Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments

Menghadapi Tantangan Bisnis di Zaman Milenial

Menghadapi Tantangan Bisnis di Zaman Milenial
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Lead The Innovation Game

Penulis : Pambudi Sunarsiharto

Penerbit : Kaifa

Cetakan : I, Oktober 2018

Tebal : xvi + 180 halaman

ISBN : 978-602-487-001-0

Berbisnis di zaman milenial membutuhkan inovasi agar berhasil. Konsep inovasi bisnis itu sederhana. Pertama, dream big. Bermimpilah sebesar mungkin. Jadikan ini sebagai obsesi yang harus diwujudkan. Kedua, start small. Mulailah dari hal yang paling kecil.

Jangan terburu-buru ingin berbisnis dengan modal besar, apalagi lewat utang. Sebuah perjalanan panjang pun harus dimulai dengan langkah kecil. Ketiga, act now. Buktikan mimpi tersebut dengan beraksi sekarang juga. Jangan sampai kebanyakan ngomong, memiliki mimpi besar, tapi minim aksi.

Mental juga perlu dipersiapkan. Artinya, berjuanglah sekeras mungkin dalam mewujudkan impian membangun bisnis tersebut. Di sisi lain, persiapkan mental saat di tengah jalan bisnis yang digeluti belum kunjung menampakkan hasil maksimal. Saat mengalami sederet kegagalan, catat kesalahan yang perlu diperbaiki. Lalu, bangkitlah memperjuangkan bisnis tersebut dengan semangat dan inovasi.

Dalam berbisnis, apa pun bentuk atau produknya pasti mengalami pasang surut. Buku ini mengingatkan sekaligus memotivasi para pelaku bisnis. “Sehebat apa pun produk, suatu saat pasti akan mengalami penurunan. Kuncinya, sudahkah Anda menyiapkan produk baru saat yang lama menurun?”

Ada sebuah analogi bisnis. “Mungkin, orang tua-orang tua zaman dulu menyukai ayam goreng di rumah makan Pak Joko. Tetapi, mungkin, anak-anak muda zaman sekarang menginginkan makanan dengan rasa berbeda, di tempat dengan suasana lain pula” (halaman 11–12).

Salah satu kunci sukses berbisnis selalu berinovasi. Artinya, bisnis yang sukses selalu berani membuat perubahan. Pepatah mengatakan, “Berubah atau mati!” Misalnya, Nokia Mobile Phone yang dulu begitu jaya, harus mengalihkan bisnisnya ke bidang lain.

Ketika bisnis Garmin dari menjual peralatan GPS menurun, dia sudah siap menjual gawai untuk kebugaran dan jam tangan, dan sukses. Ketika Telkom Indonesia menurun bisnisnya dari telepon rumah, sudah siap dengan Telkomsel sebagai penyedia telepon seluler. Mereka pun makin berjaya (halaman 16).

Seorang leader atau pemimpin bisnis, harus mampu menghadapi tantangan zaman milenial. Misalnya, dia harus berusaha mengetahui dan memahami bawahannya yang sebagian besar generasi muda. Generasi tua dan muda tentu memiliki sudut pandang berbeda dalam banyak hal, termasuk berbisnis.

Ia harus memahami, generasi milenial tak menempatkan uang di atas segala-galanya. Mereka belum butuh uang banyak (belum banyak tanggungan atau cicilan rumah). Mereka lebih mementingkan kebebasan dan pengalaman. Generasi ini ingin juga show-off dan menampilkan hasil karya lewat media sosial (halaman 40).

Dalam menghadapi generasi milenial, seorang leader harus berupaya memberi ruang, seperti visi, kesempatan, insentif, cool boss, dan environment. Seorang leader harus memiliki visi jelas. Mereka harus bisa ambil bagian setiap gerak perusahaan. Beri peluang mereka untuk mengembangkan karier.

Berikan insentif secara kompetitif (uang maupun nonfinasial). Bos atau leader bisnis yang baik akrab dan selalu berusaha memperhatikan perkembangan karier bawahan. Ciptakan suasana kerja yang menarik dan membanggakan. 

Diresensi Sam Edy Yuswanto, alumnus STAINU Kebumen

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment