Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments

Memasuki Goa Hindu

Memasuki Goa Hindu

Foto : koran jakarta/Gemma F Purbaya
A   A   A   Pengaturan Font

Banyak yang beranggapan berwisata ke beberapa negara sekaligus membutuhkan biaya besar dan waktu panjang. Padahal, sebenarnya itu bisa dilakukan dalam waktu kurang lebih dari satu pekan dengan tur wisata ataupun ala “backpacker”. Apabila ini perjalanan pertama, pelancong bisa mencoba untuk mengunjungi negara-negara tetangga dekat seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Salah satu destinasi ikonik di Selangor adalah Batu Caves. Situs Hindu ini berisi patung dewa Hindu dan kuil. Destinasi ini tiap tahun dikunjungi ribuan turis dan para peziarah, khususnya dalam masa festival Hindu (Thaipusam). Ada tiga goa utama di dalam bukit batu ini. Untuk mereka yang masih kuat dapat mendaki 272 anak tangga un­tuk sampai puncak.

Untuk menaiki tangga ini tidak akan lelah karena anak tangganya dicat berwarna-warni sehingga tampak asri. Di Ramayana Cave ba­nyak lukisan dan relief dewa-dewi Hindu.

Untuk sampai di Kuala Lumpur, turis Jabodetabek dapat berangkat naik Garuda Indonesia dari Ban­dara Soekarno Hatta dan mendarat di Kuala Lumpur International Air­port. Atau misalnya berangkat dari Singapura, bisa mencoba melintasi perbatasan kedua negara tersebut dengan naik coach sampai Berjaya Times Square atau Terminal Ber­sepadu Selatan, tergantung daerah yang pertama dituju.

Perjalanan bus ini membutuh­kan waktu sekitar tujuh jam dengan dua kali melewati pos imigrasi. Harga tiket pun beragam, mulai dari 10 dollar Singapura hingga yang paling mahal mencapai 65 dollar Singapura.

Tiba di Kuala Lumpur, lokasi wajib yang tidak boleh dilewatkan adalah mengunjungi Batu Caves tadi. Batu Caves merupakan bukit kapur yang memiliki serangkaian goa dan kuil, terletak di Distrik Gombak, Selangor, Malaysia. Turis dapat memasuki untuk menikmati relung-relung goa dalam gugusan Batu Caves. Salah satu peman­dangan paling elok dan terkenal adalah patung dewa Hindu raksasa yang dilapisi cat emas setinggi 42,7 meter.

Selain itu, terdapat pula tiga kuil utama di area ini yang bisa dikunjungi wisatawan, termasuk kuil Goa. Kuil Hindu terbesar di sini terletak di atas bukit. Untuk men­capainya wisatawan harus menaiki 272 anak tangga. Yang menarik dari Batu Caves selanjutnya adalah banyak monyet berkeliaran bebas. Itu karena dalam agama Hindu, monyet dianggap sebagai makhluk suci.

Namun yang perlu diperhatikan, wisatawan jangan memberi makan monyet secara sembarangan ka­rena dapat memancing monyet-monyet lainnya menjadi bertingkah liar. Untuk sampai di Batu Caves, wisatawan dapat naik komuter dari KL Sentral atau Kuala Lumpur de­ngan harga tiket sekitar 2.40 ringgit untuk sekali jalan.

Jika berjalan sedikit ke Kuala Lumpur, dapat mengunjungi Pasar Seni untuk sekadar mencari oleh-oleh atau mengunjungi Menara Kembar Petronas yang menjadi ikon Kuala Lumpur. Apabila me­miliki waktu lebih, turis bisa juga mencoba naik bus percuma, alias gratis yang akan mengantar wisata­wan berkeliling Kuala Lumpur.

Buddha Berbaring

Sama dengan Kuala Lumpur, Bangkok juga dapat diakses melalui berbagai moda transportasi seperti bus ataupun pesawat. Dari Bandara Soekarno Hatta pelancong dapat naik Garuda Indonesia tujuan Bangkok. Namun, perjalanan dengan bus dari Kuala Lumpur menuju Bangkok memakan waktu lebih banyak mengingat letaknya yang lumayan berjauhan.

Jika berkunjung ke Bangkok, yang tidak boleh ditinggalkan mencoba BTS Sky Train dan perahu sungai. Kota Bangkok memang dilewati banyak sungai yang ke­mudian dimanfaatkan menjadi jalur transportasi. Destinasi utama Bangkok salah satunya juga kuil. Kuil-kuil di Thailand amat kaya akan detail. Kuil Buddha, Wat Arun, misalnya. Dia berwarna putih dengan detail ornamen-ornamen yang meriah diikuti sentuhan warna emas. Ini menjadi salah satu ikon wisata Thailand.

Dengan membayar tiket masuk sekitar 100 baht, wisatawan dapat merasakan kemegahan kuil tersebut, meskipun tidak terlalu besar. Di seberang Wat Arun, ada tempat wisata lainnya, Wat Pho dan Grand Palace. Wat Pho merupakan tempat terkenal di mana patung emas Buddha raksasa yang sedang tertidur.

Jika tiba di Bangkok pada saat festival Songkran, Wat Pho, menjadi lokasi utama terselenggaranya tra­disi tahun baru Thailand tersebut. Di sini, wisatawan juga bisa melihat peruntungan melalui lidi-lidi kecil yang menunjukkan angka untuk melihat ramalan tahun depan.

Sementara, Grand Palace terletak di sebelah Wat Pho. Dulu, Grand Palace menjadi tempat ting­gal keluarga kerajaan, namun se­karang menjadi destinasi wisata. Untuk masuk ke Grand Palace cukup mahal. Turis harus mem­bayar sekitar 500 baht, berbeda jauh dengan tiket ke Wat Pho yang hanya 100 baht.

Baik Wat Pho maupun Wat Arun dipisahkan oleh Sungai Chao Praya. Untuk itu, wisatawan harus menyeberang dengan perahu dan membayar 30 baht untuk sekali menyeberang. Apabila ingin ber­belanja untuk oleh-oleh, turis bisa mengunjungi MBK Center dengan naik BTS Sky Train ke Siam atau di Chatuchak Market. Namun, pasar ini hanya buka pada akhir pekan. Lokasinya dekat BTS Sky Train Mo Chit. gma/G-1

Taman Bunga Raksasa

Letaknya yang berdekatan dengan Indonesia tentunya tidak mengherankan apabila Singapura menjadi salah satu desti­nasi warga Indonesia. Apalagi, saat ini banyak sekali maskapai yang melakukan penerbangan ke dan dari Singapura. Sebagai salah satu negara maju di Asia Tenggara ini, tidak sedikit objek wisata Singapura yang menampilkan kolaborasi de­ngan alam. Salah satu yang menjadi favorit adalah Gardens by the Bay.

Sesuai dengan namanya, Gar­dens by the Bay, memiliki banyak taman di dalam area seluas 101 hektare itu. Flower Dome ada­lah taman bunga raksasa dalam ruanagan yang menyajikan ratusan hingga ribuan jenis tanaman yang terkadang berganti-ganti seiring dengan perubahan musim. Mulai dari tanaman dari Afrika, Amerika, sampai Eropa dapat dengan mudah ditemukan di area ini.

Ada pula, Cloud Forest, sebu­ah area menyerupai hutan hujan dengan air terjun tinggi di dalam ruangan. Pengunjung dapat meli­hat-lihat vegetasi yang umumnya ada di hutan hujan serta menik­mati saat-saat munculnya kabut di jam-jam tertentu. Pada pukul 07.00 sampai 20.00, terdapat pertunjukan cahaya di area pusat Gardens by the Bay yang secara gratis dapat disak­sikan wisatawan.

Pertengahan April lalu, Bandara Changi baru saja meresmikan sebuah destinasi wisata baru bernama Jewel yang disebut-sebut sebagai air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia. Jewel menjadi salah satu alternatif untuk wisatawan yang tidak memiliki waktu banyak atau sekadar transit di Singapura karena menampilkan kemegahan yang menjadi satu dengan alam. Jewel terletak di tengah-tengah Bandara Changi dan terbuka untuk umum.

Ini bisa menjadi area jalan-jalan bagi penumpang udara yang harus transit berjam-jam di Changi. Dengan adanya Jewel, para penumpang tidak perlu lagi gelisah karena harus menunggu penerbangan lanjutan berjam-jam. Kini mereka bisa menghabiskan waktu di Jewel sambil menikmati air terjun dan keindahan alam lainnya. gma/G-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment