Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Kasus Reaktor Fukushima

Menteri Lingkungan Ingin Jepang Berhenti Gunakan PLTN

Menteri Lingkungan Ingin Jepang Berhenti Gunakan PLTN

Foto : AFP/KAZUHIRO NOGI
DIOLAH KEMBALI I Salah satu wadah limbah nuklir tingkat tinggi yang diolah kembali dari kapal kargo Inggris, Pacific Swan, di Pelabuhan Mutsu Ogawara, Prefektur Aomori, Jepang, beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO – Menteri Lingkungan Hid­up Jepang, Shinjiro Koizumi, meng­inginkan Jepang agar berhenti meng­gunakan pembangkit listrik tenaga nuklir. Menteri yang baru saja dilantik itu ingin agar reaktor nuklir Jepang di­tutup untuk menghindari terulangnya bencana Fukushima pada 2011.

“Kita baiknya memikirkan bagai­mana kemungkinan untuk menia­dakan pembangkit listrik tenaga nu­klir dan mencari kemungkinan lain dengan pembangkit energi terba­rukan,” papar Koizumi, Rabu (11/9) waktu setempat.

Ini adalah konferensi pers perta­ma setelah dilantik jadi menteri ling­kungan oleh PM Shinzo Abe.

Komentar pria yang berusia 38 tahun tersebut menghebohkan me­dia massa Jepang. Apalagi kebijakan dasar Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan PM Shinzo Abe justru menjadikan reaktor nuklir sebagai base untuk energi di Jepang. Partai tempat Koizumi bernaung itu men­dukung kembalinya tenaga nuklir di bawah aturan keselamatan baru yang diberlakukan setelah Fukushima.

Setelah serah terima jabatan dari menteri yang lama, Yoshiaki Ha­rada, putra kedua mantan PM Je­pang, Junichiro Koizumi, ini langsung berkunjung ke Fukushima bertemu Gubernur Masao Uchibori.

“Kami berharap kerja sama Bapak dan mulai sekarang mari kita kerja sama dengan baik memulihkan Fu­kushima,” ajak Koizumi kepada Gu­bernur Uchibori, Kamis siang. Ajakan Koizumi itu disambut positif oleh sang Gubernur.

Koizumi langsung mengunjungi para korban bencana alam 11 Maret 2019 yang masih berada di tempat penampungan bencana sementara dan berkomunikasi langsung dengan mereka.

Tetapi, kehadiran Koizumi ini oleh beberapa orang dianggap pula se­bagai strategi menutupi kekurangan atau kelemahan dari menteri lain yang tua yang rata-rata berusia 70–80 tahunan. Dengan adanya Koizumi sebagai menteri termuda, media massa Jepang lebih antusias meliput kegiatannya. Kegiatan menteri lain jadi agak tertutup dengan kegiatan Koizumi.

Regulator nuklir Jepang berada di bawah pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup. Tiga reaktor di stasiun Fukushima Daiichi yang di­operasikan oleh Tokyo Electric Power meleleh setelah terkena gempa besar dan tsunami pada Maret 2011. Reaktor tersebut mengeluarkan radiasi yang memaksa sebanyak 160.000 orang melarikan diri dari wilayah tersebut.

Sebelumnya, Yoshiaki Harada, me­ngatakan Tokyo Electric Power Com­pany Holdings Inc (TEPCO) berencana akan membuang air yang terkontaminasi radioaktif dari PLTN Fuku­shima Daiichi ke Samudra Pasifik.

Setelah pabrik itu lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011, saat ini lebih dari satu juta ton air yang terkontaminasi yang disimpan di hampir 1.000 tangki di situs Fuku­shima Daiichi. ang/AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment