Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Melejitkan Potensi Kewirausahaan lewat “The Lean Startup”

Melejitkan Potensi Kewirausahaan lewat “The Lean Startup”
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : The Lean Startup

Penulis : Eric Ries

Penerbit : Bentang

Cetakan : Juli 2018

Tebal : xxxii + 408 halaman

ISBN : 978–602-291-499-0

Ada beragam jenis entrepreneur seperti mendirikan perusahaan kecil sendiri atau menciptakan produk/bisnis baru. Ada pula yang bergabung dengan perusahaan besar. Namun demikian para entrepreneur memiliki sejumlah persamaan. Mereka gesit, menganut pola pikir baru, senantiasa berinovasi, dan mengobrak- abrik kelaziman sehingga tidak gentar akan ketidakpastian.

Tentang kesuksesan entrepeneur, buku ini memiliki pandangan berkebalikan dari yang lazim. Di majalah, surat kabar, film-film, atau buku ditegaskan, seorang entrepreneur pasti sukses selama memiliki tekad bulat. Mereka juga banyak akal, waktu yang tepat dan terpenting produk hebat. Kenyataannya, setelah bekerja sama dengan ratusan entrepreneur, Eric Ries, penulis buku ini, menyimpulkan lain. “Kisah kegigihan orang-orang kreatif, genius, dan pekerja keras terus tersiar barangkali karena dongeng mengenai si miskin yang menjadi miliarder sangat memikat,” katanya (hlm 20).

Setelah 10 tahun lebih menjadi entrepreneur, Eric Ries menyimpulkan bahwa kewirausahaan sejatinya merupakan bentuk manajemen yang biasanya diasosiasikan secara berlainan. Kewirausahaan terkesan keren, inovatif, dan menggairahkan. Sedangkan manajemen dipandang menjemukan, serius, dan basi. Sudah waktunya mengesampingkan asosiasi tersebut. Integrasi keduanya adalah pondasi gagasan The Lean Startup.

The Lean Startup meminjam istilah lean manufacturing (produksi ramping) yang sebelumnya digagas Taichii Ohno dan Shigeo Shingo di perusahaan Toyota. Dengan berpikir ramping, pengelolaan rantai suplai dan sistem produksi akan berubah secara radikal. Kaidah-kaidah utamanya, pemanfaatan pengetahuan dan kreativitas karyawan. Kemudian, mengecilkan ukuran batch, produksi tepat waktu, kontrol inventaris, serta percepatan siklus. Produksi ramping mengajarkan perbedaan antara aktivitas yang menciptakan nilai tambah dan yang percuma. Dia sekaligus menunjukkan cara untuk menanamkan kualitas ke suatu produk.

Tujuan The Lean Startup mencari tahu langkah yang mesti dibuat -barang atau jasa- sesuai dengan harapan konsumen agar dibayar secepatcepatnya. Dengan kata lain The Lean Startup cara baru mengembangkan produk inovatif. Tekanannya pada proses coba-coba yang cepat, selaras dengan minat konsumen (hlm 42).

Buku menjabarkan prinsip-prinsip The Lean Startup. Entrepreneur di mana-mana, tidak mesti berkantor. The Lean Startup adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk dan jasa baru dalam kondisi amat tidak pasti. Manajemen khusus merupakan kunci kewirausahaan karena The Lean Startup secara khusus dirancang untuk menghadapi ketidakpastian yang ekstrem.

Di samping itu, perlu pembelajaran terpadu. The Lean Startup diaplikasikan bukan hanya untuk membuat barang, menghasilkan uang, atau bahkan melayani konsumen. Ia berdiri untuk belajar membangun bisnis berkesinambungan. Prinsip selanjutnya membuat produk, mengukur, dan mempelajarinya. Aktivitas fundamental usaha rintisan, mengubah gagasan menjadi produk dan mengukur respons konsumen.

Prinsip terakhir terkait akuntansi inovasi. Untuk memperbaiki keluaran dan menilai kinerja inovator diperlukan usaha untuk mengukur kemajuan, menetapkan target, dan memprioritaskan kerja (hlm 213).

Beberapa kendala yang menyebabkan The Lean Startup gagal tidak ada penerapan rencana bagus, strategi solid, dan riset pasar menyeluruh. Perlu diakui, era dulu ketiga komponen tersebut syarat keberhasilan, tapi sekarang tidak lagi. Metode manajemen gaya lama sudah tidak mampu lagi menjawab tuntutan zaman. The Lean Startup menawarkan cara anyar dalam berwirausahawan generasi baru yang mendambakan ide-ide segar untuk mendirikan perusahaan sukses.

Diresensi Mamluatul Bariroh, Kepala Sekolah Raudlatul Athfal, Sumenep

 

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment