Mengembalikan Fungsi Utama Sarinah melalui Transformasi Kekinian | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Direktur PT Sarinah (Persero), Fetty Kwartati, Terkait Pemugaran Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta

Mengembalikan Fungsi Utama Sarinah melalui Transformasi Kekinian

Mengembalikan Fungsi Utama Sarinah melalui Transformasi Kekinian

Foto : DOK PRIBADI
A   A   A   Pengaturan Font
Usai Lebaran nanti, pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, Sarinah, akan dipugar.

 

Gedung Sarinah yang didirikan pada tahun 1962 dan beroperasi tahun 1966 akan dikem­balikan kepada fungsi utamanya, sebagai pusat industri kreatif ruma­han, brand lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, Koran Jakarta mewawancarai Direktur PT Sarinah (Persero), Fetty Kwartati, di Jakarta, Jumat (15/5). Berikut petikannya.

Sebenarnya, seperti apa ren­cana pengembangan Sarinah ke depannya?

Intinya, Sarinah mau mengem­balikan ke khittah-nya yakni sebagai warisan yang didirikan Bung Karno. Bagaimana Sarinah bisa menjadi ekosistem bagi produk UMKM dan brand lokal. Tapi, tentunya dengan perkembangan zaman, perubahan tren dan con­sumer, Sarinah harus tetap relevan pada kondisi masa kini. Oleh kare­na itu, diperlukan transformasi.

Konsep pengembangan Sari­nah itu seperti apa?

Sebenarnya masih sama seperti sekarang, Sarinah tetap mendukung UMKM, tetap mendukung pen­jualan produk lokal, tapi sekarang dikemas dalam beberapa konsep. Ada Food and Beverage, beauty shop, dan ada bisnis digital. Karena transformasi ini tidak hanya meli­batkan fisik, tapi juga proses bisnis, maka kemasannya juga akan ber­beda, baik penampilan maupun rasa (look and feel) atau desain-desainnya. Tapi tetap sejarah heritage-nya tetap di-maintenance.

Lalu, apa konsep ritel yang friendly ke merek lokal atau UMKM, bagaimana pemilihannya?

Ok, jadi nanti setelah trans­formasi karena transformasi ini melibatkan bisnis, maka nanti akan ada penyesuaian kon­sep baik dari produk atau lain­nya. Tapi intinya, kita akan support penuh UMKM dan brand lokal.

Brand lokal atau UMKM seperti apa yang bisa masuk Sarinah?

Kalau lihat dari lokasi dan brand position, market-market-nya kan yang menengah. Karena ini meli­batkan UMKM, pasti banyak produk yang affordable, sehing­ga ketika pengunjung datang ke Sarinah, dia bisa belanja karena poinnya yang affordable.

Kapan akan memulai reno­vasi gedung?

Kami rencanakan reno­vasi gedung setelah Leba­ran, tapi tanggal persis­nya masih menunggu administrasi. Kita sebutnya bukan renovasi, karena ini lebih ke pemugaran. Karena ini bukan dirombak total, hanya pemuga­ran. Untuk pemugaran ini pun, gedung lama, Sarinah Tower 17 lantai ini tidak dibongkar, tidak diubah. Hanya tampilan depannya saja yang di­ubah, dibuat lebih modern dan ke­kinian. Lalu ada tambahan di dekat parkir sehingga lebih modern.

Berapa lama rencana pemuga­ran dan berapa anggaran yang disiapkan?

Rencananya, kita selesaikan satu tahun sehingga pertengahan tahun depan sudah bisa dioperasikan kembali. Sedangkan anggarannya, kalau melihat paparan Menteri BUMN, Pak Erick Thohir, biayanya sekitar 700 miliar rupiah. Itu buat pemugaran gedung dan perubahan konsep bisnis serta penguatan secara internal.

Selama proses pemugaran, apakah tenan yang ada sekarang terdampak?

Tenan sekarang itu harus mengo­songkan dulu tempatnya. Nanti setelah beres, mereka bisa punya kesempatan untuk kembali menem­pati Sarinah, tentunya menyesuai­kan dengan konsep yang kita buat, layout-nya juga berubah. Artinya, setelah transformasi mereka juga harus bisa menyelesaikan diri.

Berapa banyak tenan yang ada saat ini, seperti apa perubahannya?

Tentu, ada perubahan jumlah ten­an. Saat ini ada 34 tenan dan dalam toko Sarinah itu ada 475 mitra bisnis yang menjual produknya di dalam. Ke depan perubahannya seperti apa, saya belum tahu. Karena konsep dan layout-nya sedang disusun.

Untuk memilih UMKM dan brand lokal, Sarinah melibatkan kurator seperti apa?

Nanti, kita banyak dibantu be­berapa partner, konsultan yang me­mang spesialis di bidangnya untuk membantu transformasi ini. Desain gedung barunya masih belum final, masih dikerjakan sama tim internal arsitek dan kontraktor. peri irawan/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment