Koran Jakarta | July 22 2018
No Comments

Menepis Perundungan dengan Berprestasi di Sekolah

Menepis Perundungan dengan Berprestasi di Sekolah
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : A Love Song From Bunaken

Penulis : Marthino Andries

Penerbit : Bhuana Sastra

Cetakan I : Maret 2018

ISBN : 978-602-455-375-3

Tebal : 180 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Beberapa tahun terakhir, televisi dan media sosial marak memberitakan aksi perundungan (bullying). Kata perundungan belum populer di telinga masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perundungan berarti proses, cara, perbuatan merundung. Ini dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi yang lebih lemah.

Aksi perundungan dapat terjadi di mana saja seperti sekolah. Berbagai kegiatan dan kampanye stop bullying dilakukan komunitas dan aktivitis untuk memberantas.   Buku A Love Song From Bunaken berkisah tentang seorang siswa bernama Adrianus Dion yang sering alami perundungan. Siswa SMA di Jakarta yang baru pindah dari Manado ini asli Pulau Bunaken.

Pemuda polos ini sering di-bully karena berperangai berbeda. Dia dipanggil “Si Bopung” alias bocah kampung atau  “Tarzan” disebabkan perilakunya masih terbawa kebiasaan daerah asal. Komunikasi Adri juga sering menimbulkan perselisihan dengan teman-temannya. Dessy dan Arjun yang paling sering melakukan aksi perundungan, baik secara verbal maupun tindakan.

Namun, Ardi tidak pernah membalas. Adri tetap konsentrasi belajar. Adri membalas aksi perundungan dengan prestasi. Malahan dia membimbing Dessy untuk belajar berenang. Pada saat Dessy hampir tenggelam, Adri secara spontan menolong. Semenjak kejadian tersebut hubungan keduanya membaik, tidak lagi saling bermusuhan.

Dessy banyak belajar dari kedewasaan Adri dan perilakunya yang sopan. Namun kedekatan Dessy dan Adri tidak berlangsung lama karena ada salah paham. Adri sangat kecewa, hingga memilih meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halaman.

Kisah Dessy dan Adri berlanjut tujuh tahun kemudian yang dipertemukan dalam audisi ajang pencarian bakat di Manado. Dessy, yang menjadi juri, langsung mengenali peserta yang bernama Dion sebagai Adri, teman SMA-nya dulu. Adri dan Dessy menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi pada masa lalu. Dengan nasihat ibunya, Adri menerima permintaan maaf Dessy atas kesalahan masa lalu. “Ketika musuh menampar pipi kirimu, apakah kamu berhak untuk balik menamparnya” (hal 135)?

Novel bergenre romance comedy  ini merupakan kisah ringan seputar remaja dan dinamikanya. Kisah cinta, pencarian jati diri, cita-cita hingga aksi perundungan yang kerap terjadi di masa sekolah dibahas mendalam. Aksi perundungan menjadi topik utama. Ilustrasi mewakili isi cerita menambah daya tarik. Novel ini bermaksud memberi pesan moral tentang upaya mengatasi aksi perundungan di sekolah.

Bullying tidak harus dibalas dengan tindakan sama. Dengan bersikap positif dan selalu berbuat baik kepada semua orang, lambat laun mengurangi perundungan. Guru juga berperan penting menangani aksi perundungan. Contoh, dengan mempertemukan secara langsung Dessy dan Adri dalam pelajaran berenang.

Cerita seputar Pulau Bunaken dengan keindahan taman lautnya menambah warna tulisan. Ada pesan agar pembaca senantiasa menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken yang menjadi habitat spesies terumbu karang, ikan, moluska, reptil, dan mamalia laut. 

 

Diresensi Siti Nuryanti, S1 Ekonomi , Universitas Jenderal Soedirman

 

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment