Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
PERADA

Membujuk Diri agar Cerdas Bermedia Sosial

Membujuk Diri agar Cerdas Bermedia Sosial

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Judul      : Saring sebelum Sharing

Penulis   : Nadirsyah Hosen

Penerbit : PT Bentang Pustaka

Terbitan : 2019

Tebal      : xv + 326 hlm

ISBN       : 978-602-291-562-1

Kemajuan teknologi akhir-akhir ini sudah tidak dapat dinafikan lagi. Dengan teknologi yang se­makin canggih membuat segala aktivi­tas dan komunikasi menjadi semakin cepat dan mudah. Semua kebutuhan dapat dipenuhi hanya dengan sekali klik. Berbagai platform media sosial (medsos) pun kian menjamur untuk memenuhi kebutuhan komunikasi, in­formasi, atau sekadar mencari hiburan melalui medsos.

Penggunaan medsos yang minim verifikasi informasi, hingga berita hoaks menyebar cepat (hlm xiv). Agar tidak mudah menyebar berita hoaks, buku ini membujuk diri sendiri agar selalu menyaring informasi terlebih dulu sebelum menekan tombol share atau forward. Kutipan hadis yang secara viral menyebar di media sosial banyak di-publish hanya teks tanpa penjelasan. Hal ini kebanyakan dikutip anak-anak muda yang seka­rang sepertinya sedang tren mengutip hadis (hlm 40).

Kasus tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan bagi Indonesia yang notabene negara dengan pen­duduk muslim terbesar dunia. Jika Al Quran dan hadis di-share hanya teks tanpa penjelasan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) atau asbabul wurud (konteks sejarah) tentunya akan berbahaya. Ujungnya, mudah menghakimi satu dengan lainnya ha­nya karena perbedaan tafsir. Padahal banyak perspektif dalam memahami sebuah teks, baik bersumber dari Al Quran maupun hadis.

Namun, berbeda dengan buku terbitan sebelumnya berjudul Tafsir Al Quran di Medsos yang banyak mengulas teks Al Quran beserta tafsirannya. Buku Saring Sebelum Sharing porsinya lebih banyak mem­bahas hadis beserta konteks sejarah. Penulis yang dosen Monash Univeris­ity ini dengan cakap mendiskusikan berbagai kutipan hadis yang sering muncul dan masif tersebar di med­sos. Seperti penistaan agama yang kemudian disinggung secara runtut di halaman 120.

Saat ini banyak yang memakai hadis untuk membenarkan berita bohong (hoaks), mencaci-maki, memelintir fakta, memfitnah, meng-hack akun, menggoreng isu, men-screenshot posting-an tanpa menyer­takan konteks. Bahkan mengolok-olok sampai mengancam membunuh. Semua dibenarkan lewat dalil terse­but. Pemahaman semacam ini perlu diluruskan (hlm 312).

Buku Saring sebelum Sharing mengajak pembaca untuk cerdas menyaring informasi sebelum di-sharingdi medsos. Seperti salah satu esai penulis di halaman 104 berjudul “Berpikir Jernih sebelum Mengambil Keputusan” tentang pentingnya mem­filter informasi.

Buku ini membimbing pembaca dalam menelaah dan memahami secara saksama bagaimana dalam Islam terdapat banyak sekali perbe­daan penafsiran Al Quran atau hadis. Sehingga tidak sepatutnya kita ngotot dan mudah menghujat orang lain ha­nya dengan berpatokan pada sepeng­gal hadis yang didapat dari medsos tanpa mencari tahu kedudukan hadis itu dan apakah aplikatif di zaman se­karang.

Pembaca pun tak perlu khawa­tir karena tidak hanya teks hadis yang disuguhkan buku, tetapi juga menyertakan banyak referensi dari berbagai literatur keislaman beserta terjemah dan penjelasan konteksnya secara jelas. Buku ini perlu dibaca mereka yang sering berselancar di medsos. 

Diresensi Arini Sabrina,

Mahasiswi Komunikasi

Penyiaran Islam IAIN Pekalongan

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment