Koran Jakarta | May 23 2017
No Comments

Menangkis Mitos Seputar Melamar Pekerjaan

Menangkis Mitos Seputar Melamar Pekerjaan

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, saya fresh graduate yang sedang bersiap memasuki dunia kerja. Banyak orang yang bilang bahwa kita harus bekerja sesuai passion dan menyukai bidang kerja kita. Masalahnya bu, sampai saat ini saya masih bingung apa sebenarnya passion saya. Tolong saya Bu. Ino, Jakarta

Jawaban :

Memang banyak mitos seputar melamar pekerjaan. Mari kita bahas satu per satu.

Mitos 1: Kamu harus tahu apa yang sebenarnya passion kamu semenjak lulus kuliah.

Jika kamu tidak mengetahui ingin menjadi apa setelah lulus kuliah, tenang saja jangan panik karena kamu tidak sendiri. Kecuali, kamu kuliah dengan mengambil jurusan yang berprofesi di bidang industri spesialis, kamu tidak diharuskan untuk tahu pasti apa yang akan kamu kerjakan saat telah lulus nanti.

Jadi, kamu harus mulai dari mana? Mulailah dari menganalisa apa saja strength kamu dan dari sanalah kamu bisa menemukan profesi dan pekerjaan apa yang paling cocok. Contohnya, apakah lebih menyenangi bekerja dalam tim atau bekerja individu? Apakah kamu lebih suka tampil di depan banyak orang atau memilih untuk di belakang layar saja?

Analisis juga pelajaran apa saja yang paling kamu sukai saat kuliah dan apakah kamu pernah bekerja sebelumnya. Dari kedua hal tersebut, kamu bisa membuat daftar apa saja yang kamu kuasai dan senangi. Dengan membuat daftar tersebut, kamu bisa menganalisis apa saja kekuatanmu dan kesukaanmu sehingga bisa menentukan jenis profesi yang cocok untuk masa depanmu nanti.

Mitos 2: Kamu harus menemukan pekerjaan yang menyenangkan.

Beberapa orang pasti akan menyarankan bahwa kamu harus bisa untuk mendapatkan pekerjaan yang memberikan kenyamanan. Namun, ketika kamu masih bingung akan bekerja sebagai apa, bagaimana kamu bisa mendapatkan kenyamanan dari pekerjaanmu tersebut?

Sebagai seorang fresh graduate, kamu itu ibarat sebagai seorang bayi dalam dunia karier. Jadi mulailah dari hal terkecil dulu, yakni memikirkan tujuan jangka pendek. Kamu bisa menetapkan tujuan jangka pendekmu dengan memikirkan mau jadi apa dan apa yang kamu butuhkan dalam waktu dekat. Contohnya, membeli rumah dengan uangmu sendiri atau tinggal di daerah yang dekat dengan kantor. Selanjutnya, kamu bisa mulai memikirkan tujuan jangka panjang dengan merencanakan apa yang ingin kamu capai dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan – bidang apa yang ingin kamu kembangkan dan posisi karier apa yang harus kamu raih?

Jadi, walaupun pekerjaan pertamamu bukanlah pekerjaan yang kamu cita-citakan, kamu tidak perlu bersedih dan patah semangat. Jadikan pekerjaan pertamamu tersebut sebagai penyeimbang tujuan jangka pendek dan jangka panjangmu sehingga kamu mudah menentukan profesi karier di masa depan.

Mitos 3: Kamu harus mahir di bidang yang kamu lamar.

Dalam hal job hunting, kamu harus tahu bahwa perusahaan umumnya menginginkan karyawan yang bisa membuktikan bahwa mereka memang mau pekerjaan tersebut dan memang mempunyai kemampuan di bidang tersebut – namun bukan berarti kamu harus mempunyai pengalaman bekerja di bidang yang sama. Apakah saat menyusun skripsimu kamu sangat fokus dalam mengolah data? Jika iya, kamu bisa melamar sebagai analis atau peneliti. Ingat, kamu telah belajar selama kurang lebih empat tahun di universitas, jadi ini saatnya kamu untuk mempraktikkan kemampuanmu tersebut.

Mitos 4: Kamu tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan karena selalu ditolak terus oleh perusahaan. Job hunting memang kompetisi yang sengit dan berat.

Jadi, salah satu cara untuk memenangkan pencarian pekerjaan adalah menganggap mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan. Buatlah struktur dan tetap tujuanmu per minggu – ini akan sangat memudahkanmu dalam mengelola waktu agar lebih efektif.

Satu hal lainnya yang perlu diingat adalah mendapatkan pekerjaan membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga pastikan kamu mempelajari alur pola rekrutmen dari setiap lamaran pekerjaan yang kamu kirim. Pelajari di mana kesalahan yang kamu buat sehingga gagal dipanggil wawancara sehingga saat melamar pekerjaan lain, kamu bisa menghindari kesalahan tersebut.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment