Menteri Diminta Cari Terobosan Pendanaan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Tol Trans Sumatera

Menteri Diminta Cari Terobosan Pendanaan

Menteri Diminta Cari Terobosan Pendanaan

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
BAHAS JALAN TOL I Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera dan Tol Cisumdawu (Cirebon- Sumedang- Dawuan) di Jawa Barat.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta para menteri berinovasi mencari terobosan untuk membiayai proyek tol Trans Sumatera agar tidak membebani anggaran negara.

“Saya minta ada terobosan sumber-sumber pembiaya­an alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari PMN (Penyertaan Modal Negara) dan juga tidak tergantung dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).

Jokowi menjelaskan jalan tol Trans Sumatera yang akan membentang dari Lampung hingga Aceh ini membutuh­kan investasi sebesar 476 triliun rupiah. Namun dari total investasi itu masih ada kebutuhan tambahan pendanaan sebesar 386 triliun rupiah untuk menyelesaikan keselu­ruhan ruas sampai 2024 mendatang.

“Saya minta ini betul-betul dikalkulasi kelayakan finan­sialnya, juga mungkin opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek ini,” ucap Jokowi.

Saat ini, tol Trans Sumatera sudah selesai dikerjakan di beberapa ruas. Kepala Negara meyakini tol yang diren­canakan sepanjang 2.765 kilometer ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di pu­lau Sumatera.

“Sehingga di sana akan ada efisiensi, waktu tempuh, dan bisa meningkatkan multiplier effect dua sampai tiga kali li­pat terhadap PDB (Proyek Domestik Bruto),” ucap Jokowi.

Berbelit-belit

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyinggung pro­ses administrasi yang berbelit-belit dalam pembangunan tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) sehingga menghambat pembangunan proyek strategis nasional itu.

“Saya melihat ini banyak kendala aturan teknis dan prose­dur administrasi yang terus berulang-ulang kita alami dan ti­dak ada penyelesaian secara permanen,” kata Presiden.

Sejak munculnya permasalahan tersebut, lanjut dia, ti­dak pernah dibuat penyelesaian masalah yang permanen, tetapi hanya kasus per kasus. Masalah serupa juga terjadi di dalam proyek infrastruktur lainnya.

Ia pun meminta jajarannya mencari solusi yang per­manen dari permasalahan tersebut seperti peraturan yang ringkas dan tak berbelit-belit.

“Ini jalan tol penting sekali, tapi terhambat. Saya melihat ada proses pembebasan lahannya yang terhambat. Kemu­dian, pengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi. Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan,” ujar Presiden Jokowi.

“Peraturan teknis pelaksana juga, baik di Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Keuangan. Saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya. Kita butuh percepatan karena akan menyangkut Bandara Kertajati,” lanjut dia. n fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment