Koran Jakarta | March 25 2017
No Comments

Menuju Puncak Kalibiru

Menuju Puncak Kalibiru

Foto : KORAN JAKARTA/Widiatmaka
A   A   A   Pengaturan Font

Yogyakarta sepertinya tidak akan pernah kehabisan tempat-tempat menarik wisatawan. Selalu saja ada tempat baru yang dilahirkan guna memancing pelancong seperti Kalibiru yang terletak di Kabupaten Kulonprogo ini.

Kalibiru merupakan desti­nasi wisata di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Tempat­nya masih segar dengan pepoho­nan yang hijau di kiri-kanan jalur menuju puncak Kalibiru. Tempat ini merupakan surga bagi mereka yang gila selfie atau juga foto beramai-ramai di tempat ketinggian. Hanya, diperlukan nyali untuk dapat mem­peroleh foto yang sangat indah.

Mereka yang punya sangu cukup, bisa minta bantuan foto para penge­lola tempat-tempat selfie. Pengun­jung dikenai biasa 35.000 rupiah untuk dapat sampai ke papan foto di pepohonan dengan latar belakang danau atau waduk Sermo. Sebelum sampai ke papan selfie, pengunjung harus meluncur lewat flying fox atau meniti jembatan Burma (Myanmar).

Perlu nyali untuk berada di ke­tinggian buat foto. Namun, turis tak perlu khawatir karena pengunjung yang ingin foto di papan selfie diberi pengaman. Selain harus membayar tiket meluncur, pengunjung juga harus membayar satu foto lima ribu rupiah. Kalau tidak mau memba­yar, ya harus minta rekannya untuk memotretkan.

Hasil foto memang spektakuler karena latar belakangnya sangat mengagumkan indahnya. Selain tampak dari kejauhan di bagian ba­wah air Waduk Sermo, juga pepoho­nan yang rindang menghijau sangat lebat. “Hasil fotonya bagus banget. Tapi saya agak takut juga,” ujar salah satu pengunjung usai selfie, Indrie (20). Mahasiswi Sanata Dharma ini baru pertama ke Kalibiru. “Untuk orang baru pertama datang selalu bagus,” kata­nya.

Untuk da­pat berfoto di papan selfie, pendaftaran ditutup pukul 16.00. Tetapi, fotonya bisa sampai pukul 17.00 untuk mengambil latar bela­kang matahari terbenam. Memang kalau mau memperoleh gambar yang luar biasa fotonya harus pagi-pagi guna menyambut matahari ter­bit. Kalau tidak, ya, sore guna meng­antarkan matahari ke peraduan. Semburat merahnya sangat tak terkira indahnya.

Untuk masuk ke Kalibiru, pengunjung harus membeli tiket 10.000 rupiah, sedangkan parkir mobil 5.000 dan motor 2.000 rupiah. Di atas ada kedai untuk santai sekadar minum kopi atau menyedu mi instan.  wid/G-1

Perjalanan Penuh Perjuangan

Kalau Kabupaten Gunung Kidul naik daun karena eksplorasi tujuan wisata berupa pantai dan goa-goa, Kabupaten Kulonprogo lebih banyak mengandalkan wisata perbukitan seperti Kalibiru. Destinasi wisata di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut ini tengah menjadi perbincangan turis lokal Yogyakarta dan daerah lain.

Namun, tidak mudah untuk sampai ke tujuan. Kalau mau tidak tersendat, harus datang dini hari, selain mendapat pemandangan indah saat matahari terbit, juga tak terkena antrean. Sebab kalau sudah siang, pengunjung harus sabar karena setiap kali mobil akan dihentikan petugas guna memberi jalan mobil yang turun. Hal ini bisa terjadi tiga atau empat kali. Maklum jalannya sempit sehingga banyak yang tak bisa sisipan. Maka mobil dari bawah harus menunggu di jalur yang bisa untuk sisipan.

Selain itu, kendaraan juga harus prima karena tanjakannya tajam-tajam. Ada yang menanjak, tiba-tiba langsung belok naik tajam sampai 45 derajat. Biasanya petugas di bawah juga menawarkan untuk parkir dan dilanjutkan naik ojek.

“Biaya ojek 35.000 rupiah naik turun,” kata Sudar (40) salah satu pengojek. Memang naik ojek akan lebih cepat. Jarak dari pangkalan ojek ke puncak sekitar tiga atau empat kilometer.

Mereka yang berombongan dan mobilnya tak kuat naik ada juga tersedia mobil-mobil off road yang akan mengantar ke puncak. Karena jalan sempit dan berkelok-kelok tajam, di tiap tikungan ada petugas yang mengarahkan pengemudi agar tidak terperosok. Kiri-kanan jalan masih banyak pepohonan yang rindang sehingga tidak panas pada siang hari.

“Untuk sampai puncak Kalibiru memang penuh perjuangan. Tapi, saya mau datang lagi kalau ada yang mengajak,” ujar wisatawan asal Bekasi, Siwi. wid/G-1

Ada Beberapa Rute

Ada beberapa rute untuk sampai ke Kalibiru. Kalau dari Yogya­karta berjarak sekitar 40 kilometer. Dari Yogyakarta, pengunjung bisa menyusur lewat Jl Godean lurus ke barat untuk sampai ke Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, letak Kalibiru.

Bisa juga ditempuh dari Wates dengan jarak sekitar 10 kilometer menuju Waduk Sermo sampai menemukan petunjuk atau tulisan “Menuju Kalibiru.” Pengunjung tinggal mengikutinya. Jalur lain melalui Pengasih-Wates dan Sermo-Kokap. Kalau lewat Sermo-Kokap, pengun­jung bisa melewati waduk yang berada di bawah Kalibiru. Waduk Sermo menjadi bagian menarik karena sebagai latar belakang di bawah Kalibiru bagi mereka yang ingin mengabadikan kunjungan ke puncak Kalibiru.

Seorang petugas, Harsono, mengatakan Kalibiru dirintis sejak 2008 sebagai tempat wisata. Diperlukan kekuatan fisik, terutama kalau parkir yang di bawah puncak penuh, sehingga kendaraan harus berhenti agak jauh. Dari parkiran pertama ini jalannya menurun kemudian menanjak. Maka sebaiknya kondisi badan benar-benar dalam keadaan sehat.

Jalur kendaraan umum masih belum ada. Jadi, masyarakat yang akan berkunjung mesti menggunakan kendaraan pribadi. Kalau mau menginap, di sekitar Kalibiru juga tersedia tempat-tempat penginapan sederhana. Menurut petugas setiap akhir pekan pengunjung kalibiru bisa mencapai 3.000–4.000 orang.  wid/G-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment