Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Menikmati Hidangan khas Bali

Menikmati Hidangan khas Bali
A   A   A   Pengaturan Font

Kuliner Bali punya kesan tersendiri bagi para penggemar makan karena diracik dengan bumbu rempah-rempah yang kuat dan pedas.

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di selu­ruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik.

Budaya masyarakat Pulau Dewata adalah salah satu kekuatan industri pariwisata Bali. Selama ini beragam unsur budaya seperti tari-tarian, upacara adat, pakaian daerah, pa­tung, hingga makanan, selalu men­jadi daya tarik bagi wisatawan.

Ya, kuliner Bali punya kesan ter­sendiri bagi para penggemar makan karena di racik dengan bumbu rempah-rempah yang kuat dan pedas.

Ayam Betutu

Siapa yang tak kenal Ayam Betu­tu, primadona kuliner khas Bali yang paling banyak dicari wisatawan. Betutu merupakan jenis makanan tradisional daerah Gilimanuk yang bahan mentahnya berupa karkas utuh itik dan ayam.

Kata betutu berasal dari kata tunu yang berarti bakar dan dirangkai dengan kata be yang berarti daging. Sajian Betutu terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam.

Kandungan zat gizi ayam betutu yaitu kadar air sebesar 60,87 persen, kadar abu sebesar 1,84 persen, kadar protein sebesar 14,69 persen, kadar lemak 1,27 persen dan kadar karbo­hidrat sebesar 21,33 persen.

Ayam Betutu biasa digunakan warga sebagai sajian pada upa­cara keagamaan dan upacara adat, seperti odalan, otonan, maupun perkawinan. Namun menu ini kini telah menjadi sajian kuliner khas Bali yang dengan mudah dijumpai wisatawan di berbagai warung dan restoran di seluruh Bali.

Ayam betutu dibuat dari daging ayam yang telah dibersihkan. Kemu­dian dibalurkan bumbu khas Bali yang dikenal dengan base genep di seluruh permukaan tubuh daging ayam dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga abdomennya.

Daging ayam yang telah dibum­bui tersebut kemudian direbus atau langsung dibakar hingga mengha­silkan aroma yang khas. Aroma khas yang muncul disebabkan karena adanya pemanasan yang menyebab­kan air dan lemak daging berantai pendek ikut menguap. Semakin ba­nyak uap yang dihasilkan, semakin kuat dan enak aromanya.

Satu paket ayam betutu biasa­nya dihidangkan bersama dengan sambal matah, kacang dan sayur. Bahan yang diperlukan untuk mem­buat ayam betutu terdiri dari satu ekor ayam yang sudah dibersihkan bagian dalamnya, bumbu genep, bumbu wewangenan, garam, dan minyak kelapa.

Base genep merupakan bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, cabai rawit, serai, gula merah, terasi, daun limau, daun salam, dan minyak kelapa. Sedangkan bumbu wewangenan terdiri dari merica hitam, merica putih, cengkih, pala, tabia bun, ketumbar, kemiri, menyan, jangu, bangle, dan kulit jeruk purut.

Proses pembuatan ayam betutu dimulai dengan menghaluskan base genep dan wewangenan kemudian ditumis hingga harum. Selanjutnya ayam dibersihkan dari bulu, jeroan, paruh, dan kulit kaki yang keras dikelupas.

Panaskan air dengan sedikit bumbu, daun salam, daun limau, dan batang serai yang telah dime­markan. Ayam direbus ke dalam air hingga tiga per empat matang kemu­dian diangkat.

Setelah diangkat, base genep di­masukkan ke dalam perut ayam dan sebagian base genep yang dicam­purkan dengan minyak tandusan dibalurkan di seluruh permukaan tubuh ayam.

Ayam yang telah dibumbui kemudian sedikit diremas-remas agar ayam menjadi lunak dan dibungkus dengan daun pisang atau kelopak daun pinang untuk selanjutnya dimasukkan ke bara api.

Bara api tidak boleh terlalu besar dan proses pemasakan di bara api kurang lebih 1 jam. Ayam betutu kemudian disajikan dengan cara dibelah pada bagian perut hingga daerah tempat tembolok, kemudian kedua belah dada ditarik ke samping.

Selain ayam betutu, aneka sajian tradisional khas Bali lain siap me­manjalan lidah wisatawan, seperti Nasi Campur Bali yang telah cukup populer, atau sajian unik, Tipat Blayag.

Bagi penduduk asli Bali, Nasi Campur adalah menu makanan sehari-hari. Hidangan ini terdiri dari suwiran ayam sisit bumbu Basa Genep Bali, sayur urap, sate lilit, lawar ayam nasi putih hangat, plus sambel embe khas Bali.

Sesuai selera, menu ini kerap tampil dengan lauk yang bervariasi di setiap rumah makan, ada yang menghidangkan dengan ayam betutu, telur sambal tomat, kulit ayam goreng, daun umbi pedas, ikan pindang, maupun taburan kacang tanah goreng.

Lain lagi dengan Tipat Blayag. Sekilas Tipat Blayag mirip dengan lontong pecel atau gado-gado. Na­mun makanan khas asal Buleleng tidak menggunakan bumbu kacang melainkan kuah kuning dengan Bumbu Bali.

Blayag disajikan dengan telor, ayam suir, toge atau lawar, sambal, kemudian disiram dengan kuah ber­santan mirip kuah kare dan ditaburi dengan kedele goreng. SB/E-6

Sensasi Gurih Sop Salmon

Fenomena masakan fusion memang bukan hal yang baru lagi. Para juru masak kerap melakukan melakukan kreasi lewat berbagai olahan menu untuk memuaskan selera pengunjung.

Salah satu inovasi para koki adalah dengan membuat menu fusion, yaitu penggabungan dua atau lebih gaya memasak yang berbeda, seperti memadukan masakan dari luar yang disesuai­kan dengan lidah Indonesia.

Selama ini makanan berkuah dengan bahan dasar ikan me­mang dikenal sebagai tradisi kuliner nusantara. Namun ada beberapa jenis ikan, seperti ikan salmon yang tidak ditemukan di alam Indonesia. Namun bagi anda yang ingin mencoba sen­sasi daging salmon ala sop ikan nusantara, cukup datang ke salah satu rumah makan di Denpasar, Bali, yakni Warung Padi.

Warung di Jalan Teuku Umar Barat ini dikenal dengan berbagai menu olahan dengan bahan utama Salmon. Ikan yang dapat hidup di sungai dan laut ini dike­nal memiliki rasa daging yang sa­ngat gurih, serta segudang man­faat untuk kesehatan. Beberapa pilihan menu yang dihidangkan antara lain Sop Salmon, Salmon Goreng, Nasi Goreng Salmon, Sate Salmon, dan Salmon Bakar.

Sop salmon rumah makan ini menjadi primadona pengunjung dengan mendapat banyak pujian di ulasan dunia maya. Sensasi kuah yang segar berempah, ber­padu menyatu dengan rasa gurih daging salmon.

Tekstur daging ikan terasa sangat empuk, tanpa aroma amis sama sekali. Sementara salmon goreng boleh dibilang sebagai ra­janya sajian gurih rumah makan ini, disajikan bersama sambal pedas dengan sensai manis, me­lengkapi rasa gurih daging ikan. SB/E-6

Sajian Favorit Keluarga di Hari Minggu

Cara membuatnya sendiri sangat mudah. Pertama, masukkan potongan ketupat ke dalam piring lalu masukkan sa­yuran seperti tauge dan bayam (urap sayuran), kemudian taburi dengan suwiran ayam dan kacang tanah yang telah digoreng.

Terakhir, siram hidangan dengan kuah bumbu Bali berwarna kuning. Agar makin mantap, tambahkan telur rebus dan taburan bawang goreng serta peyek yang digoreng garing.

Tipat Blayag. Resep masakan yang satu ini diciptakan oleh pendahulu di Desa Pengelatan, Kecamatan Buleleng. Untuk menjangkau desa ini, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar delapan kilometer dari arah kota Singaraja.

Di desa ini, resep Tipat Blayag yang kini terkenal di seluruh Buleleng dan bahkan ke luar daerah itu tetap dijaga kelestariannya. Ibu-ibu rumah tangga pun menjadikan resep Tipat Blayag yang tidak ada di daerah lainnya itu sebagai usaha untuk menopang ekonomi keluarga.

Bahkan, Tipat Blayag kini mulai dilirik untuk hidangan di ajang pesta resepsi perkawinan maupun pada event yang digelar instansi pemerin­tah maupun swasta.

Hal tersebut diakui Kepala Desa Penglatan, Made Nariasa, S.E. Me­nurut Nariasa, dari segi bentuk sama saja dengan desa lainnya, namun dari segi rasa berbeda. Jika dilihat dari bumbunya terlihat sama saja dengan Blayag lainnya, itulah yang membuat Nariasa bingung.

Tiap pejabat yang mengun­jungi desa tersebut, jika disuguhi makanan, yang dipilih pasti Blayag. Makanan yang diramu menjadi satu perpaduan yang lezat ini diyakini masyarakat sebagai warisan turun-temurun.

Sarapan dengan menyantap Blayag adalah salah satu pilihan ibu-ibu yang memiliki kesibukan ekstra. Bagi ibu-ibu yang tak sempat membuat sarapan untuk keluarga­nya, lebih memilih ke pasar untuk membeli Blayag.

Hasil gambar untuk Blayag

Makanan ini juga menjadi favorit keluarga pada hari Minggu. Sam­bil berlari pagi, terlihat beberapa keluarga singgah di tempat penjual Blayag. Dengan harga yang terjang­kau umum, Blayag juga diyakini menahan lapar.

Untuk membuat Tipat Blayag dibutuhkan bahan-bahan seperti beras, daging ayam, sayur daun singkong muda, kelapa, kacang kedelai, bumbu lengkap, dan janur. Pertama beras dibungkus kecil-kecil memanjang kemudian direbus hingga lima jam.

Semakin lama Tipat Blayag direbus, maka hasilnya akan semakin bagus dan Tipat Blayag-nya menjadi legit dan halus. Sambil menunggu tipat belayag matang, daging ayam digoreng kering kemudian disisit.

Demikian juga kacang kedelai digoreng kering. Langkah selanjutnya, membuat bumbu dengan mencampurkan tepung beras dan bumbu lengkap. Semua rempah-rempah untuk bumbu ini, sebelum dihaluskan terlebih dahulu dibakar dengan bara api yang panas.

Setelah itu, bahan-bahan bumbu tadi baru diulek, dan siap dicampurkan dengan tepung beras hingga menjadi bumbu tipat blayag yang kental dan penuh citarasa tinggi. Sementara untuk membuat sayurnya dibuat dengan cara, daun singkong muda direbus kemudian dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dengan bumbu lengkap.

Jika semua bahan sudah siap, maka tinggal menghidangkan dengan cara Tipat Blayag dipotong kecil-kecil. Lalu di atasnya diisi sayur urab, daging ayam sisit, gorengan ceker ayam, kerupuk kulit ayam. Setelah itu, barulah disiram dengan bumbu dan di atasnya ditaburi kacang kedelai, dan sedikit sambal bagi yang senang pedas. SB/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment