Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments
Pesta Kesenian Bali 2019

Memuliakan Sumber Daya Angin

Memuliakan Sumber Daya Angin

Foto : dok Pesta Kesenian Bali 2019
A   A   A   Pengaturan Font

Sebanyak 38 lomba seni turut memeriahkan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, dari 15 Juni-13 Juli 2019 di Taman Budaya, Denpasar.

Kepala Bidang Kes­enian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Bali, Ni Wayan Sulastriani, mengungkap­kan, even PKB tahun ini lebih banyak lomba yang digelar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lomba-lomba seni yang akan digelar selain memang yang sudah rutin diadakan setiap tahun, juga untuk mengimplementasikan se­jumlah Pergub yang diter­bitkan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Adapun sejumlah materi lomba seni, diantara 38 lomba yang telah dirancang dalam PKB yakni lomba gender wayang dan wayang kulit parwa dalang anak-anak, balaganjur remaja, taman penasar, bapang barong dan makendang tunggal, me­lukis anak-anak tingkat SD, membuat instrumen suling, pembuatan kostum tari Bali, pembuatan tapel klasik bali, membuat gebogan buah untuk upacara dewa yadnya, membuat gebogan kreasi dan ngulat tipat,” ujar Sulastriani.

Sedangkan untuk materi lomba PKB terkait bahasa dan aksara Bali, yang baru diantaranya membaca lontar, membaca berita televisi ber­bahasa Bali, poster paribasa Bali dengan aksara Bali, seni lukis baligrafi aksara Bali, dan sejumlah lomba yang masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya seperti mesatua bahasa Bali, pidarta bahasa Bali, nyurat aksara Bali di lon­tar dan sebagainya.

Sulastriani menambahkan, ada pula sejumlah lomba di bidang kuliner yakni lomba membuat jajan laklak, mem­buat jajan cerorot, membuat tum ayam, membuat jukut ares, dan membuat makanan serba ikan.

“Untuk PKB tahun ini akan mengangkat tema Bayu Pra­mana, Memuliakan Sumber Daya Angin, sehingga sejum­lah materi pokok PKB akan menyesuaikan dengan tema yang diangkat,” ujar Sulastriani.  pur/R-1

Kehadiran Teater Tari Yunnan

Duta kesenian yang tergabung dalam teater lagu dan tari dari Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok, akan turut memeri­ahkan PKB di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

“Penampilan kelompok kesenian dari Kota Kunming, Yunnan, dalam PKB tahun ini merupakan tindak lanjut undangan dari Pemprov Bali serta koordinasi dukungan pihak Konjen RRT di Den­pasar,” kata Konjen RRT Gou Haodong, di Denpasar.

Provinsi Yunnan dan Pro­vinsi Bali, lanjut dia, sebelum­nya telah mempunyai hubung­an “Sister Province”.

“Lokasi geografis di Yunnan yang unggul, telah melahir­kan tradisi dan budaya yang unik dan berwarna-warni. Pada PKB tahun ini, kelom­pok kesenian tersebut akan membawakan lagu, tarian, dan pertunjukan alat musik khas yang berasal dari berbagai ke­lompok etnik Tiongkok, seperti etnis Dai, Wa, Yi, dan seba­gainya,” ucapnya.

Mereka akan tampil me­meriahkan PKB pada Senin (17/6), mulai pukul 19.30 WITA di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Pertunjukan itu dapat disaksi­kan secara gratis oleh pengun­jung yang datang ke Taman Budaya di Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali.

Kelompok kesenian yang akan tampil tersebut memi­liki sejumlah besar tim pen­cipta seni yang luar biasa dan seniman terkenal yang telah lama aktif di berbagai pang­gung nasional dan provinsi setempat.

Teater tersebut, kata dia, dengan gaya etnisnya yang unik, karakteristik lokalnya yang khas, serta keterampilan seniman yang hebat telah memperoleh banyak peng­hargaan dalam kompetisi tari nasional.

“Kelompok seni dari teater itu, juga telah melakukan pertukaran budaya di hampir 40 negara dan wilayah, serta mengadakan pertunjukan khusus untuk para pemimpin Tiongkok dan kepala negara lainnya di dunia,” ucapnya.

PKB ke-41 ini, selain dime­riahkan duta kesenian asing dari Tiongkok, ada juga dua kesenian dari sejumlah negara lainnya, seperti AS, Jepang, India, dan Korea.  pur/R-1

Bakal Dilepas Presiden

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melepas pawai PKB ke-41 pada Sabtu (15/6) 2019 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, mulai pukul 14.00 WITA, sekaligus membuka secara resmi pesta seni tahu­nan terbesar tersebut pada malam harinya di Taman Budaya Provinsi Bali.

“Saya sudah bicara detail dengan Presiden pada 17 Mei lalu. Saya minta beliau hadir untuk melepas pawai, seka­ligus membuka PKB. Sampai saat ini beliau terjadwal un­tuk dua-duanya,” kata Wayan Koster.

Terkait kepastian ke­datangan Presiden Jokowi ke Bali, menurut dia, juga tampak dari undangan pihak Protokol Istana Kepresidenan yang meminta pihak Disbud Provinsi Bali untuk hadir ke Jakarta pada Selasa (11/6) guna memaparkan seputar persiapan PKB tersebut.

Ia menambahkan, ke­datangan Presiden ke Bali selain didampingi Ibu Negara Iriana, turut pula anak dan cucu Presiden Jokowi.

Materi pergelaran, pame­ran, workshop, sarasehan, dan lomba juga menerjemah­kan secara fokus dan terinte­grasi tema sentral PKB itu. “Mulai tahun ini, antara tema dan isian acara mesti sinkron dan selaras. Tidak ada lagi tema yang hanya menjadi pemanis saja, sementara isian acara tetap monoton dari ta­hun ke tahun,” katanya.

PKB ke-41, lanjut dia, juga ditandai dengan dibangkit­kannya kembali seni tradisi sebunan berbasis desa adat. Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestar­ian seni tradisi yang hidup di masyarakat sebagai pe­nopang adat, agama, tradisi dan kearifan lokal lainnya.

Sementara itu, Kepala Di­nas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana menam­bahkan, dalam pawai PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali akan diikuti oleh sebanyak 4.370 orang pe­serta yang merupakan duta sembilan kabupaten/kota di Bali, kontingen ISI Denpasar, SMKN 3 Sukawati Gianyar, partisipan luar daerah dan luar negeri (ISBI Tanah Papua, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sume­nep, Jatim, dan partisipasi dari Republik Rakyat Tiong­kok).

Untuk pembukaan PKB pada pukul 20.00 WITA di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Pro­vinsi Bali, juga dimeriahkan dengan Oratorium Tari “Bali Padma Bhuwana” dari ISI Denpasar.

“Selama sebulan pelak­sanaan PKB, total akan ada 220 pergelaran dengan setiap harinya ada sekitar tujuh pergelaran, dimeriahkan 11 duta seni dari luar negeri dan 21 partisipasi kesenian dari berbagai daerah di Nusantara, ada 38 jenis perlombaan, 10 workshop dan sebagainya,” pungkas Adnyana yang juga akademisi ISI Denpasar itu.  pur/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment