Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments

Menjemput Jodoh secara Eksklusif

Menjemput Jodoh secara Eksklusif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Maaf, Aku Belum Siap Nikah!

Penulis : Wildan Fuady dkk

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Cetakan : I, 2019

Tebal : v+150 halaman

ISBN : 978-602-04-9065-6

Sebuah realitas bahwa makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan, untuk manusia mi­salnya laki-laki berpasangan dengan perempuan. Berbicara masalah “pa­sangan” dalam konteks ini, berkaitan dengan “jodoh” dan tak lepas dari kata “perasaan cinta”. Perasaan cinta pada sepasang laki-laki dan perempuan adalah anugerah yang diberikan Allah pada hati manusia. Dengan hidup berpasang-pasangan itu, manusia dapat merasakan perasaan cinta yang begitu indahnya.

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS. Adz Dzariyat: 59)

Cinta layaknya air. Jika dicampur dengan air keruh maka akan menjadi keruh, sedangkan jika air tersebut dicampur dengan gula maka akan menjadi manis (halaman 136). Dalam hal ini kemuliaan cinta tergantung pada cara kita menyikapinya. Islam sangat memuliakan perasaan cinta ter­sebut sebagaimana fitrahnya (halaman 137) yaitu dengan menghalalkannya melalui jalan pernikahan. Menikah menjadi akad suci antara sepasang laki-laki dan perempuan yang sudah mampu untuk membangun bahtera rumah tangga, menjadi partner hidup yang saling mendukung satu sama lain dan bermimpi akan masa depan untuk bahagia bersama. Saking mulianya pernikahan, sampai-sampai Arasy Allah swt. bergetar setiap kali kalimat akad nikah diucapkan.

Bagaimana yang masih dalam masa pencarian? Pada realitanya ada yang menyikapi dengan berpacaran dan ada pula yang memilih untuk single lillah. Mungkin ada baiknya seseorang yang masih dalam masa pencarian ini melakukan hal-hal baik berikut yaitu memperbaiki niat (menikah), bert­awakkal (ikhtiar dan do’a), memper­baiki ibadah wajib dan sunnah, jangan berputus asa, memperbanyak kegiatan positif dan jika dirasa perlu boleh meminta bantuan orang lain sebagai perantara (halaman 17-21).

Ustadz Salim A Fillah pun me­nasehatkan bahwa selama perjalanan menuju pernikahan, tak ada bekal yang lebih penting untuk dipersiapkan selain niat dan ilmu (halaman 73), ka­rena dalam praktiknya menikah perlu didasari ilmu agar bisa membangun rumah tangga yang sakinah mawadd­ah warahmah.

Mau dibawa ke mana bahtera ru­mah tangga nanti adalah poin dari per­siapan pernikahan itu sendiri. Maka dari itu dalam hal ini diperlukan upaya pembelajaran dengan berbagai pem­bekalan ilmu, terutama ilmu agama.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (QS. An-Nur: 26)

Perbaiki Diri

Ayat al-Qur’an tersebut menjadi peringatan sekaligus kerangka ikhtiar (halaman 16) tentang cara terbaik da­lam menjemput jodoh yaitu dengan memperbaiki diri untuk lebih ta’at kepada Allah sehingga kemudian Dia akan mempertemukan dengan jodoh terbaik pada waktu yang tepat. Tentu ikhtiar menjemput jodoh adalah jalan syari’at yang harus ditempuh manu­sia. Nahh untuk tidak merasa membeli kucing dalam karung, Islam memberi solusi terbaik yaitu dengan “ta’aruf” (halaman 26).

Kehidupan manusia tiada lain adalah waktu yang dijalaninya dari semenjak lahir sampai kematian. Jika ada yang menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang kurang manfaat, sama saja dengan menyia-nyiakan hidupnya sendiri. Berkaitan dengan hal tersebut, konduktor terbaik perlu­nya ta’aruf yaitu bisa mengenal calon dengan detail, hubungan akan lebih terarah, terhindar dari PHP, privasi data dan prosesnya, lebih yakin Allah beri jodoh terbaik, dan memiliki dua kondisi yang sama-sama baik yaitu jika ta’aruf berlanjut ke jenjang perni­kahan. Peresensi Liah Siti Syarifah, Asisten Dosen Universitas Pendidikan Indone­sia (UPI) Bandung

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment