Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
GP Jepang

Mercedes Berpeluang Kunci Gelar Konstruktor

Mercedes Berpeluang Kunci Gelar Konstruktor

Foto : AFP/ ROSLAN RAHMAN
A   A   A   Pengaturan Font

Dengan keunggulan 162 poin dari Ferrari, Mercedes berpeluang merengkuh gelar juara dunia konstruktor untuk keenam kalinya secara beruntun di GP Jepang.

SUZUKA - Mercedes berpe­luang mengunci gelar juara du­nia konstruktor keenam kalinya secara beruntun di Grand Prix Jepang yang akan digelar akhir pekan ini di Sirkuit Suzuka.

Mercedes saat ini unggul 162 poin dari Ferrari, yang per­nah meraih gelar juara dunia enam kali secara beruntun dari 1999-2004. Sementara Red Bull tertinggal 260 poin dari Mer­cedes dengan 220 poin maksi­mal tersedia hingga akhir mu­sim ini.

Tim Silver Arrow, yang se­lalu tampil dominan sejak era mesin hybrid turbo V6 diper­kenalkan pada 2014, hanya perlu mengemas 14 poin lebih banyak dari Ferrari di Suzuka nanti untuk menyamai rekor tim rival asal Italia tersebut.

“Kami akan membawa se­jumlah upgrade kecil ke mobil kami di Jepang yang semoga bisa membawa kami ke arah yang benar,” kata bos tim Mer­cedes, Toto Wolff. “Namun, kami tahu bahwa kami harus mengeluarkan semuanya yang dimiliki mobil kami dan juga ban jika kami ingin meraih ke­menangan.”

Hamilton telah memenangi empat dari lima balapan tera­khir di Suzuka. Saat ini pebalap asal Britania itu memuncaki klasemen pebalap dengan unggul 73 poin dari rival ter­dekatnya yang juga rekan satu tim, Valtteri Bottas.

Akan tetapi, Hamilton baru bisa mendapat peluang mengunci gelar juara dunia di balapan Grand Prix Meksiko dua pekan mendatang.

Dengan satu kemenangan lagi, Hamilton, yang telah me­nang lima kali di Jepang, ter­masuk satu balapan di Fuji, bisa menyamai rekor Michael Schumacher yang telah juara GP Jepang sebanyak enam kali.

Tim rival, Ferrari tentunya tak akan tinggal diam setelah mengalami lonjakan performa di empat balapan terakhir. Pe­balap asal Monako, Charles Leclerc meraih pole position di empat balapan terakhir, tiga di antaranya dimenangi oleh Fer­rari; Leclerc juara di Spa dan Monza, sementara Vettel juara di Singapura.

“Kami tahu agar berada di depan di Jepang setiap aspek dari kerja kami harus sem­purna,” kata kepala tim Ferrari Mattia Binotto. “Jika kami bisa melakukan itu, maka kami bisa berharap tampil kompetitif se­perti di balapan-balapan sebe­lumya.”

Sementara itu, Honda, yang memasok power unit ke Red Bull dan Toro Rosso, akan men­dapati musim terbaiknya sejak kembali menjadi pemasok me­sin pada 2015. Red Bull tahun ini telah mengemas dua ke­menangan lewat Max Verstappen.

Pendukung tuan rumah pun akan me­nyambut juara Super Formula Naoki Yamamoto ketika pebal­ap asal Jepang itu mengendarai mobil Toro Rosso di sesi latihan bebas pada Jumat.

Terancam Topan Hagibis

Sementara itu, topan Hagi­bis yang sedang mengarah ke Jepang dipantau dengan ketat menjelang balapan Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka akhir pekan ini.

Federasi otomotif interna­sional FIA mengeluarkan per­nyataan Kamis (10/10) bahwa mereka bersama Formula 1, Federasi Otomobil Jepang dan panitia penyelenggara Sirkuit Suzuka memantau ketat Topan Hagibis dan dampak potensial­nya terhadap GP Jepang.

“Setiap upaya sedang di­lakukan untuk meminimal­kan gangguan kepada jadwal Formula, akan tetapi kesela­matan penonton, kompetitor dan semua orang yang ada di Sirkuit Suzuka tetap menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan FIA.

Prakiraan menyebutkan Hagibis akan mendarat di pantai Jepang dan Tokyo, yang ter­letak 300 km di barat Suzuka pada Sabtu saat sesi latihan be­bas final dan kualifikasi digelar. GP Jepang sebelumnya juga di­warnai cuaca buruk, terutama pada 2014 saat hujan turun de­ras ketika balapan.

Pebalap Prancis Jules Bi­anchi mengalami kecelakaan pada GP Jepang 2014 setelah topan membawa hujan meng­guyur trek Suzuka dan men­gurangi tingkat visibilitas di lapangan. Bianchi yang men­galami cedera kemudian me­ninggal dunia tahun selanjut­nya. Sementara itu pada 2004 dan 2010, sesi kualifikasi di­tunda dan digelar Minggu pagi karena cuaca buruk. AFP/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment