Menanti Kejutan di Harbolnas 12:12 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments

Menanti Kejutan di Harbolnas 12:12

Menanti Kejutan di Harbolnas 12:12

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pesta belanja daring akhir tahun menjadi iven yang paling dinanti konsumen. Mereka menilai momen ini menawarkan harga cocok, produk berkualitas dan beragam.

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember atau kemudian dikenal dengan 12:12 menjadi ajang pesta belanja daring terbesar di Indonesia mengalahkan 10:10 dan 11:11. Pada 2018 saja menurut riset Nielsen nilai transaksinya mencapai 6,8 triliun rupiah.

Berdasarkan data Criteo, penjualan retail online pada 10.10 tahun lalu meningkat 106 persen dibandingkan hari biasa. Lalu pada gelaran 11.11 melejit 174 persen dan saat 12.12 melesat hingga 389 persen. Sementara pada 2019, penjualan ritel daring pada 10.10 naik 110 persen, lalu pada 11.11 hanya meningkat 170 persen dari hari biasa.

Harbolnas 12:12 yang diinisiasi oleh para pemain lokal dinilai populer berkaitan dengan libur akhir tahun. “Dibandingkan dengan musim belanja lain, penjualan ritel pada 12.12 tumbuh dengan masif setiap tahun,” kata Senior Account Strategist Criteo Asia Tenggara, Taiwan, dan Hongkong, Leonardo McCarl, di Jakarta.

Menurut Criteo, platform iklan untuk jaringan internet penjualan ritel pada Harbolnas 12.12 tumbuh secara masif setiap tahun meski banyak yang menyebut ekonomi mengalami kelesuan. Pada Harbolnas 12.12 pada 2018, terjadi peningkatan sebesar 389 persen dalam penjualan ritel online dan 148 persen peningkatan jumlah pengunjung online, dibandingkan 2017.

Peningkatan pada belanja 12:12 2018 terjadi pada pada tengah hari dan malam hari antara pukul 21.00 hingga 23.00 tentu saja pada 12 Desember. Criteo mengungkapkan 12.12 menghasilkan tingkat konversi tertinggi, dengan peningkatan yang mencapai angka 94 persen dibandingkan momen belanja daring yang lain.

Apa yang membuat konsumen tertertik untuk berbelanja pada momen itu? Menurut Criteo dalam survei berjudul “Why We Buy,” alasan utama konsumen membeli adalah kecocokan harga dengan kualitas barang, serta keberagaman jenis produk yang ditawarkan.

Menurut McCarl, alasan konsumen tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan para pemain ritel dalam memberikan hal baru kepada konsumen sehingga mereka dapat tampil menonjol di antara banyaknya penawaran potongan harga di pasaran.

“Peritel menawarkan hal baru dan memperluas jangkauan audiens periklanan online mereka untuk menarik pelangganpelanggan baru,” terangnya.

McCarl memprediksi Harbolnas 12.12 pada 2019 ini diperkirakan jumlah transaksinya akan meningkat hingga lima kali lipat dibanding hari biasa. Diperkirakan kunjungan ke situs ritel daring bisa meningkat sampai 2,5 kali lipat.

“Peritel perlu memikirkan cara unik dan berbeda dalam berinteraksi dengan pelanggan guna meningkatkan penjualan. Mereka perlu memanfaatkan kekuatan data dengan mengidentifikasi kategori penjualan tertinggi antarproduk,” ujar McCarl.

Sementara Performance Advertising Associate Manager Blibli.com, Sandy L Kusuma mengatakan dibandingkan 10:10 dan 11:11, momen 12:12 lebih ditunggu oleh konsumen. Konsumen lebih familiar dengan Harbolnas. Jadi mereka menunggu momen ini untuk berbelanja” ujar dia.

Sandy mengatakan pada situs perdagangan elektronik Blibli.com, produk yang paling diminati pada 12:12 berupa groceries atau kebutuhan rumah tangga (groceries) dengan porsi penjualannya bahkan mencapai 50 persen.

Pada Harbolnas 12:12 tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan penjualan mencapai di atas 50 persen dari hari biasanya. Promo yang diberikan pelaku e-dagang itu bakal lebih besar pada Harbolnas dibanding saat pesta diskon 10.10 dan 11.11.

McCarl menambahkan, sebagai platform iklan daring, penjual dapat memanfaatkan Criteo Shopper Graph, untuk memastikan ketepatan penargetan di berbagai perangkat dan di ranah online maupun offline. Dengan demikian penjual mampu memahami pelanggan dengan lebih baik dan mampu memperkuat upaya pemasarannya masing- masing.

Criteo Shopper Graph bahkan mampu membuat situs belanja menjadi unik dan terlihat berbeda. Caranya dengan memanfaatkan kekuatan data melalui identifikasi kategori penjualan tertinggi di antara jutaan produk, prediksi perilaku berbelanja, dan perpaduan antara data belanja online dan offline. hay/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment