Koran Jakarta | January 21 2018
No Comments
Politik Jerman I Kamis Tengah Malam adalah Tenggat Terbentuknya Pemerintahan Baru

Merkel Hadapi Tantangan Besar

Merkel Hadapi Tantangan Besar

Foto : AFP/John MACDOUGALL
Kejar Tenggatat l Kanselir Jerman yang juga ketua Partai Uni Kristen Demokrat, Angela Merkel, tiba di markas Partai Sosial Demokrat (SPD) di Berlin, Kamis (11/1) pagi. Kunjungan Merkel ke SPD untuk upaya terakhir merundingkan koalisi bagi segera terbentuknya pemerintahan yang baru karena tenggat terbentuknya pemerintahan berakhir pada Kamis tengah malam.
A   A   A   Pengaturan Font

Angela Merkel saat ini tengah menghadapi tenggat waktu bagi terbentuknya pemerintahan Jerman yang baru. Namun upayanya itu terganjal oleh belum tercapainya koalisi antara CDU dan SPD.

BERLIN – Pejabat sementara Kanselir Jerman, Angela Merkel, hingga Kamis (11/1) masih belum bisa membentuk pemerintahan Jerman yang baru walau tenggat waktu bagi terbentuknya koalisi sudah hampir habis.

Kamis tengah malam waktu setempat adalah tenggat waktu bagi partai-partai untuk mendeklarasikan pembentukan pemerintah yang baru setelah empat bulan politik Jerman mengalami kelumpuhan. Pemerintahan ini nantinya akan mulai bertugas pada Maret atau April 2018. Merkel menyebut hal ini bisa terjadi karena partai-partai papan atas di Jerman memiliki tantangan besar dalam membentuk sebuah kesepakatan koalisi besar yang baru.

“Masih ada tantangan-tantangan besar pada hal-hal yang harus dijelaskan,” kata Merkel, saat hendak melakukan perundingan negosiasi akhir pembentukan pemerintahan baru antara kubu konservatif Partai Uni Kristen Demokat (CDU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD).

Menurut Kanselir Jerman itu, CDU yang merupakan partai yang menggolkan Merkel ke kursi kanselir, akan bekerja secara konstruktif untuk mencari kompromi-kompromi, namun pihaknya juga menyadari bahwa pemerintahan Jerman yang baru nanti perlu mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang tepat bagi negara dan inilah yang membuat perundingan negosiasi akhir sangat sulit.

Sebelumnya, Ketua Partai SPD, Martin Schulz, juga menyebut soal tantangan besar ketika dia memasuki kantor pusat Partai SPD terkait diskusi negosiasi akhir kesepakatan koalisi baru. Akan tetapi, dia menyuarakan lebih banyak optimisme ketimbang Merkel dengan mengatakan ada kesepakatan yang luas terkait dasar kebijakan Eropa.

Partai SPD, menurut Schulz, telah berkomitmen memastikan pemerintahan baru bagi Jerman sebagai prioritas. Pemerintahan ini bukan hanya bekerja bagi masyarakat Jerman tetapi juga bagi Uni Eropa (UE) keseluruhan.

Kini Merkel dalam upaya terakhir kalinya berharap bisa menghidupkan kembali koalisi dengan Partai SPD. Sama seperti harapan Merkel, Schulz juga mengharapkan agar upaya terakhir untuk membentuk koalisi ini berujung kesuksesan.

Menurut analis politik dari Duisburg-Essen University, Karl-Rudolf Korte, upaya terakhir perundingan bagi membentuk koliasi ini amat penting bukan hanya bagi perpolitikan Jerman, namun juga bagi karier politik mereka.

“Negoisiasi ini tak hanya mengenai koalisi, namun juga mempertaruhkan karier mereka. Akan berakhir karier politik mereka jika koalisi ini gagal terbentuk,” ucap Korte.

Banyak Masalah

Pemerintahan Jerman yang baru nantinya akan dihadapkan pada tugas berat. Pasalnya, Jerman sekarang sedang dihadapkan pada banyak permasalahan berat.

Di dalam negeri, masalah paling mencolok adalah pengungsi. Dalam pemilu September lalu, Partai Merkel tidak bisa mendapatkan suara mayoritas, begitu pula Partai SPD. Namun yang mengejutkan, partai sayap kanan AfD, yang antiimigran,mendapat banyak dukungan.

Sejak 2015, Jerman membuka pintu bagi lebih dari 1 juta imigran. Kebijakan ini sampai sekarang menuai pro dan kontra.

Sedangkan masalah eksternal, Jerman dihadapkan pada masalah persatuan UE. Tiga partai besar di Jerman pro-Uni Eropa dan sangat ingin mereformasi organisasi terbesar di benua biru tersebut tetapi terbentur permasalahan bagaimana mendanai biaya reformasi tersebut.
uci/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment