Mendisiplinkan Anak dengan Memahami Karakternya | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Mendisiplinkan Anak dengan Memahami Karakternya

Mendisiplinkan Anak dengan Memahami Karakternya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Gentle Discipline
Penulis : Sarah Ockwell-Smith
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : I, September 2019
Tebal : xxxii + 320 halaman
ISBN : 978-602-291-622-2

“Banyak orang tua belum bisa memahami perilaku anaknya.” Ungkapan ini coba diajukan Sarah Ockwell-Smith. Seorang sarjana psikologi dari Inggris yang telah sukses mendidik dan membesarkan empat anaknya ini sengaja dikontrak untuk menulis buku khusus tentang pengasuhan anak. Motivasi Sarah menulis buku ingin berbagi tip kepada para orang tua cara memperlakukan dan mendidik anak sesuai dengan perkembangan psikologi. Mayoritas orang tua bingung cara mendidik dan menumbuhkan kedisiplinan anak-anak.

Saat menghadapi perilaku buruk anak, banyak orang tua langsung melompat ke tahap “memperbaiki”. Mereka tak memikirkan motif dan sebab perilaku anak yang berubah dari balita sampai remaja, tergantung pada pemicunya. Tugas orang tua memahami pemicunya dari keluarga atau lingkungan. Tidak realistis jika orang tua mengharapkan, apalagi memaksa anak berperilaku seperti orang dewasa seperti suka membantah, mengumpat, dan berbohong. Perilaku buruk anak ini sebenarnya timbul karena kesalahan cara berkomunikasi antara orang tua dan anak, sehingga tertekan (hal 160).

Orang tua harus memperhatikan cara berkomunikasi dengan buah hatinya. Kebanyakan orang tua ingin memegang kendali. Dia kurang mempedulikan kenyamanan, perasaan dan keadaan hati anak saat menasihati. Sikap semacam inilah pemicu anak kurang respek pada orang tua karena tidak pernah menghormati anak.

Ketidakseimbangan kuasa dan kurangnya kebebasan anak inilah membuat tertekan, tidak didengarkan, dan marah. Hasilnya, anak berusaha keras mencari kendali dengan cara apa pun seperti berteriak, merengek, melakukan kekerasan, membantah, dan mengumpat (hal 14-15).

Mendidik anak tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Orang tua dituntut untuk tidak terlalu tergesa-gesa. Anak adalah peniru ulung. Tidak peduli perilaku anak, orang tua harus selalu bertanya dalam hati, “Apakah mereka meniru saya atau perilaku orang lain yang mereka tiru.” Sangat penting bagi orang tua untuk mendisiplinkan anak dengan cara yang tenang dan penuh hormat sepanjang waktu. Sebab mendisiplinkan anak tentang diri sendiri.

Buku juga menyajikan beragam informasi praktis dari sudut pandang perilaku orang tua yang salah diterapkan pada anak. Buku membantu pembaca khususnya orang tua agar bisa introspeksi diri dari kesalahan gaya mendidik kedisiplinan anak-anaknya. Di antaranya, terlalu cepat menyalahkan anak adalah bentuk kesalahan pendisiplinan yang umum dilakukan orang tua, namun tidak disadari. Buku mengingatkan, mendidik dan menumbuhkan disiplin anak butuh kerendahan hati dan kesabaran.

Buku disusun dengan sistematika yang praktis. Para pembaca tak perlu repot membaca keseluruhan isinya. Mereka bisa langsung menuju bab yang relevan sesuai dengan info yang dibutuhkan. Buku dibuat sesuai dengan isu perilaku anak yang sering dihadapi orang tua seperti menangani kebohongan, suka mengumpat, rendah diri dan kurang percaya.

Selain sarat motivasi dan inspirasi, buku memuat bahan yang perlu dijadikan introspeksi orang tua dalam mengenal perilaku anak-anak. Buku juga bisa menjadi bekal informasi bagi pembaca yang belum memiliki anak agar dapat mempersiapkan dan memperbaiki kepribadian diri sebelum menjadi seorang pendidik yang baik. 

Diresensi Muhammad Elkhasany, Seorang Guru

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment