Menlu Ajukan 7 Poin Utama Pada Pertemuan “2+2” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments
Hubungan RI -Australia

Menlu Ajukan 7 Poin Utama Pada Pertemuan “2+2”

Menlu Ajukan 7 Poin Utama Pada Pertemuan “2+2”

Foto : Kemlu RI
A   A   A   Pengaturan Font

NUSA DUA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan tujuh poin utama pada pertemuan “2+2” ke-6 yang mempertemukan menteri luar negeri serta menteri pertahanan dari Indonesia dan Australia di Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (6/12).

“Ini adalah pertemuan ‘2+2’ pertama di masa pemerintahan baru. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan hubungan antara Indonesia-Australia dan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama berdasarkan asas kesetaraan dan saling menghormati integritas wilayah negara lain,” kata Menlu Retno dalam pernyataan pers bersama.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno didampingi Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto. Keduanya berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, dan Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds.

Ketujuh poin utama yang diutarakan Menlu Retno dalam pertemuan “2+2” antara lain menegaskan bahwa Indonesia dan Australia sebagai mitra yang menjaga perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan, telah memiliki kemitraan strategis komprehensif, dan kedua negara akan segera menyelesaikan rencana aksi untuk menerapkan kemitraan tersebut.

Sementara poin kedua adalah mengenai apresiasi Indonesia atas dukungan Australia terhadap konsep Asean Outlook on the Indo-Pacific yang digagas Indonesia, serta terhadap sentralitas Asean.

Poin ketiga yaitu Indonesia dan Australia sepakat untuk memperkuat hubungan kerja sama di kawasan Pasifik, khususnya menyangkut isu perubahan iklim serta pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan perempuan.

Pada poin keempat, Menlu Retno menekankan komitmen kedua negara atas ekonomi yang terbuka dengan menjalankan prinsip kerja sama perdagangan investasi yang adil dan saling menguntungkan, termasuk meningkatkan proses perjanjian kerja sama perdagangan komprehensif.

Adapun poin kelima dan keenam mencakup isu ancaman terorisme, keamanan siber, serta pengutamaan partisipasi perempuan dalam proses penciptaan perdamaian dan keamanan.

Dan poin terakhir yaitu Indonesia mengundang Australia untuk hadir dalam konferensi internasional mengenai diplomasi digital yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 2020.

“Selain itu kita juga melakukan pertukaran pikiran mengenai beberapa isu kawasan dan isu internasional, antara lain terkait dengan Palestina, Afghanistan, dan Rakhine State,” pungkas Menlu Retno. Ant/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment