Koran Jakarta | December 11 2018
No Comments

Menerima Mantan Karyawan

Menerima Mantan Karyawan
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, apakah positif jika menerima mantan kar­yawan? Mohon advis Bu.

Jawaban:

Lazimnya, karyawan yang telah mengundurkan diri tidak ada ikatan lagi dengan perusahaannya terdahulu. Apalagi biasanya karyawan yang telah resign telah be­kerja di perusahaan baru. Namun, pada kenyataannya ada juga mantan karyawan yang kembali bekerja di per­usahaan lamanya.

Ada beberapa pertimbang­an yang mendasari mengapa mantan karyawan dipekerja­kan kembali. Pertimbangan umum, biasanya mantan kar­yawan itu telah memahami dasar-dasar bisnis sehingga tidak memerlukan banyak pelatihan daripada mene­rima karyawan yang sama sekali baru. Selain itu mantan karyawan pun mengenal lingkungan kerja dengan baik, baik para pekerjanya, suasananya, sistem kerja, dll. Dan ini memudahkan adap­tasi dan sosialisasi yang di­perlukan dalam dunia kerja.

Tapi tentu saja, pertim­bangan tersebut tidaklah cukup. Banyak hal terkait yang perlu diperhatikan. Karena memperkerjakan mantan karyawan terkadang memang bisa berhasil tetapi juga bisa gagal. Nah jika Anda berwenang dalam penerima­an karyawan, pertimbangkan masak-masak sebelum mene­rima mantan karyawan. Ahli karir Phil Marquist mengan­jurkan Anda untuk memper­timbangkan hal-hal berikut, sebelum menerimanya:

Evaluasi hubungan Anda dengan mantan karyawan

Periksa kembali secara jujur dan teliti pengalaman Anda terdahulu dengan man­tan karyawan itu. Periksalah kertas evaluasi kerja, keluh­an-keluhan dan catatan kedisiplinannya. Ingatlah baik-baik bagaimana usaha Anda untuk meningkatkan produktifitasnya, dan bagai­mana hasilnya. Lihat kembali bagaimana situasi dan kondi­si kerja saat ia meninggalkan perusahaan Anda. Apakah saat itu bagian yang menjadi tanggung jawabnya sedang menampakkan kemajuan, penurunan atau sama saja?

Cari tahu bagaimana hu­bungannya dengan karya­wan lain

Ajukan pertanyaan pada karyawan yang pernah beker­ja sama dengannya. Mereka bisa mengingatkan Anda pada persoalan-persoalan yang mungkin sudah Anda lupakan. Anda pun akan mengetahui apakah man­tan karyawan Anda akan disambut dengan tangan terbuka oleh lingkungan atau tidak. Jika mereka keberatan si mantan masuk kembali dalam lingkungannya, jangan abaikan, pertimbangkan se­kali lagi. Karena toh sangat tidak kondusif mempekerja­kan orang yang pernah ber­masalah dan tidak diterima dengan baik oleh lingkungan­nya bukan?

Periksa secara obyektif prestasi mantan karyawan

Pertimbangkan bagai­mana prestasinya di masa lalu. Apakah ia tergolong karyawan yang kompeten, biasa-biasa saja atau berki­nerja buruk. Jika menyadari bahwa kinerjanya buruk ra­sanya sangat tepat jika Anda tidak menerimanya kem­bali. Bersikaplah obyektif, jangan pernah berpikir untuk menerimanya kembali hanya karena kasihan atau pertim­bangan subyektif lainnya.

Rekomendasi dari pihak lain

Selain mengkonsultasikan dengan rekan-rekan kantor, konsultasikan dengan pihak lain yang pernah berhubung­an langsung dengannya. Misalnya pelanggan, suplier, klien, dll. Tentukan pula apa­kah reaksi mereka positif atau negatif.

Periksa kembali referensi dari perusahaannya seka­rang atau yang terdahulu

Bagaimana pun peng­alaman Anda dengan mantan karyawan Anda jangan terbi­askan oleh pendapat orang lain. Pendapat orang lain se­mestinya memperkaya pen­dapat Anda. Amati apakah perusahaan yang sekarang atau pernah mempekerjakan mantan karyawan tersebut memberikan tanggapan dan puas dengan hasil kerjanya? Atau malah mengalami kega­galan?

Apakah Anda memang membutuhkannya?

Pertimbangkan apakah saat ini perusahaan memang sedang membutuhkan pe­nambahan karyawan atau sebaliknya? Apakah pene­rimaan karyawan hanya ber­sifat temporer atau tetap? dan pertimbangkan juga budget perusahaan sebelum meneri­ma mantan karyawan.

Nah jika saat ini mantan karyawan mengajukan lama­ran, maka pertimbangkan sekali lagi seluruh hal-hal di atas. Apakah mantan karya­wan Anda pantas mendapat kesempatan yang kedua se­bagai karyawan tetap Anda? Temukan jawaban yang pas sebelum memutuskan. Dan jangan sampai penerimaan mantan karyawan hanya akan menimbulkan penyesalan.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment