Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Melahirkan Siswa yang Kreatif di Lapangan

Melahirkan Siswa yang Kreatif di Lapangan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Panduan Mengembangkan Kecerdasan Motorik Siswa

Penulis : Richard Decaprio

Tebal : 204 Halaman

Penerbit : Diva Press

Terbit : Agustus 2017

ISBN : 978-602-391-436-4

Sekolah adalah lingkungan belajar para siswa. Sekolah juga salah satu tempat berinteraksi antara guru dan murid untuk menemukan gagasan baru. Bisa dikatakan, kegiatan belajar di sekolah adalah sebuah sistem yang terdiri dengan beberapa komponen. Salah satunya, cara pengembangan motorik di sekolah.

Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Australia, dan Prancis, pembelajaran motorik paling ditekankan di antara konsep pembelajaran lain. Pembelajaran motorik merupakan kajian yang menekankan praktik secara langsung di lapangan. Di sini siswa dituntut mampu mengaplikasikan seluruh teori dan konsep yang dikuasainya dari semua pelajaran sekolah (hal 45).

Porwanti Endang dan Widodo Nur menyatakan tinggi rendahnya kualitas perkembangan anak ditentukan faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari individu itu sendiri, di antaranya pembawaan, potensi, psikologi, semangat belajar serta kemampuan khusus. Sementara Sedangkan faktor eksternal berupa pengalaman teman sebaya, kesehatan, dan lingkungan (hal 15).

Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran motorik di sekolah salah satu proses pembentukan sistematika kognitif pada diri siswa. Hal ini kemudian diaplikasikan dalam psikomotor mulai dari tingkat keterampilan gerak sederhana hingga kompleks. Hal ini kemudian menjadi gambaran fisiologis yang dapat membentuk aspek psikologis untuk mencapai otomatisasi gerak.

Sederhananya, semua gerakan yang dilakukan manusia setiap hari merupakan pembelajaran motorik. Misalnya berjalan, berlari, bergerak, memegang, mengulur hingga memegang. Semua itu contoh dasar gerakan motorik. Hal ini sejalan lurus dengan seorang siswa yang melakukan pembelajaran motorik di sekolah. Dampaknya, terjadi perubahan nyata berupa peningkatan signifikan mutu keterampilan seorang siswa. Hal ini dapat diukur dengan melihat keberhasilan murid dalam melakukan gerakan yang semula belum dikuasainya.

Buku ini, mendorong seorang guru untuk mengadakan kegiatan pembelajaran dengan konsep yang menyenangkan bagi siswa. Jika seorang guru bisa mengembangkan pembelajaran motorik di sekolah, tidak menutup kemungkinan murid akan terhibur, sehingga siswa akan jauh dari stres. Ini karena pembelajaran disajikan tidak secara monoton.

Di sisi lain, buku juga mematahkan persepsi sebagian besar kalangan yang mengatakan, pembelajaran motorik hanya cocok diterapkan dalam pelajaran olahraga, otomotif, kesenian, dan beberapa pelajaran lain yang berkaitan dengan fisik. Faktanya, pembelajaran motorik dapat diterapkan dalam semua pelajaran sekolah seperti pelajaran Agama, PKN, Matematika, maupun Bahasa Indonesia. Sebab, pembelajaran motorik ini bertujuan menghilangkan kejenuhan siswa (hal 76).

Maka, sangat penting bagi seorang guru untuk mengembangkan pembelajaran motorik di sekolah. Selain membantu anak lebih berprestasi, pembelajaran ini menjadi suatu proses bagi para siswa untuk memperoleh kemampuan dalam berbagai tindakan. Tujuannya agar tindakan tersebut memperlancar gerakan tubuhnya, kemudian membuatnya berpikir lebih jernih.

Dalam setiap bab, buku ini memberi contoh-contoh konkret dan ulasan panjang lebar tentang pelajaran motorik.Tujuannya memberi pengetahuan bagi pembaca, khususnya para praktisi pendidikan agar senantiasa menerapkan konsep-konsep yang menyenangkan para siswa.

Diresensi Sudiyantoro, Pelajar SMANILA, Lasem, Jateng

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment