Mengolaborasikan Perbedaan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | March 29 2020
No Comments
Surat untuk bu Rossa

Mengolaborasikan Perbedaan

Mengolaborasikan Perbedaan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya baru diangkat menjadi team leader. Anggota tim saya memiliki karakter yang berbeda-beda. Bagaimana cara menyatukan perbedaan di antara mereka agar menjadi kekuatan hebat untuk mencapai sukses bersama?

Jawaban:

Setiap manusia memiliki tipe dan karakter yang berbeda. Hal ini menyebabkan perilaku dan kebiasaan setiap individu pun berbeda satu sama lainnya. Perbedaan inilah yang kadang memunculkan berbagai masalah dan menimbulkan friksi di tengah kehidupan manusia, tak terkecuali dalam organisasi perusahaan yang terdiri dari banyak karyawan.

Penelitian dan sejumlah riset menyangkut perilaku pekerja menunjukkan sekitar 75 persen populasi di lingkungan kerja sangat berbeda satu sama lain. Tak jarang, perbedaan menjadi pemicu utama terjadinya friksi-friksi.

Memang, untuk menyatukan perbedaan tersebut tidaklah mudah. Tetapi sebenarnya hal tersebut bisa diatasi jika setiap karyawan mengetahui karakter masing-masing.

Kalangan psikolog dan manajemen membagi pekerja atau karyawan ke dalam empat tipe dan karakter:

Tipe Analitis

Tipe ini merupakan pekerja yang dikenal sebagai pemikir. Mereka senantiasa mengutamakan kesempurnaan dalam bekerja. Sehingga mereka kerap disebut juga perfectionist. Karyawan atau pekerja tipe ini menginginkan segala sesuatu yang dilakukannya benar-benar sempurna. Tidak heran hasil kerja mereka memuaskan. Tapi, kelemahannya, mereka sangat bersandar pada regulasi dan birokrasi, sehingga terkesan text book.

Makanya, mereka terkesan cukup lama dalam mengambil sebuah keputusan. Biasanya mereka akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum pada keputusan final. Karena kepribadiannya yang perfecsionist, tipe pekerja ini lebih senang bekerja sendiri ketimbang dengan orang lain. Tetapi umumnya loyalitas mereka cukup teruji dan tak perlu diragukan.

Tipe Amiable

Lain dengan analitis, tipe amiable lebih senang bekerja dengan tim. Umumnya mereka kurang memiliki ambisi untuk menonjolkan kemampuannya pribadi. Mereka juga lebih senang bekerja di belakang layar dengan kemampuannya membangkitkan ide dan gagasan orang lain. Tipe ini mampu menampilkan kinerja yang maksimal jika berada dalam situasi yang stabil dan struktur kerja jelas. Mereka selalu siap bekerja sesuai dengan peran dan tugasnya.

Tipe Ekspresif

Tipe ekspresif dikenal sebagai pekerja berkarakter vokal dan ambisius. Mereka sangat menyukai pernyataanpernyataan yang tegas dan kritis. Mereka pun lebih menyukai pekerjaan menantang yang mendapat perhatian banyak pihak. Pada intinya, pekerja tipe ini mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari perhatian dan menjadi nomor satu. Makanya, mereka sering dijuluki the front man.

Mereka memiliki semangat yang tinggi dan selalu siap menghadapi tantangan. Bagusnya, mereka juga selalu siap memompakan semangat jika rekan-rekannya kehilangan gairah dan semangat kerja. Makanya, mereka biasa tampil sebagai leader dalam suatu organisasi.

Tipe Driver

Dalam melakukan pekerjaannya, tipe driver sangat memfokuskan pada hasil. Tipe yang disebut the action man ini merupakan pekerja yang paling praktis. Mereka bisa menentukan sasaran yang tinggi sekaligus caracara untuk mencapainya. Mereka sangat independen serta lebih suka menentukan sendiri sasarannya daripada target yang sudah ditentukan orang lain.

Hal yang menonjol dari tipe driver, mereka tidak terlalu suka menggunakan berbagai teori dan prinsipprinsip dalam bekerja. Mereka lebih memfokuskan diri pada situasi yang lebih realistis. Karena mereka memang percaya pada fakta dan hal-hal yang rasional. Memang, bekerja dengan perbedaan tipe dan karakter tadi cukup sulit.

Bahkan tak jarang menimbulkan gesekan, konflik, dan friksi. Tetapi, sesungguhnya, jika dikolaborasikan dengan baik, perbedaan tersebut bisa jadi modal besar bagi kekuatan manajemen dan organisasi.

Tentu saja kolaborasi tersebut harus dilakukan dengan sikap fleksibel dalam menghadapi tiap-tiap tipe. Tetapi fleksibelitas ini pun sebaiknya dilakukan sesuai dengan porsinya.

Karena jika berlebihan justru akan menghilangkan kekuatan masing-masing. Pendek kata, kerja sama yang solid akan tercipta jika Anda bisa menerima segala kekurangan plus kelebihan masing-masing, tanpa perlu memperdebatkan perbedaan. Justru dari perbedaan tersebutlah Anda bisa saling belajar dan melengkapi. Penyatuan beberapa pemikiran cerdas yang berbeda biasanya akan menghasilkan sukses luar biasa.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment