Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments

Menumbuhkembangkan Kesuksesan

Menumbuhkembangkan Kesuksesan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Metamorproses

Penulis : Fazar Firmansyah

Penerbit : Elex Media Komputindo

Terbit : 2017

ISBN : 978-602-04-3964-8

Tebal : xvi + 184 hal

Tidak ada orang yang ingin gagal hidup. Semua berharap sukses seperti tertulis pada subjudul Metamorproses. Hidup itu proses, bukan protes. Kesuksesan tidak bisa diraih secara instan dan komplain. Perlu proses untuk sukses. Metamorproses menggambarkan suatu kehidupan layaknya kupu-kupu mulai dari sebutir telur, menjadi ulat, kepompong yang kesepian, hingga menjadi seekor kupu-kupu cantik. Layaknya makhluk hidup, kesuksesan juga memerlukan proses dan waktu untuk bertumbuh dan berkembang.

Akan tetapi, momok sukses adalah bayang-bayang kegagalan. Implikasi kegagalan pastilah perasaan tak berdaya. Namun, mungkin orang-orang lupa bahwa kegagalan layaknya jamu, meskipun pahit, bisa menyembuhkan. Kegagalan membuat orang belajar agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Sudah banyak bukti bahwa kegagalan merupakan suatu batu loncatan menuju kesuksesan.

Bill Gates dan Steve Jobs contoh orang sukses yang pernah mengalami kegagalan. Mereka harus drop out sebelum berhasil menggenggam kesuksesan. “Kegagalan hanyalah masa lalu yang pernah dilewati jika tidak terus-menerus mempermasalahkannya. Sebaliknya, jika kita terus-menerus mempermasalahkan kegagalan tersebut, itu baru jadi masalah,” (hal 8).

Selain berproses, seseorang yang ingin menggapai kesuksesan harus senantiasa bersyukur. Kebiasaan komplain harus dihindari. Komplain biasanya muncul saat fakta tak sesuai rencana atau ekspektasi. Perlu diketahui bahwa milik saat ini belum tentu dapat dipunyai orang lain. “Percayalah, sesering apa pun orang komplain pada keadaan dan ketidakpuasan, tidak akan mengubah keadaan, tapi malah menambah sesak persoalan,” (hal 36).

Orang sukses memiliki mindset yang jauh berbeda dengan orang gagal. Orang kaya raya mungkin dianggap sukses. Namun, sesungguhnya, seperti ungkapan Henry Ward Beecher, tidak ada yang bisa menentukan berapa besar kekayaan seseorang hanya dengan melihat buku keuangannya. Hatilah yang membuat seseorang kaya atau tidak.

“Kaya dan miskin bukan soal kelimpahan materi, tapi mental. Mereka yang bermental kaya selalu bisa mengambil peluang di setiap kesulitan. Sedangkan mereka yang bermental miskin selalu melihat kesulitan di setiap peluang,” (hal 29).

“Hidup saat ini, seperti sebuah perjalanan yang sedang ditempuh,” (hal 134). Dalam menghadapi suatu perjalanan hidup, orang harus menyiapkan diri dan bekal cukup. Dia harus belajar memaknai perjalanan mengasyikkan beserta halang rintangnya. Dengan begitu, dia mendapat kebahagiaan yang diciptakan sendiri.

Buku ini juga membahas tema-tema lain tentang kehidupan seperti pernikahan, menjalani akhir pekan berkualitas. Kemudian bersikap saat menjadi korban perundungan. Dengan konten yang beragam, buku ini menggambarkan betul cara metamorfosis dalam kehidupan manusia. Metamorproses mengajak pembaca lebih menghargai proses untuk meraih kesuksesan.

Buku memberi motivasi. Daripada terlalu banyak protes, lebih baik terus berproses untuk meraih kesuksesan.


Diresensi oleh Putri Prama Ananta, Alumnus SMA Negeri 1 Probolinggo

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment