Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Kemampuan Kognitif

Meningkatkan Kecerdasan melalui Membaca

Meningkatkan Kecerdasan melalui Membaca

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Setiap orang bisa saja meminum suplemen minyak ikan atau memakan kunyit. Atau bisa juga menginvestasikan kemampuan dengan mengikuti kelas bahasa, mempelajari buku puzzle atau berlatih beberapa jam selama seminggu. Ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan memori seseorang dan melatih kemampuan kognitif.

Salah satu cara paling murah, mudah dan dapat langsung dilakukan untuk memperta­jam kemampuan otak adalah membaca.

Fakta bahwa membaca baik untuk otak seseorang bukanlah hal yang men­gagetkan. Karena selalu ada alasan ke­tika orangtua menyuruh anak-anak un­tuk mematikan televisi dan menyuruh mengambil buku untuk dibaca. Tetapi ada hal yang mengejutkan bagaimana aktivitas biasa itu bisa meningkatkan kinerja otak seseorang.

Dampak yang paling dasar adalah area yang berkaitan dengan peneri­maan bahasa, seperti sebelah kiri tem­poral kortex. Misalnya saat memproses materi yang tertulis dari huruf-huruf ke kata-kata menjadi kalimat dan mem­bentuk sebuah cerita, hal itu menang­kap neuron untuk bekerja. Otak mulai bekerja mentransmisi semua informasi itu. Begitu pula yang terjadi ketika sedang memproses bahasa lisan, tetapi yang paling natural dari membaca adalah mendorong otak untuk bekerja lebih keras dan lebih baik.

“Umumnya, ketika sedang mem­baca, Anda memiliki waktu lebih untuk berpikir,” kata Maryanne Wolf, EdD, direktur dari UCLA Center for Dyslexia, Diverse Learners and Social Justice.

Wolf menambahkan bahwa mem­baca memberikan tombol unik misalnya jeda untuk memahami dan memberikan pandangan bagi pembacanya. “Ber­beda dengan bahasa oral, ketika Anda menonton film ataupun mendengar­kan rekaman, Anda tidak menekan tombol jeda,” tambahnya.

Dan manfaat dari membaca ternyata bisa berkelanjutan bahkan setelah membaca buku. Sebuah penelitian yang di­laku­kan Universitas Emory menunjukkan bahwa beberapa manfaat dari memba­ca bisa berlangsung hingga lima hari.

“Kami menyebutnya sebagai akti­vitas bayang, hampir seperti memori pada otot,” ujar Gregory Berns, PhD, direktur dari Center for Neuropolicy di Emory.

Menurutnya, inilah bagaimana membaca pada jenis huruf tertentu bisa meningkatkan ingatan seseorang. Tentunya tidak mengherankan apabila bagian bahasa otak akan mendapat latihan dari membaca. Selain itu pula, membaca juga dapat memberikan energi pada wilayah yang bertanggung jawab pada aktivitas motorik, di sulkus pusat.

Itu karena otak diibaratkan sebagai aktor yang sedang bermain den­gan sangat berseman­gat. Ketika ses­eorang tengah membaca itu sama seperti tengah melakukan aktivitas fisik. Sehingga neuron yang mengendalikan aktivitas tersebut juga sibuk. Misalnya sedang membaca mengenai seseorang yang menunggang kuda, otak akan bertindak seolah-olah melakukan adegan tersebut meskipun sebenarnya tidak. Dan semakin banyak bagian otak yang mendapatkan latihan, maka akan semakin baik untuk kinerja kognitif secara keseluruhan.

Tetapi, tidak semua bacaan ber­dampak seperti itu. Penelitian yang dilakukan di Universitas Stanford men­gatakan bahwa membaca karya sastra secara khusus memberikan latihan utama pada otak.

Pemindaian MRI dari orang-orang yang membaca novel karya Jane Austen menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aliran darah ke area otak yang mengontrol fungsi kognitif dan eksekutif. Hal ini berlawa­nan dengan efek yang dihasilkan dari bacaan yang lebih santai.

Jika seseorang mengalami kesulitan membaca ataupun disleksia, ternyata membaca dapat mengatasi permasala­han itu. Para ilmuwan di Universitas Carnegie Mellon mempelajari anak-anak usia delapan hingga sepuluh tahun yang merupakan pembaca di bawah rata-rata.

Seratus jam kelas perbaikan membaca dilakukan dan memberikan peningkatan yang signifikan untuk kualitas materi otak mereka. Otak anak-anak mulai menyesuaikan diri dengan cara-cara yang dapat bermanfaat bagi seluruh otak, yang tidak hanya pada area korteks temporal yang berpusat untuk membaca.

Karenanya, luangkan waktu sejenak untuk membaca yang tidak hanya untuk mata agar beristirahat dari layar gawai, melainkan juga meningkatkan kinerja otak. gma/R-1

Peduli Membaca lewat Donasi Kacamata

Membaca merupakan salah satu keg­iatan penting mengingat membaca adalah jendela dunia. Sayangnya, tingkat literasi membaca di Indonesia masih sangat rendah.

Berdasarkan Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 64 dari 72 negara yang rutin membaca. Bahkan, menurut The World Most Literate Nation Study, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara.

Guna mendukung hal itu, Mal Taman Anggrek bersama Gerakan Sejuta Kacamata untuk Indonesia melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kegiatan membaca di Indone­sia. Keduanya bekerja sama membuka kes­empatan bagi konsumen untuk berbagi pada mereka yang membutuhkan dengan men­donasikan kacamata bekas layak pakainya melalui program Share Sight Forward.

Share Sight Forward diawali dari kesadaran mengenai kebiasaan konsumen yang cend­erung untuk mengganti kacamatanya secara berkala, namun kacamata lamanya dibiarkan tidak terpakai. Selain itu, Gerakan Sejuta Kacamata untuk Indonesia dengan kegiatan sosialnya yang mendonasikan kacamata di berbagai pelosok di Indonesia demi mencer­daskan kehidupan bangsa, juga menjadi inspirasi bagi program Share Sight Forward.

“Acaranya ini merupakan bentuk ker­jasama dengan Gerakan Sejuta Mata untuk Indonesia dengan mengumpulkan kacamata bekas dan layak pakai untuk didonasikan. Itu karena kami melihat sesuatu yang berbeda dengan kacamata tidak terpakai bisa ber­dampak besar untuk orang lain,” kata Elvira Indriasari selaku Advertising and Promoting Manager Mal Taman Anggrek.

Program ini juga turut didukung Optik Tunggal yang akan memberikan lensa kaca­mata baru untuk dipasangkan pada bingkai kacamata yang akan didonasikan pada komu­nitas Literasi Nusantara Gramesia.

Elvira mengatakan banyak orang yang senang membaca atau mempunyai buku teta­pi matanya bermasalah. Untuk itu, program Share Sight Forward ini diharapkan dapat membuka jendela mata bagi orang-orang yang bermasalah di area penglihatannya agar bisa terbantu dengan adanya kacamata.

“Harapannya dengan kacamata bekas yang tadinya terlihat tidak bermanfaat, kini dapat mencerdaskan kehidupan bangsa karena membantu anak dan orang tua untuk membaca buku dengan lebih jelas lagi,” tutur Elvira.

Program ini rencananya berjalan hingga akhir 2019. Para pengunjung dan masyarakat yang ingin berpartisipasi pada kegiatan ini bisa mendonasikan kacamata bekas layak pakai yang dimilikinya dengan memasukkan ke dropbox di Mal Taman Anggrek. Hingga saat ini, sudah terkumpul sekitar 250 buah kacamata yang nantinya akan disumbangkan pada mereka yang membutuhkan di Taman Baca Masyarakat Kolong, Saab Shares dan Ta­man Baca Warabal. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment