Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Memperkuat Kerohanian agar Sukses

Memperkuat Kerohanian agar Sukses
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Kepemimpinan Jalan Langit

Penulis : Abdul Muis Joenaidy

Penerbit : CV Kmo Indonesia

Cetakan : Mei, 2018

Tebal : 276 halaman

ISBN : 978-602-50441-4-4

Berbisnis tak cukup hanya bermodalkan otak pintar, tapi juga memerlukan kecerdasan hati. Hati yang cerdas memungkinkan seseorang untuk menghadapi berbagai kendala secara vertikal dan horizontal. Bisnis tak hanya hubungan antarmanusia, tapi juga melibatkan Tuhan.

Mental bisnis harus ditempa agar siap sukses. Penulis menempa mental bisnis sejak SD. Ia melawan rasa malu menenteng termos es ke sekolah. Ia pun menjadi sales alat pel. Semua itu demi membantu ekonomi keluarga setelah bisnis ayahnya bangkrut. Ia mewarisi keuletan ibunya dalam berwirausaha.

Semua membuatnya pintar dan beride kreatif untuk berbisnis. Namun, sayang kepintarannya itu justru menjadi bumerang bisnisnya, khususnya tahun-tahun awal. Berbagai ide dikeluarkan sehingga gerak perusahaan sangat cepat. Hal ini menjadikan karyawannya kewalahan sehingga setiap ide tidak sampai tuntas dieksekusi. Ide yang seharusnya menghasilkan produk sangat bagus, hasilnya biasa-biasa saja (hal 48).

Hati dan perasaan juga mempengaruhi perjalanan bisnis. Di antara kesalahan yang diakui buku masalah pengelolaan keuangan. Kemudian, salah memaknai ketegasan, salah mempercayai orang, hingga perasaan tidak ikhlas terhadap saingannya. Pengalaman gulung tikar buletin membuat sakit hati. Tanpa sadar, ini menghalangi langkahnya dan sakit-sakitan, meski masih muda.

Kesadaran muncul setelah rekan bisnis menasihatinya. Katanya, dia lebih pantas menjadi pekerja sosial karena tidak memiliki mental baja. Mental baja harus mampu mengendalikan perasaan sendiri sebelum menghadapi saingan (hal 39). Kesadaran salah mengelola bisnis, membuatnya mengambil langkah-langkah perbaikan.

Tak hanya perbaikan sumber daya, sistem dalam perusahaan, tapi juga hubungannya dengan Tuhan. Ia mengetuk pintu langit dengan ibadah dan melaksanakan ikhtiar bumi dengan petunjuk Allah. Dia siap memikul tanggung jawab atas kesalahan masa lalu sebagai pemimpin. Dia memutuskan menjadi pemimpin yang seamless (tidak berjahit), pembelajar, aware, dan memahami konsep waktu. Aware, termasuk terhadap tugas terhadap orang-orang sekitar (hal 107).

Buku ini menyajikan perjalanan Riza Zacharias dalam menjalankan bisnis penerbitan dengan konsep langit. Tak hanya teori bisnis modern, dia juga belajar dari sejarah. Semua pelajaran ditulis dalam buku ini. Pembaca dapat dengan mudah mendapat inspirasi, berikut dengan sumber-sumber referensi.

Sub-sub poin dalam setiap bab memudahkan pembaca menemukan kembali materi yang telah dibacanya ketika dibutuhkan di lain waktu. Buku ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga bersifat subjektif. Namun, buku disajikan secara kronologis agar pembaca mudah menemukan masalah, pembelajaran, dan solusi dari setiap kendala.

Buku ini juga menceritakan perjalanan Syaamil Group hingga menjadi salah satu perusahaan besar saat ini dalam usia 20 tahun. Cerita dari lahir, berjalan, tertatih, jatuh, terbanting, bangkit, dan tumbuh, bahkan pernah hancur lebur. Semua diceritakan apa adanya. Diresensi Sri Lestari, Alumna Bioteknologi Pascasarjana UGM

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment