Koran Jakarta | October 19 2017
No Comments

Mencerdaskan Siswa dengan Pembelajaran Motorik

Mencerdaskan Siswa dengan Pembelajaran Motorik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Panduan Mengembangkan Kecerdasan Motorik Siswa

Penulis : Richard Decaprio

Penerbit : Diva Press

Terbit : September 2017

Tebal : 289 Halaman

ISBN : 978-602-391-436-4

Banyak guru belum memahami aplikasi pembelajaran motorik (PM) siswa. Bahkan, konsep dan manfaatnya juga belum dipahami. Buku ini menggambarkan secara detail PM. Pada tahap awal, guru harus memahami konsep. Secara sederhana, PM diartikan sebagai proses pembelajaran keahlian gerakan yang menyelaraskan kecerdasan. Keduanya harus diimbangkan untuk menjaga siswa cepat menjalankan tugas.

Dengan demikian, PM merupakan proses pembentukan sistematika kognitif tentang gerakan siswa. Kegiatan ini kemudian diaplikasikan dalam psikomotor mulai dari tingkat keterampilan sederhana hingga kompleks sebagaimana gambaran fisiologis yang dapat membentuk aspek psikologi untuk mencapai otomatisasi gerak.

PM buat siswa sebagai pembelajaran yang menekankan praktik secara langsung di lapangan. PM menuntut setiap siswa mampu mengaplikasikan teori dam konsep pelajaran. Tanpa PM, penguasaan materi pelajaran hanya di otak, tanpa tecermin dalam perilaku nyata.

Dengan adanya pembelajaran tidak hanya sebatas teori, membuat siswa memiliki sifat mandiri dan berdikari. Siswa yang mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi, tanpa harus bergantung pada orang sekitar. Sebab, PM sekolah mencakup kemampuan yang mencakup keterampilan fiksi dalam mengerjakan ataupun menyelesaikan sesuatu, sehingga bisa menyelesaikan masalah (halaman 67).

Mewujudkan PM sekolah, guru harus memenuhi beberapa pokok. Unsur utamanya kekuatan, kecepatan, power, ketahanan, kelincahan, keseimbangan, fleksibilitas dan koordinasi. Semua unsur utama harus diperhatikan, tidak boleh ditinggalkan salah satu.

Unsur kekuatan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja, sebab dalam PM diperlukan kekuatan. Sebab dia berhubungan erat dengan kerja otot, sehingga muncul gerakan tubuh atau bagian-bagian tubuh. Unsur ini akan membuat peserta didik menjadi anak tangkas, bertenaga, dan cekatan. Dengan kekuatan ini, siswa akan menerjang segala hambatan dalam menyelesaikan kegiatan atau pekerjaan.

Unsur kekuatan sangat berkaitan dengan ketahanan yang menjadikan siswa mampu meneruskan gerakan dalam suatu situasi. Keseimbangan dalam unsur-unsur PM harus diperhatikan. Dia merupakan interaksi yang kompleks dari integrasi/interaksi sistem sensorik (vestibular, visual, dan somatosensorik, termasuk proprioceptor) dan musculoskeletal (otot, sendi, dan jaringan lunak lain) yang dimodifikasi/diatur dalam otak (kontrol motorik, sensoris, basal ganglia, cerebellum, dan area asosial). Ini sebagai respons terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal PM.

Harus diingat dalam mewujudkan PM, siswa dapat menjaga keseimbangannya atas dasar pengaruh beberapa factor. Di antaranya, usia, motivasi, kognisi, lingkungan, dan kelelahan. Dengan demikian, dalam setiap PM, guru harus memperhatikan faktor-faktor tersebut agar tidak salah paham membaca dan memberi penilaian mengenai keseimbangan keterampilan motorik para siswa (halaman 159).

Selain menunjukkan PM, buku menjelaskan dalam pembelajaran apa pun harus menyenangkan karena dapat mempermudah siswa menangkap pelajaran. 

Diresensi Hudha Shokhib Mamun, Mahasiswa Garawiksa Yogyakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment