Koran Jakarta | March 25 2019
No Comments

Mengenang Peran Radio di Masa Perjuangan

Mengenang Peran Radio di Masa Perjuangan

Foto : KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
RADIO ANTIK - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kanan), memperhatikan radio antik yang dipamerkan di Museum Kota Bandung, Jawa Barat, pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Puluhan radio antik dipamerkan di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kamis (14/2). Radio yang dipamerkan merupakan radio tua dengan tahun buatan 1940-an. Radio menjadi alat komunikasi penting saat za­man kemerdekaan, di mana banyak tokoh perjuangan me­nyampaikan pesan penyeman­gat melalui siaran radio. Radio portabel inilah yang menjadi alat penerima pesan bagi pejuang.

Sebelum Indonesia merdeka, Jenderal Soedirman pun menggunakan radio un­tuk mengetahui situasi politik sebelum membuat keputusan strategis demi memperjuang­kan kemerdekaan Indone­sia. Radio yang digunakan Bapak Tentara Indonesia itu bermerek Philips dengan tipe X686X. Ia menggunakannya sekitar tahun 1940-an untuk memantau situasi di Tanah Air.

Radio tersebut kini tersim­pan di Museum Sasmita Loka Yogyakarta. Namun warga Bandung tidak perlu khawatir, kalau ingin mengetahuinya, ada radio dengan tipe yang sama kini dipamerkan di Mu­seum Kota Bandung. Dari 14 sampai 21 Februari 2019, radio tersebut akan mejeng dalam ajang Pameran Radio Antik. Event tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Radio Sedunia.

“Sebenarnya, radio itu milik teman saya di Cibubur. Kondisinya terbilang utuh, tapi mati dan ada yang rusak. Saya reparasi sampai menyala kem­bali,” ungkap Kurator Pameran Radio Antik, Prayudi Wibowo, ditemui di Museum Kota Ban­dung, kemarin.

Keunikan radio tersebut, jelas Prayudi, bisa dijalankan dengan accu atau aki. Listrik dari aki masuk ke vibrator yang akan menaikkan voltase dari AC ke DC. Memang tidak prak­tis jika dibawa keluar rumah atau ke lapangan.

Bernilai Historis Tinggi

Pada pameran yang ber­langsung di lantai dua Mu­seum yang baru diresmikan beberapa bulan lalu itu juga menampilkan ratusan radio antik lainnya. Semuanya berni­lai historis tinggi. Selain radio Jenderal Soedirman, ada juga radio Presiden RI pertama, Ir Soekarno atau Bung Karno.

Radio merek Philips itu ber­tipe BIN206U. Radio ini begitu istimewa karena merupakan produksi ke 100.000 pabrikan Philips di Indonesia, khusus­nya Bandung tahun 1950. Kala itu para petinggi pabrikan asal Negeri Kincir Angin, Belanda, menyerahkannya langsung kepada sang Presiden di Istana Negara. Hal itu dibuktikan dengan foto bersama antara para petinggi Philips dengan Bung Karno.

“Radio tersebut cukup his­toris dan fotonya sendiri milik teman saya di Belanda. Saya cukup intens dengan beliau, sehingga dapat menemukan foto tersebut yang cukup ja­rang ada. Magnet Bung Karno jadi suatu nilai tersendiri dalam pameran kali ini,” tutur­nya.

tgh/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment