Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Menyingkap Rahasia Menuju Puncak Kesuksesan

Menyingkap Rahasia Menuju Puncak Kesuksesan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : 101 Trik Hancurkan Kebiasaan Buruk dengan Kebiasaan Hebat

Penulis : Adrian Harimurti

Tebal : 244 Halaman

Penerbit : Araska

Cetakan 1 : Oktober 2018

ISBN : 978–602- 5805-52-3

Banyak orang kesulitan mencapai sebuah kesuksesan, meski berbagai macam jalan sudah ditempuhnya. Misalnya, bekerja keras hingga lupa waktu. Kemudian, mengikuti berbagai macam pelatihan dengan motivator kelas atas, ataupun malahan pergi ke dukun mengadu peruntungan nasib. Semua tanpa hasil, kecuali putus asa dan stres.

Buku ini menyingkap berbagai macam alasan banyak orang sulit mencapai kesuksesan. Ada 101 kebiasaan buruk yang menempel dan lumrah dilakukan orang-orang sekarang, antara lain berdebat kusir di media sosial, tidak pernah bisa lepas dari gadget, terlalu aktif di media sosial, selingkuh, lalai beribadah, malas membaca, dan biasa menjengkelkan.

Dari sederet kebiasaan buruk ini, jika terus-menerus dibiarkan akan menjegal untuk menjadi manusia produktif. Bukan tidak mungkin, kebiasaan tersebut menghancurkan kebahagiaan dan kesuksesan. Buku ini tidak hanya menyajikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang kerap dilakukan masyarakat. Akan tetapi, sudah dilengkapi dengan trik menghancurkannya dengan kebiasaan hebat.

Semua disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Lebih dari itu, isinya juga mudah diaplikasikan dalam kehidupan nyata untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

Kebiasaan “tidak bisa lepas dari gadget” sebagai kebiasaan buruk yang harus dijauhi. Padahal tujuan utama gadget untuk berkomunikasi. Sudah lumrah ditemui pemandangan di mana ada dua orang atau lebih berkumpul, sama-sama sibuk dengan gadget masing-masing. Mereka tidak acuh dan tidak peduli dengan sekeliling. Padahal, bisa saja Tuhan mengirimkan rezeki-Nya saat itu melalui orang di samping yang tidak kita acuhkan. Tetapi, karena kita mengabaikan dan sibuk ber-gadget, Tuhan mengalihkan rezeki yang awalnya untuk kita (hal 15).

Kebiasaan buruk lain yang mudah ditemui adalah debat kusir. Apalagi di tahun politik, banyak orang tak tahan untuk mengomentari ini-itu. Media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twiter, Instagram, maupun media online lainnya kerap kali dibanjiri debat kusir. Semua saling nyinyir dan memojokkan. Akhirnya dapat memutus tali persaudaraan dan persahabatan.

Padahal, tujuan utama media sosial sebagai alat merekatkan relasi dengan cara komunikasi yang benar. Tanpa disadari, ternyata hal itu telah menyumbang rentetan kegagalan seseorang dalam mencapai kesuksesan.

Kasus lain yang tak kalah marak terjadi adalah perselingkuhan. Definisi selingkuh itu sendiri adalah tindakan pengkhianatan janji suci terhadap pasangan. Lebih jauh lagi, selingkuh merupakan pelanggaran norma dalam suatu hubungan terkait interaksi terhadap orang lain di luar pasangan (hal 132).

Salah satu trik yang ditawarkan buku ini terhadap orang yang “doyan” selingkuh adalah menghentikan kebiasaan membandingkan pasangan.

Berusahalah menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagaimana komitmen dan janji yang telah diikrarkan bersama.

Mengubah sikap dan mental di tengah huru-hara fenomena sosial yang kadang tak terkendali ini adalah sebuah keniscayaan. Satu-satunya solusi alternatif yang bisa dilakukan adalah menghancurkan segala bentuk kebiasaan buruk dengan habits hebat agar cita-cita kesuksesan mudah diraih. 

Diresensi Ahya Rofiqi, Alumnus Pascasarjana STIE Mahardhika Surabya

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment