Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Gerakan Sadar Sehat Hidung

Meminimalisasi Indera Penciuman dari Ancaman Polusi

Meminimalisasi Indera Penciuman dari Ancaman Polusi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kebiasaan dan perilaku hidup sehat telah disadari masyarakat. Contoh perilaku sadar kesehatan tersebut ditunjukkan dengan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari untuk menjaga kesehatan gigi dan kebiasaan membersihkan area telinga menggunakan cotton bud untuk menjaga kesehatan telinga.

Namun, salah satu indra yang sering diabaikan terkait kes­ehatan adalah hidung. Kesa­daran mengenai kesehatan area hidung banyak diabaikan dan tidak mendapatkan perawatan khusus. Padahal, hidung memiliki peran yang sangat penting karena digunakan setiap saat tanpa henti untuk bernapas. Fungsi hidung dapat terganggu pada berbagai kondisi mulai dari polip, rhinosinusitis, rhinitis hingga kanker hidung. Risiko gangguan fungsi hidung ini mengan­cam kesehatan, salah satunya pada pembatik.

“Banyak artikel penelitian menye­butkan asap lilin pada proses membatik itu mengandung akrolein dan produk-produk lain seperti karbon monoksida, hidrogen sianida, hidrogen klorida, formaldehida, nitrit oksida, hidrogen sulfida, dan gas iritan. Ada juga bahan-bahan kimia seperti sodium hidroksida, sodium karbonat, sodium silikat, naftol, soda kaustik dan juga lilin atau malam. Nah, bahan-bahan itu sangat berba­haya terutama bagi kesehatan hidung para pembatik maupun masyarakat di daerah produksi batik. Salah satunya di Dusun Pembatik Bergan,” ujar Cornelia Ancilla.

Berdasarkan bahaya asap batik bagi kesehatan hidung tersebut Cornelia Ancilla atau biasa disapa Lia, salah satu mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran/FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama empat orang temannya dari ber­bagai fakultas lain yaitu Berna­deta Yosefani (mahasiswa Psikologi Fakultas Psikologi UGM), Bintang Wijaya (mahasiswa Teknologi Infor­masi, Fakultas Teknik UGM), Menuk Rizka Alauddina(mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, FTP UGM, dan Urfa Tabtila (maha­siswa Pendidikan Dokter Gigi, FKG UGM) membentuk suatu Program Sadar Sehat Hidung di Dusun Bergan, Wijirejo, Bantul. Program ini merupa­kan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Kemenristekdikti bidang Pengabdian Masyarakat.

Gerakan Sadar Sehat Hidung merupakan rangkaian program untuk menjadikan Dusun Bergan yang merupakan dusun pembatik sebagai pelopor gerakan sadar sehat hidung. Sebagai bagian dari rangkaian pro­gram, tim PKM-M dibawah bimbin­gan Luh Putu Lusy Indrawati (Dosen Fakultas Kedokteran UGM, spesial­is THT), dan Agus Surono (Dosen Fakultas Kedokteran UGM, spesialis THT), ini berhasil mengadakan pelatihan cuci hidung di rumah Tulus, Ketua Dusun Bergan. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Ibu PKK ini dihadiri oleh 25 warga dari Dusun Pembatik Bergan.

Kegiatan pelatihan cuci hidung dia­wali penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan hidung oleh Veby Novri Yendri (Dosen Fakul­tas Kedokteran UGM, resident spesialis THT). Pada sesi ini, masyarakat sangat antusias dan bersemangat menan­yakan beberapa hal terkait kesehatan hidung pada Veby. Kegiatan dilan­jutkan dengan demo cuci hidung yang dilakukan Lia selaku ketua tim ber­sama Menuk. Selanjutnya, masyarakat diperbolehkan mempraktekkan cuci hidung secara langsung dengan dibantu oleh anggota tim beserta Veby menggunakan alat cuci hidung yang didesain sendiri oleh salah satu anggota tim ini. Hampir semua masyarakat ingin men­coba, bagi mereka cuci hidung merupakan hal baru yang unik dan juga bermanfaat.

“Harapannya, kegiatan yang diawali dari Dusun Bergan ini bisa mendapat dukun­gan dari masyar­akat yang lebih luas lagi sehingga semakin ban­yak orang yang sadar akan pent­ingnya keseha­tan hidung,” imbuh Menuk.

Selain cuci hidung, masih ada program-program lainnya yang diusung oleh 5 mahasiswa UGM ini untuk menjadikan Dusun Bergan sebagai dusun pelopor kesehatan hidung. Program lain itu antara lain pengelolaan tanaman herbal untuk kesehatan terutama kesehatan hidung sesuai dengan potensi dari Dusun ini yang memiliki taman herbal yang ditanami jahe merah.

Lebih lanjut Lia menjelaskan, setelah selesai melaksanakan program bersama Dusun Bergan, diharapkan gerakan sadar sehat hidung ini dapat diterapkan dan disebar luaskan di berbagai daerah di Indonesia sehingga kesehatan hidung masyarakat dapat meningkat dan mengurangi prevalensi penyakit terutama penyakit saluran pernapasan. uky/R-1

Seyogianya Anda Perhatikan

Ada beberapa cara yang bisa Anda laku­kan agar hidung tetap sehat, berikut beberapa diantaranya:

  1. Lindungi hidung dari debu dan polusi lainnya

Saat melakukan aktivitas di tempat-tempat yang banyak mengandung debu maupun pada saat berkendara, sebaiknya Anda me­nutup hidung atau menggunakan masker.

  1. Berusaha menghindari sumber alergi

Jika Anda seorang penderita alergi, mini­malkan kontak dengan sumber-sumber alergi seperti debu, serbuk sari, bulu binatang (mi­salnya kucing), bahaya asap rokok, maupun sumber lainnya guna mencegah kerusakan pada organ hidung dan sinus Anda.

  1. Meningkatkan kualitas udara

Menciptakan udara yang bersih di ling­kungan sekitar Anda antara lain mencuci gorden maupun sprei tempat tidur minimal 2 hari sekali, mengganti karpet lantai misal­nya dengan ubin kayu, bersihkan mainan anak-anak dari debu dan kotoran, mengganti bantal secara rutin, jangan biarkan hewan pe­liharaan singgah di tempat tidur, pergunakan filter udara, lengkapi rumah dengan ventilasi atau jendela agar sirkulasi udara terjaga.

  1. Menjaga kelembapan udara dalam ruangan

Guna menjaga dan meningkatkan kelem­baban udara dalam ruangan, tingkat ke­lembaban udara dijaga sekitar 40 hingga 50 persen. Anda dapat menggunakan alat seperti humidifier maupun vaporizer untuk hal ter­sebut.

  1. Penuhi asupan cairan dalam tubuh

Memenuhi asupan cairan dalam tubuh akan bermanfaat untuk menjaga agar organ sinus dan hidung agar tetap lembab.

  1. Hindari sumber infeksi

Jika ada orang-orang yang dekat dengan anda sedang mengalami gangguan kesehatan seperti flu, pilek, maupun infeksi pernafasan, seyogianya hindari kontak dekat dengan me­reka.

  1. Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun

Langkah tepat dan cukup mudah dilaku­kan untuk terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat menyerang hidung dan sinus adalah rajin mencuci tangan menggu­nakan sabun.

  1. Bersihkan kotoran yang menempel di hidung

Ingus yang mengering dan melekat di hidung, ketika mengalami gangguan flu/pilek, seyogianya segera dibersihkan. Selain itu, pergunakanlah masker untuk menghindari penyebaran virus pada orang lain.

  1. Hindari mengorek hidung dengan tangan

Tangan merupakan salah satu agen yang mengantarkan kuman maupun bakteri pe­nyebab penyakit. Untuk itu, sebaiknya hindari kegiatan mengorek hidung dengan tangan. Bersihkan dengan handuk atau kain yang bersih dan basah.

  1. Bersihkan hidung dengan air garam

Sebuah studi menunjukkan membersihkan hidung dan organ sinus dengan mengguna­kan larutan garam hangat dapat membantu menurunkan risiko infeksi maupun masalah kronis lainnya. uky/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment