Merek Fesyen Singkap Sejarah “Turtleneck” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Merek Fesyen Singkap Sejarah “Turtleneck”

Merek Fesyen Singkap Sejarah “Turtleneck”
A   A   A   Pengaturan Font

Model Turtleneck merupakan kerah yang menutupi seluruh leher dan dapat dilipat setengahnya sampai setinggi jakun. Dari sisi sejarah turtleneck menyimpan reputasi historis yang panjang dan radikal karena kaitannya dengan berbagai figur perempuan berpengaruh mendunia dan tidak termakan zaman.

Polo, merek fashion Uniqlo mengungkap sejarah panjang turtleneck. Pada mulanya model ini sebagai seragam bertanding para atlet olahraga polo pada 1860. Selain itu desain model kura-kura ini juga menjadi favorit kelas pekerja pada abad ke-19 di Eropa.

Eksistensi turtleneck bergeser dan menjadi kian menarik, dari seragam kerja para lelaki jadi pakaian para sensual bombshell seperti Jayne Mansfield dan Marylin Monroe.

Poster Film Audrey Hepburn. Audrey Hepburn, aktris yang populer tahun 1950-an, adalah salah satu figur perempuan yang kerap tampil dengan busana model turtleneck. Dalam poster film Funny Face yang dirilis pada tahun 1957, dia tampil menawan dengan atasan turtleneck hitam dan kain penutup kepala.

Film ini mengangkat figur perempuan yang memiliki misi akademis, di balik keputusan besarnya menerima tawaran karier modelling di New York. Audrey Hepburn menjadi pemeran utama di film itu. Dia tampil penuh percaya diri pada poster film Funny Face. Ia menggambarkan keteguhan diri seorang perempuan.

Kebangkitan Jakie Om Pascakematina Kennedy. Kematian Presiden AS John F Kennedy karena penembakan seolah menghempas istrinya Jacqueline Lee Bouvier Kennedy atau dikenal dengan Jackie O. Lima tahun berselang, Jackie meninggalkan trauma itu lewat keputusan yang mengejutkan publik Amerika, yaitu menikah.

Meninggalkan bayang-bayang kehidupan sebagai First Lady di Gedung Putih yang ia namakan Camelot, demi keamanan kedua anaknya. Wajah radiant dan senyum hangat Jackie, seolah kembali hadir seperti ketika bersepeda mengelilingi Central Park dengan mengenakan turtleneck.

Baju Kebesaran Steve Jobs. Tidak ketinggalan mendiang pendiri Apple, Steve Jobs yang dikenal dengan gayanya sederhana (modest) bersama turtleneck. Mengapa Steve Jobs selalu mengenakan turtleneck hitam? Bermula saat berkunjung ke Sony Jepang pada 1980. 

Kepada desainer Issey Miyake memintanya membuatkan seragam untuknya seperti yang dijumpai saat berkunung ke Sony. Miyake kemudian membuatkan Jobs baju yang diketahui memiliki desain turtleneck, yang sering dipakai pada acara penting.

Di Indonesia Uniqlo memperkenalkan desain turtleneck melalui kampanye #WomanInProgress yang berkolaborasi dengan Narasi bersama empat perempuan inspiratif: Najwa Shihab, Cinta Laura, Mira Lesmana, dan Adinia Wirasti. Mereka mengenakan Uniqlo heattech fleece turtleneck. Hay/G-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment