Mengatasi Rekan Kerja yang Sok Tahu | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Mengatasi Rekan Kerja yang Sok Tahu

Mengatasi Rekan Kerja yang Sok Tahu
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, teman sekantor saya ada yang menyebalkan dan sok tahu. Dia suka sekali mendominasi pembicaraan tidak peduli apakah dia benar-benar paham atau tidak dengan topik yang sedang dibicarakan. Saya sudah sering menahan kesabar­an. Rasanya tidak nyaman sekali berkantor dengan orang seperti ini. Bagaimana menghadapinya agar mood saya tidak terganggu selama bekerja?

Jawaban:

Berbicara dengan rekan kerja yang wawasannya luas emang asyik. Kita bisa membi­carakan apa aja sekaligus bisa bertanya hal-hal yang tidak kita tahu. Tapi bagaimana kalau berbicara dengan rekan yang sok tahu? Biasanya orang yang sok tahu gemar sekali berbicara. Dalam setiap pem­bicaraan dengan siapapun ia hampir selalu mendominasi. Dan parahnya banyak juga isi pembicaraannya yang melan­tur alias salah.

Biasanya pendengar­nya lama-lama akan me­rasa gerah dan tidak betah mendengarkan obrolannya. Paling tidak, anda juga akan gemas mendengar obrolan­nya, sementara anda tahu apa yang diucapkannya bukanlah informasi yang benar. Dan ujung-ujungnya anda mau meralat ucapannya bahwa itu tidak benar. Tapi sebelum anda menyangkal ucapannya, perlu anda ketahui, tak ada satu orang pun di dunia ini yang suka disalahkan. Seka­lipun orang itu sadar bahwa dirinya salah.

Maka, jika anda ingin mera­lat atau membenarkan ucapan seseorang ada cara tersendiri. Anda tidak bisa memvonisnya dengan mengatakan, “Kamu salah..!”. Anda harus bisa berkompromi dengan situasi dan kondisi yang ada. Jika ma­salahnya cukup sepele, anda tidak perlu ngotot menjadi si juru benar. Dalam obrolan yang ringan, anda tidak usah menampakkan wajah serius untuk meralat ucapannya. Berikut ini tips meralat ucapan yang salah:

– Jika rekan anda meng­ucapkan informasi yang salah, jangan langsung menyalah­kannya. Tarik nafas sejenak. Biarkan rekan anda selesai bicara. Nah jika anda ingin meluruskan, mulailah dengan ucapan,..”Setahu saya begini…”. Kalimat ini mengesankan anda tidak berlagak seper­ti orang yang paling tahu. Berbeda jika anda meng­ucapkan, “Kamu salah besar, seharusnya begini…”. Kalimat ini menandakan anda orang yang tidak luwes dan tidak kompromis menghadapi suatu kondisi.

– Jika ia berulang kali mengucapkan informasi yang salah, cukup tiga kali anda meralatnya. Lebih dari itu, anda akan dicap sebagai orang sok sempurna dan tidak bisa menerima kekurangan orang lain. Batasi sikap menyalah­kan anda. Selebihnya, lupakan saja obrolannya. Tidak perlu diresapi apalagi diambil hati.

– Bersikaplah rileks setiap rekan anda itu mengajak ngo­brol. Jangan menampakkan wajah tidak suka dan antipati. Jika anda selalu tampil sebagai juru benar di hadapannya, obrolanpun menjadi tegang dan sama sekali tidak menye­nangkan.

– Jika anda sudah tidak ta­han dengan obrolannya yang konyol dan banyak kebodo­han yang ditampilkannya, tidak perlu sewot. Sudahi obrolan dengan mengambil sikap yang paling natural. Misalnya dengan mengatakan anda ada kerjaan, ingin ke kamar kecil, dll.

Pada intinya kepanda­ian anda menghadapi setiap orang dengan karakter yang berbeda, merupakan modal bagi anda untuk merentang­kan networking dan mem­perluas pergaulan. Kondisi ini jelas akan menguntungkan anda. Bukankah untuk sukses dalam karir juga dibutuh­kan keluwesan bergaul..? Termasuk di dalamnya bisa menghadapi orang yang pa­ling sok tahu sekalipun.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment