Meneliti Strategi untuk Memperlambat Kanker Otak Primer | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments

Meneliti Strategi untuk Memperlambat Kanker Otak Primer

Meneliti Strategi untuk Memperlambat Kanker Otak Primer

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

 

Para peneliti berharap bahwa strategi baru bisa muncul untuk memperlambat per­tumbuhan dan kambuhnya kanker otak primer yang paling umum pada orang dewasa, yakni glioblastoma.

Penelitian yang dipimpin Rumah Sakit St Michael Toronto dan Rumah Sakit untuk Anak menunjukkan protein ID1 sangat penting untuk inisiasi dan pertumbuhan tumor dan juga berdampak pada respons penyakit terhadap kemoterapi.

ID1 adalah protein yang mem­buat gen lain tidak diaktifkan atau ditekan dengan mengikat aktivator atau inhibitornya. Dalam karya ini, para ilmuwan menemukan bahwa ID1 membantu menjaga sel induk kanker di glioblastoma, membuat mereka kurang rentan terhadap pengobatan.

“Bidang ini telah mendalilkan se­lama bertahun-tahun bahwa sel-sel induk kanker adalah populasi kecil di dalam tumor tetapi kritis karena mereka memediasi resistensi peng­obatan dan resistensi kanker,” kata Dr Sonia Labatt di Pusat Penelitian Tumor Otak di rumah sakit untuk anak SickKids. “Kami sekarang telah menemukan bukti spekulasi itu,” kata Labatt.

Para peneliti menemukan bahwa ketika mereka “mematikan” protein ID1 dalam model laboratorium dan sel manusia menggunakan teknologi CRISPR atau obat yang secara tradisional digunakan untuk mengobati psikosis dan sindrom Tourette - pimozide - tumor glioblastoma melambat. Tim juga menemukan bahwa mematikan protein sama sekali membantu tumor menjadi kurang tahan terhadap kemoterapi.

Glioblastoma adalah bentuk kanker otak yang agresif, mewakili 15 persen dari semua tumor otak primer, dan seringkali sulit diobati. Terapi umumnya melibatkan kom­binasi beberapa pendekatan untuk mengendalikan penyakit, tetapi saat ini tidak ada obatnya. Diagnosis mendiang penyanyi Tragically Hip Gord Downie dan Senator AS John McCain telah meningkatkan profil glioblastoma dalam beberapa tahun terakhir.

“Tingkat kelangsungan hidup rata-rata untuk glioblastoma adalah kurang dari dua tahun dan kami sayangnya tidak memiliki terlalu banyak pilihan untuk menawarkan pasien dengan kasus ini,” kata Dr. Das, yang juga ahli bedah saraf di St. Michael’s.

Dalam permodelan di laboratorium, para peneliti menemukan bahwa menghambat ID1 memperlambat perkembangan tumor pada glioblastoma, adenocarcinoma payudara, dan melanoma. Dalam jaringan manusia, mereka menemukan bahwa protein menyebabkan sel lebih resisten terhadap pengobatan kemoterapi pada glioblastoma.

Mematikan protein ini menggu­nakan obat pimozide meningkatkan kelangsungan hidup secara keselu­ruhan dan menyebabkan tumor glioblastoma lebih jarang muncul, berkembang lebih sedikit dan tum­buh lebih lambat.

“Menargetkan protein dengan obat dapat menyajikan strategi baru dan berpotensi menjanjikan untuk pasien dengan glioblastoma,” kata Dr. Das.

Langkah selanjutnya untuk pe­nelitian ini menurut Das adalah untuk melihat pengembangan obat penghambat baru untuk ID1 dan memulai percobaan untuk memasti­kan target efektif. nik/berbagai sumber/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment