Menyaksikan Pameran Seni di Drive-In | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Kebangkitan Drive In di Tengah Pandemi

Menyaksikan Pameran Seni di Drive-In

Menyaksikan Pameran Seni di Drive-In

Foto : istimewa
Pertunjukan seni drive-in “Gogh By Car”
A   A   A   Pengaturan Font

Pameran seni merupakan suatu kegiatan yang penyajian karya seni rupa yang dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh banyak orang. Pameran seni di masa pandemi Covid-19 menampilkan cara dan aturan baru yang harus dipatuhi.

Pameran seni juga merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah ide atau gagasan kepada masyarakat luas yang melalui sebuah media karya seni. Dalam kegiatan ini diharapkan dapat terjadi komunikasi antara perupa yang diwakili oleh masing masing karya seninya dengan apresiasi. Penyelenggaraan pameran menyajikan karya seni rupa dan seniman profesional yang dapat diapresiasi oleh warga.

Tidak lagi berada di dalam ruangan atau gedung yang memajang deretan karya seni seniman. Kondisi Normal Baru telah mendatangkan ide kreatif para penyelenggara kegiatan dengan memaerkan hasil karya seni lewat cara yang aman di drive-in.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan dari kenyamanan dan keamanan mobil di tengah pandemi Covid-19. Ada drive-through fast food, drive-thru toko minuman, bahkan rapid tes coronavirus secara drive-through. Laman Trendhunter.com menampilkan sebuah kegiatan memamerkan karya seni dengan cara yang berbeda. "Immersive Van Gogh" adalah pertunjukan multimedia di Toronto, Kanada, yang seharusnya dibuka untuk pejalan kaki musim semi ini. Tetapi ketika coronavirus melanda, proyek kolaborasi ini dengan cepat segera putar haluan dan meluncurkan versi drive-in dari acara tersebut dengan nama “Gogh By Car." 

Gogh by Car adalah cara aman bagi orang-orang untuk menghargai karya seni. Saat teater drive-in kembali dibuka, format ini diterapkan untuk kegiatan lain berupa pameran Gogh by Car. Kegiatan seni yang serius ini dinobatkan sebagai pameran seni digital drive-in pertama di dunia dan untuk waktu yang terbatas pada bulan Juni. Pameran dibuka hanya untuk 14 mobil yang dapat diparkir di dalam gedung Toronto Star untuk pertunjukan seni, cahaya dan suara selama 35 menit. Kegiatan ini menampilkan lukisan-lukisan dari Vincent van Gogh dengan cara unik bagi orang-orang untuk menghargai karya agung, terutama selama masa ketika galeri seni dan museum akan berencana untuk membuka kembali dan menerapkan persyaratan jarak sosial.

"Idenya adalah mobil-mobil akan masuk, mereka akan mematikan lampu mereka, mereka akan mematikan mesin, dan kami akan memulai pertunjukan," kata co-produser Svetlana Dvoretsky dari Lighthouse Immersive Arts, salah satu kelompok yang terlibat dalam pameran.

Pengalaman ini tidak hanya menjanjikan untuk membantu orang menikmati seni dengan cara yang aman tetapi juga berbagi pengalaman baru dalam skala yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Pertunjukan ini menceritakan tentang kehidupan Vincent Van Gogh dan bekerja melalui lebih dari 400 gambar resolusi tinggi dari lukisannya, yang diproyeksikan ke dinding, lantai dan langit-langit ruang pameran. Visual disertai dengan musik, yang dapat didengar pengunjung melalui radio mobil mereka.

Vincent Willem van Gogh adalah salah satu pelukis paling terkenal sepanjang sejarah. Ia pelukis pasca-impresionis asal Belanda. Sejumlah pengamat seni menilai lukisan-lukisan karya Van Gogh telah melampaui zamannya. Sepanjang hidupnya yang serba susah, Van Gogh telah membuat 2.100 karya seni, termasuk 860 lukisan cat minyak. Ironisnya semasa ia hidup itu, hanya ada 1 lukisannya yang laku terjual.

Padahal saat ini, setelah sang maestro meninggal, hampir seluruh karya Van Gogh laris terjual. Sejumlah karyanya bahkan tercatat sebagai lukisan-lukisan termahal di dunia. Beberapa lukisannya yang fenomenal antara lain Portrait of Dr. Gachet, The Starry Night, dan The Potato Eaters.

Lelaki kelahiran Zundert, Belanda, 30 Maret 1853 ini mulai memutuskan menjadi pelukis pada 1881 sepulangnya dari Borinage, Belgia. Van Gogh memulai karirnya sebagai pelukis di usianya yang 27 tahun lebih. Tekadnya bulat, meski banyak orang di sekelilingnya, termasuk keluarga besarnya, tak menyetujui keputusan yang ia ambil. Satu-satunya orang yang setia mendukung keputusan Van Gogh secara total adalah Theo van Gogh, adik kandungnya. Van Gogh juga sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Saint-Remy, Perancis, pada 1889-1990. Tapi meski dirawat di RSJ, Vincent tetap rajin melukis. Banyak karya fenomenalnya yang lahir di RSJ Saint-Remy tersebut, di antaranya The Starry Night, The Olive Trees, dan Country Road in Provence by Night.

“Tiket awal Gogh By Car ini terjual habis dalam waktu sekitar 24 jam,” kata Dvorestky, yang menambahkan bahwa mereka telah menambahkan jam hingga larut malam untuk mengakomodasi pengunjung yang datang. Ars

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment