Koran Jakarta | June 26 2019
No Comments
Aksi Korporasi - Perseroan Memiliki Hotel Bintang Lima di Lokasi Strategis

Menteng Heritage Tawarkan Saham Rp101–105 Per LembarKORAN

Menteng Heritage Tawarkan Saham Rp101–105 Per LembarKORAN

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
PAPARAN PUBLIK - Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk, Christofer Wibisono (kanan), Komisaris Utama Herry Wijaya (kedua dari kanan) serta sejumlah direksi dan komisaris berbincang usai menyampaikan paparan publik terkait rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Jumat (22/3).
A   A   A   Pengaturan Font
Dana hasil IPO akan digunakan PT Menteng Heritage Realty untuk mengakuisisi perusahaan pelayaran dan perusahaan investasi.

JAKARTA - PT Menteng Heritage Realty Tbk (MHR) siap melepas saham ke publik melalui mekanisme penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan melepas 1,19 miliar saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perseroan menawarkan harga saham 101-105 rupiah, sehingga dana yang bisa dihimpun dalam aksi korporasi ini 120,36–125,13 miliar rupiah. Valuasi harga IPO, mencerminkan Price to Book Value (PBV) yang berkisar 4–5 kali. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Sinarmas Sekuritas.

Direktur Utama Menteng Heritage Realty, Christofer Wibisono, mengatakan dana hasil IPO akan digunakan sekitar 49,55 persen untuk mengakuisisi PT Global Samudra Nusantara. Lalu, sekitar 25,57 persen untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bakti. Kemudian, sekitar 19,98 persen untuk peningkatan modal ke PT Wijaya Wisesa Development.

Sekadar informasi, PT Wijaya Wisesa Development diakuisisi oleh Perseroan pada tahun 2018. Perusahaan investasi tersebut memiliki 30 persen saham Royal Beach Seminyak, Bali. Sisanya sekitar 4,90 persen untuk modal kerja Perseroan.

“Dengan mengakuisisi perusahaan pelayaran Global Samudera akan turut berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan sebesar 14 miliar rupiah di tahun ini. Sedangkan target okupansi hotel ditargetkan akan mencapai 46 persen,” ungkapnya, di Jakarta, Jumat (22/3).

Saat ini, lanjut dia, Perseroan memiliki hotel bintang lima yang berada di lokasi strategis bagi para pelaku bisnis dan terdiri atas Meeting, Incentives, Conferencing and Exhibition (MICE). Hotel Perseroan yang diberi nama The Hermitage sangat diminati dan dinikmati karena desain gedung dari interior yang unik, klasik namun tetap nyaman serta memberikan pelayanan yang prima.

Apalagi, pengelolaan hotel didukung manajemen berpengalaman dan profesional di bidangnya, serta dukungan Marriott International Inc untuk mengelola The Hermitage. “Perseroan mengelolan hotel dengan membangun reputasi, kompetensi, dan customer loyalty dari customer based Marriot International yang saat ini mencapai 120 juta anggota,” kata Christofer.

 

Pencatatan 12 April

 

Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada tanggal 5 April 2019 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada tanggal 8 April 2019.

Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 12 April 2019. Sebagai informasi, per 31 Oktober 2018 lalu, Perseroan mengantongi pendapatan sebesar 48,96 miliar rupiah. Total ekuitas pada periode tersebut sebesar 610,16 miliar rupiah.

Untuk diketahui, Menteng Heritage Realty didirikan pada tahun 2007 dengan nama PT Citra Prestasi Abadi. Lantas berubah nama menjadi PT Menteng Heritage Realty dan menjadi bagian dari Wijaya Wisesa Group.

Pada tahun 2008, Perseroan mengakuisisi lahan seluas 4.036 meter persegi (m2) di Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta, untuk mendirikan Hotel The Hermitage. Pada tahun 2014, hotel tersebut diresmikan dan mulai beroperasi. Setahun kemudian, The Hermitage bergabung dalam Marriott International Inc dengan merek Tribute Portfolio yang pertama di Asia Pasifik. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment