Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments

Meningkatkan Omzet Bisnis melalui “Instagram”

Meningkatkan Omzet Bisnis melalui “Instagram”
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Jago Jualan di Instagram

Penulis : Rico Huang dan Fransisca Purnama

Penerbit : PT Alona Indonesia Raya

Cetakan : 2018

Tebal : 136 halaman

ISBN : 978-602-166-719-4

Awalnya, Kevin Systrom dan Mike Krieger menciptakan Instagram untuk berbagi foto. Namun, sejak 2012, banyak toko online mulai berjualan di media sosial ini. Pada kenyataannya, Indonesia memiliki potensi market bisnis sangat besar. Para pebisnis yang awalnya berjualan via website dan Facebook, kini merambah ke Instagram yang banyak digunakan orang Indonesia.

Dalam We Are Sosial, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak pengguna Instagram. Ada 57 juta pengguna (data Januari 2018). Kemungkinan besar angka ini akan terus naik. Pada zaman yang serbacanggih ini banyak produk bisa dijual secara online. Dulu mungkin, orang berpikiran menjual makanan secara online akan cepat basi, kini sudah bertebaran. Mereka menggunakan jasa pengiriman kilat dan aplikasi pengantar barang via ojek online.

Instagram yang mengandalkan kekuatan foto menjadi salah satu ladang mencari rezeki para pedagang online. Maka, foto di Instagram harus beresolusi bagus dan menarik. Sebab 90 persen kekuatan closing karena foto produk (hal13).

Foto bisa menggunakan ponsel auto fokus, minimal 5 megapixel. Akan lebih bagus bila memiliki kamera DSLR agar fotonya lebih bagus. Konsep foto produk juga perlu memperhatikan indoor atau outdoor. Selanjutnya, foto produk bisa diedit agar terlihat lebih menarik (hal 15–17).

Buku ini ditulis pengusaha muda Rico Huang dan pebisnis Fransisca Purnama. Rico Huang telah mengalami jatuh bangun berbisnis. Ia pernah terpaksa menutup bisnis beromzet miliaran karena tidak bisa mengontrol deadstok. Dia bangkit dari nol lagi.

Buku mengarahkan pembaca untuk melangkah demi langkah cara berjualan di Instagram. Triknya mudah dipahami yang awam dengan Instagram.

Bagian pertama buku menjelaskan sejarah Instagram yang akhirnya untuk bisnis. Kemudian dikenalkan foto produk, caption, dan biodata sedetail mungkin. Kemudian, sertakan pula hashtag berkaitan dengan produk di biodata. Berdasarkan update terbaru Instagram 2018, hashtag di biodata bisa terdeteksi saat search (hal 26).

Selain itu, kekuatan hashtag dalam pencarian di Instagram juga dibahas lengkap. Banyak calon konsumen mencari barang mengandalkan hashtag. Lakukan riset dalam menggunakan hashtag berkaitan dengan produk yang akan dijual. Gunakan minimal 25 hashtag di caption setiap upload produk.

Feed Instagram bisa diibaratkan etalase toko online. Maka, rutinlah membagikan foto produk untuk meyakinkan calon pembeli dan memberi pilihan konsumen. Ada kalanya pengikut Instagram bosan bila yang dibagi foto jualan terus. Maka, beri selingan screenshot testimoni pelanggan, quotes, tip merawat produk, foto packingan produk yang akan dikirim dan lainnya.

Setelah membaca bisa langsung praktik agar lebih optimal. Jangan lupa berdoa, kerja keras, dan konsisten. 

Diresensi Adila Rarasthika, lulusan Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Jakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment