Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Teguh B Ariwibowo, Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id

Mendengar dan Beradaptasi

Mendengar dan Beradaptasi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pengusaha startup digital ini meyakini bahwa nasabah mikro, kecil, menengah dan perseorangan haruslah maju berkembang melalui kemudahan akses terhadap modal.

Kiprah Teguh B Ariwibowo pada perusahaan rintisan atau startup tak tanggung-tanggung. Dia benar- benar intens daan fokus hingga akhirnya tampil bisnis Pinjam.co.id, sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan pinjaman yang mudah dan terjangkau bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan perorangan dengan mengembangkan platform digital dan membuka akses keuangan melalui mitra pinjam.

Pinjam.co.id melayani nasabah melalui produk gadai dalam jaringan (online) dan pinjaman usaha. Hingga saat ini layanan Pinjam.co.id telah memiliki anggota lebih dari 30 ribu orang dan membantu lebih dari 2.000 pelanggan pada tahun 2016.

Selain sibuk mengembangkan Pinjam.co.id, Teguh juga aktif menginisiasi komunitas Indonesia Fintech Forum, sebuah komunitas yang bertujuan mengembangkan ekosistem FinTech di Indonesia. Selain itu Teguh juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Start Up Indonesia (Amvesindo).

Pria kelahiran Malang 5 Desember 1989 ini telah masuk ke dalam daftar The 30 Under 30 Asia: Finance & Venture Capital yang dirilis oleh Forbes Asia.

Teguh B. Ariwibowo juga dinobatkan sebagai Top Fintech Asia 100 Leaders oleh NextMoney dan Top 63 Fintech Influencer in Asia. Teguh tumbuh di tengah keluarga wirausaha dan memulai usahanya sendiri saat masih duduk di bangkukuliah Universitas Airlangga Surabaya. Sebelum memulai Pinjam.co.id, Teguh membuka bisnis dengan nama Voila, sebuah perusahaan aktivasi merek secara terintegrasi. Pada tahun 2013, Teguh yang berposisi sebagai founder dan direktur Voila mulai dikenal publik setelah mendapat penghargaan sebagai Most Promising Entrepreneur of the Year in Asia Pacific olehEntreprise Asia.

Pinjam.co.id didirikan Teguh dengan membawa visi Empowering Business, yakni semua nasabah usaha mikro, kecil, menengah, dan perseorangan haruslah maju berkembang dengan adanya kemudahan akses terhadap modal dan sejalan dengan misi sosial terkait kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Mengembangkan Kemudahan

Ketertarikannya terjun mengembangkan startup digital berawal dari banyaknya kemudahan yang kini ditawarkan kemajuan teknologi bagi aktivitas masyarakat yangkian padat. Kemudahan-kemudahan itu lah yang dikembangkan sebagai layanan jasa keuangan.

“Karena selama ini banyak kendala untuk mengakses layanan jasa keuangan, misalnya sedikitnya toko fisik di sekitar masyarakat atau kesibukan yang menghalangi. Dengan membawa platform teknologi pada jasa keuangan, kami berharap kemudahan akan didapatkan oleh masyarakat,” terang dia.

Tercetusnya ide Pinjam. co.id bermula dari masalah pribadi Teguh sebagai wirausaha muda pemula terkait pengelolaan arus kas (cashflow). Selain itu, pengalamannya berkunjung ke Pasar Beringharjo Yogyakarta. “Di Beringharjo saya melihat ada praktik pinjam-meminjam. Pedagang yang membutuhkan modal untuk berjualan harus meminjam ke tengkulak pada pagi hari, katakanlan 100 ribu, lalu sorenya mengembalikan sebesar 110 ribu. Saya miris, karena pinjam uang selama 12 jam harus bayar bunga 10 persen,” tuturnya. Padahal, jika uang 10 ribu itu dikumpulkan bisa meningkatkan taraf hidup pedagang. Paling tidak, beban bunga pinjaman kepadatengkulak bisa untuk beli perlengkapan sekolah atau meningkatkan kualitas gizi rumah tangga. “Saya akhirnya Tanya kepada pedagang itu, kok mau pinjam uang dengan cara seperti itu? Jawabannya singkat, saat dibutuhkan tengkulaknya ada dan transaksinya mudah, no hustle,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, timbul niat Teguh untuk bisa membantu masyarakat yang punya kesulitan semacam itu. “Mereka ibaratnya visible tapi non bankable makanya sasaran utama Pinjam.co.id adalah membuka akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat yang selama ini belum dan tidak mendapatkan akses ke layanan keuangan formal (unserved market),” kata dia.

Untuk itu, Pinjam.co.id menawarkan produknya berupa gadai online atau nasabah dapat melakukan gadai hanya bermodalkan koneksi internet dari smartphone dan laptop. “Kemudahan seperti ini yang kami terapkan di bisnis kami.

Untuk pemilihan IT bisnis, bisnis berbasis teknologi ini kami kembangkan karena kami melihat pembangunan infrastruktur teknologi akan terus dilaksanakan sehingga ada potensi pengguna teknologi juga akan meningkat kedepannya,” jelasnya. Selain tarif biaya pinjaman yang ringan dengan jangka waktu yang dapat ditentukan sendiri sesuai kebutuhan pelanggan, Teguh juga memberi kemudahan lain berupa layanan antar-jemput.

“Barang jaminan akan kami jemput dan antar kembali oleh kurir kami, orang tidak perlu meninggalkan pekerjaannya. Seseorang juga dapat mengantar baragnta ke kantor pelayanan kami atau mitra operator yang telah ditunjuk resmi untuk bertransaksi langsung dan menemui juru taksir,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia di antaranya infrastruktur keuangan yang belum memadai sehingga dibutuhkan produk yang sesuai, budaya penggunaan uang tunai, edukasi serta regulasi.

Bagi Teguh, kunci perkembangan usaha adalah keinginan mendengar dan beradaptasi. Sebagai alternatif solusi di masyarakat, seorang enterpreneur dituntut terus berusaha untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat dan terbuka dengan inovasiinovasi baru untuk produk kami. “Melalui konsep kemitraan yang kami punya, mitra dapat menjadi sharing platforms atau satu jaringan kemitraan dapat membuka jaringan mitra-mitra lainnya.

Setiap mitra punya potensi untuk menjadi agent of change untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia, baik menjadi penyalur pinjaman bagi masyarakat maupun sebagai edukator, konsep kemitraan diharapkan mampu membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat,” papar dia. selocahyo/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment