Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments

Mengenal Lebih Dalam Asam Urat dan Reumatisme

Mengenal Lebih Dalam Asam Urat dan Reumatisme
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Menjaga Kesehatan Tulang

Penulis : dr Agus Dwi Sasongko, SpOT

Penerbit : Sunda Kelapa Pustaka

Cetakan : 2017, Jakarta

ISBN : 979-3632-66-7

 

Perkembangan dan peremajaan tulang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Banyak yang mengeluhkan hidup sulit dan tidak produktif karena terserang penyakit atau gangguan tulang. Penyakit yang sering diderita antara lain asam urat (gout), reumatisme (encok/penyakit tulang), dan osteoporosis (tulang keropos/lapuk). Gangguan tulang dan sendi akibat kecelakaan (terkilir atau patah tulang) juga dapat menghambat aktivitas hidup.Buku mengajak pembaca sadar secara benar terhadap berbagai penyakit dan gangguan tulang. Sangat penting menjaga kesehatan tulang (hal iii).

Buku ini memaparkan asam urat menjadi penyakit populer yang menyerang orang dewasa. Penyakit asam urat dijumpai di setiap negara. Hasil riset menunjukkan, bangsa Maori (Selandia Baru) dan bangsabangsa Asia Tenggara bertendensi menderita asam urat. Di Indonesia, suku Minahasa dan Tapanuli berpeluang menderita asam urat lebih tinggi dari suku-suku lain (hal 37).

Kasus asam urat terjadi pada 3–4 orang setiap 1.000 orang. Asam urat sering menyerang dengan strata sosial ekonomi kelas atas atau pecandu alkohol. Hampir 20 persen penderita asam urat menderita batu ginjal. Asam urat terasa pada peradangan sendi yang bersifat menahun. Setelah terjadi serangan berulang, sendi bisa bengkok/ cacat.

Penderita merasakan nyeri luar biasa karena ada endapan asam urat yang terkumpul dalam sendi. Pengendapan ini akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat disebabkan gangguan metabolisme protein dalam tubuh sehingga asam urat darah meningkat dan kristal asam urat terbentuk dalam sendi. Biasanya, asam urat menyerang mereka yang berusia 40–50 tahun.

Orang normal setiap hari membuang 700 mg asam urat melalui air seni. Sisanya, sekitar 1.000 mg tersimpan dalam cairan tubuh. Penderita menghasilkan asam urat secara berlebihan sehingga yang tersimpan dalam tubuh meningkat 3–15 kali dari kondisi normal. Sementara itu, lebih parah untuk penderita ginjal yang berakibat pengeluaran asam urat melalui ginjal terganggu/menurun, sedangkan penyakit ginjal dan obat tertentu memengaruhi ginjal ketika membuang asam urat.

Asam urat menjadi biang kerok reumatisme. Reumatisme merupakan penyakit yang menyerang persendian (artritis). Reumatisme juga menyerang organ/bagian tubuh lain di sekitar sendi. Reumatisme dapat mengakibatkan kecacatan, dan mengganggu aktivitas harian (hal 23).

Artritis Rematoid (AR), salah satu jenis reumatisme, dapat menyerang semua orang kisaran usia 25–30 tahun. AR sering menyerang perempuan dibanding pria. Penyakit AR menyerang sekitar satu persen penduduk dunia. Obesitas dan atlet lari berisiko tinggi terserang reumatisme. Penyebab lainnya faktor genetika, lingkungan, hormon, dan infeksi. Sekitar 30–40 persen penderita memiliki benjolan keras di bawah kulit yang biasanya terletak di daerah timbulnya penyakit.

Bebas asam urat dan reumatisme menjadi kunci dasar mutu hidup. Langkah-langkah praktis dalam buku ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil tindakan tepat terhadap penanganan setiap jenis penyakit dan gangguan tulang. 

 

Diresensi Yustina Windarni, Alumna Politeknik API Yogyakarta

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment