Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments

Menggali Potensi Diri guna Meraih Prestasi Gemilang

Menggali Potensi Diri guna Meraih Prestasi Gemilang
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Change Your Destiny

Penulis : Rully Roesli

Penerbit : Qanita

Cetakan I : Agustus, 2018

Tebal : 200 halaman

ISBN : 978-602-402-124-5

 

Cerita tentang sosok yang luar biasa selalu menarik. Buku ini mengisahkan seorang pria tangguh bernama Rully Roesli. Meski memiliki kekurangan fisik akibat polio sejak kecil, dia tak pernah putus asa. Dia tetap semangat mengejar cita-cita dan sukses menjadi dokter ahli ginjal terkemuka di Indonesia. Bahkan, Rully juga mendirikan RS Khusus Ginjal Ny RA Habibie.

Semua peristiwa dalam hidup ini, baik atau buruk, bukan rintangan atau hukuman. Semua harus dilampaui dengan baik. Seseorang dilahirkan dengan kondisi kurang beruntung, tak masalah. Inilah yang disebut keseimbangan. Semua orang mendapat perlakuan sama. Ada kekurangan dan kelebihan (hlm 35).

Setiap manusia suatu saat tentu pernah mengalami kesulitan atau sakit. Umpamanya, seseorang yang sedang sukses, tanpa diduga kecelakaan yang mengakibatkan catat. Orang juga bisa terkena panyakit parah seperti kanker. Titik balik kehidupan bisa dialami setiap saat.

Titik balik kehidupan manusia itulah disebut “epifani” (penampakan). Ini suatu peristiwa yang berpotensi mengubah jalan hidup seseorang. Bentuk “epifani” setiap orang berbeda-beda dan bermacam-ragam. Ini tidak harus selalu peristiwa besar. Kejadian sehari-hari juga berpotensi menjadi “epifani”. Misalnya yang bersifat umum seperti meninggalnya ayah sebagai tulang punggung keluarga, atau ditolak saat melamar pekerjaan dan tidak lulus tes perguruan tinggi. Semua bisa menjadi “epifani” (hlm 54).

Rully sendiri pernah mengalami “epifani” kedua setelah penyakit polio, saat terserang stroke. Kedua peristiwa itu telah mengubah hidupnya. Meski awalnya sulit menerima, rasa optimisme yang tinggi membuat mampu melewati semuanya. Dengan menggunakan skuter kecil, dia tetap mengajar, mengunjungi pasien di RS, dan mengisi perbagai seminar nasional atau internasional (hlm 184).

Buku ini juga mencontohkan “epifani” tokoh-tokoh dunia. Salah satunya, JK Rowling, yang nyaris frustrasi sehingga hampir bunuh diri pascabercerai. Namun, tekad membesarkan anak menjadi motivasi luar biasa. Dia kemudian sangat intens menulis novel Harry Potter.

Tetapi, karier menulisnya tak mulus. Ketika naskah awal Harry Potter disodorkan, 12 penerbit menolak. Mereka tak mau berisiko menerbitkan karya penulis muda berusia 31 tahun dan belum dikenal. Dia tidak putus asa dan terus menghubungi penerbit lain. Penerbit Bloomsbury akhirnya mau menerbitkannya. Kini, sejarah mencacat JK Rowling tergolong penulis paling laris dan manusia terkaya di jagad ini. Novelnya diterjemahkan ke dalam 64 bahasa dan terjual lebih dari 325 juta eksemplar.

Pengalaman Rowling menunjukkan bakat terpendam yang muncul justru di situasi pelik. Maka, saat jatuh, orang harus tetap berpikiran positif dan sangka baik bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih besar. Yang diperlukan, terus menggali potensi diri untuk meraih prestasi (hlm 83).

Buku ini merekam pengalaman pribadi Rully sebagai seorang pendidik dan dokter selama lebih dari 40 tahun. Di dalamnya banyak inspirasi, pengetahuan, dan sudut pandang yang sangat berguna dari mulai soal kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan.


Diresensi Muhammad Syifa, Lulusan Psikologi UIN Malang

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment