Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments

Menyadarkan Bahaya Pencemaran Lingkungan

Menyadarkan Bahaya Pencemaran Lingkungan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Penyakit akibat Lingkungan

Penulis : Prof Dr dr Anies, Mkes, Pkk

Penerbit : Ar-Ruzz Media

Cetakan : Mei 2019

Tebal : 241 halaman

ISBN : 9786023132348

Lingkungan yang sehat dapat membantu menghindarkan dari berbagai penyakit yang meng­ganggu kesehatan. Lingkungan yang bersih akan memberi dampak berupa kehidupan yang sehat. Sebaliknya, lingkungan yang tercemar akan me­nyebabkan berbagai dampak buruk. Maka dari itulah keadaan lingkungan memegang peranan sangat penting dan dapat memengaruhi kehidupan manusia.

Lingkungan yang sehat memi­liki tingkat kebersihan yang baik dan tidak terjadi pencemaran. Sedang­kan lingkungan yang tidak sehat dan tercemar memiliki tingkat kebersihan yang buruk serta bisa dikatakan kotor. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan mewaspadai pen­cemaran lingkungan beserta beragam penyakit yang ditimbulkan.

Buku karya dr Anies ini menjelas­kan tentang dampak dan bahaya pen­cemaran lingkungan terhadap kese­hatan manusia di sekitarnya. Buku menjelaskan bahwa di Bumi ini manu­sia dan makhluk lainnya hidup di satu lingkungan yang sama. Lingkungan ini terdiri dari berbagai komponen. Maka, lingkungan yang menjadi tempat ting­gal dan akan mempengaruhi keadaan dan kehidupan sehari-hari (hlm 46).

Buku menjelaskan bahwa berdasar­kan berbagai data dan laporan, saat ini penyakit yang disebabkan lingkungan masih menjadi permasalahan kesehat­an masyarakat di Indonesia, bahkan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 12,6 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat lingkungan yang tidak sehat. Menurut catatan WHO, anak-anak dan orang dewasa yang berumur antara 50 dan 75 tahun paling merasakan dampak bu­ruk pencemaran lingkungan (hlm 93).

Data dan laporan Kementerian Kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam buku ini, mencatat bahwa penyakit stroke yang menyebabkan 2,5 juta jiwa melayang setiap tahun menjadi pembunuh dunia nomor satu dalam hal kematian yang berhubung­an dengan lingkungan. Pada urutan berikutnya adalah penyakit jantung yang merenggut nyawa 2,3 juta jiwa (hlm 147).

Penjelasan ini tidak jauh berbeda dengan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia yang menunjuk­kan bahwa stroke, jantung, ISPA, diare, dan demam berdarah menjadi penyakit berbasis lingkungan yang selalu masuk dalam 10 besar penya­kit di hampir seluruh Puskesmas di Indonesia.

Para aktivis sepakat bahwa ting­ginya penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh faktor lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat yang masih rendah. Berdasarkan as­pek sanitasi, tingginya angka penyakit berbasis lingkungan banyak disebab­kan tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat dan pemanfaatan jamban yang masih rendah. Kemudi­an, tercemarnya tanah, air, dan udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, sarana transportaasi, serta kondisi lingkungan fisik lainnya.

Buku ini mau menyadarkan pem­baca bahwa untuk menjaga kesehatan dan menghindari berbagai penyakit, cukup dengan membiasakan diri menjalani kehidupan yang bersih dan sehat. Hal ini merupakan upaya utama untuk mengurangi dan memutus rantai penyebab pencemaran ling­kungan. Diresensi Nadiya Madaniya, Pustakawan Maulana Malik Ibrahim Malang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment