Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments

Melihat Aksi Pasukan Pengendalian Narkoba BNN

Melihat Aksi Pasukan Pengendalian Narkoba BNN

Foto : koran jakarta/agus supriyatna
Simulasi BNN I Suasana simulasi anjing pengendus narkotika BNN yang diperlihatkan dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Cigombong, Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7).
A   A   A   Pengaturan Font

Kamis, 12 Juli 2018, Koran Jakarta berkesempatan mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Cigombong, Kecamatan Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Balai besar BNN sendiri cukup luas. Ada perbukitan. Kedatangan Koran Jakarta dan beberapa wartawan ke balai besar untuk meliput acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang digelar di sana.

Awalnya, Presiden Jokowi akan hadir. Tapi kemudian digantikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional itu sendiri dimulai pagi hari. Di pusatkan di sebuah lapangan yang ada di dalam komplek balai besar rehabilitasi yang luas.

Selain Menkopolhukam, terlihat dua menteri yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo ikut hadir di acara tersebut. Tampak pula hadir beberapa mantan Kepala BNN, Kabareskrim, Ketua KPK, Ketua Ombudsman, perwakilan beberapa kementerian dan lembaga.

Dalam kata sambutannya, Kepala BNN, Inspektur Jenderal Heru Winarko mengingatkan tentang bahaya besar narkotika. Dari hasil survei BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia, tercatat sampai dengan 2014 pengguna narkoba mencapai 4 juta orang. Rata-rata usia mereka berada pada rentang usia 26 tahun.

Sebagian besar, adalah orang usia produktif. Tentu ini menurut Heru, fakta yang mengkhawatirkan. Diperlukan dukungan dari semua elemen bangsa dalam memerangi peredaran narkotika. Heru juga sempat menjelaskan tentang balai besar rehabilitasi BNN. Kata dia, dari sisi fasilitas, balai besar cukup lengkap.

Balai besar selain dilengkapi dengan pusat rehabilitasi, juga dilengkapi laboratorium untuk melacak berbagai varian narkotika yang beredar di dunia. Karena menurut Heru, kian hari, jenis -jenis baru narkotika terus bermunculan. Di balai besar juga, ada markas K-9 Squad. “Kami punya K9 Squad yang terdiri dari berbagai anjing pelacak.

Laboratorium kami juga sudah bertaraf internasional, salah satu terbesar di Asia,” katanya. Usai acara, para tamu yang hadir bersama wartawan di ajak berkeliling mengunjungi beberapa fasilitas yang ada di balai besar antara lain laboratorium dan markas besar K9 Squad. Di markas K9 Squad, tamu yang hadir diajak menonton aksi simulasi para anjing pengendus narkotika.

Di sebuah ruangan besar, anjing-anjing K9 Squad itu memperlihatkan kemampuannya dalam mengendus berbagai jenis narkotika yang disembunyikan dalam beberapa barang, mulai dari koper, kotak, dus, dan bagasi mobil. agus supriyatna/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment