.

Perbedaan flu biasa dan Covid-19 yang berikutnya adalah penderita Covid-19 akan mengalami penurunan fungsi indra pengecap dan indra penciuman. Penderita Covid-19 akan sulit mencium bau serta merasakan manis atau pahitnya makanan. Tahap selanjutnya adalah kehilangan nafsu makan.

Tetapi, perlu juga disadarai bahwa gejala di atas tidak dirasakan oleh semua penderita. Jadi, ini bukan indikator pasti dari Covid-19. Orang juga bisa terserang dua jenis penyakit berbeda ini dalam waktu yang bersamaan. Itulah sebabnya para ahli medis menyarankan melakukan tes medis yang ­sesuai agar penyakit bisa cepat diidentifikasi secara dini.

Baik flu biasa maupun Covid-19 menyebar melalui tetesan (droplets) dari hidung dan mulut. Keduanya bisa menyebar sebelum orang tahu bahwa mereka sakit.

Selanjutnya, perbedaan flu biasa dan Covid-19 ada pada masa inkubasi virus. Flu biasa memiliki masa inkubasi lebih pendek. Artinya, hanya butuh waktu satu hingga empat hari untuk merasakan sakit. Sedangkan virus korona membutuhkan masa inkubasi hingga 14 hari sebelum orang yang terinfeksi mengalami gejala dan merasakan sakit. Itulah yang perlu kita waspadai. ν

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment