Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments

Meja Makan Cantik ala Desainer Inggris

Meja Makan Cantik ala Desainer Inggris

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Filosofi menjadikan barang interior tidak sekedar memiliki fungsi dan memenuhi ruangan. Le­bih jauh lagi, produk interior mampu menyatu dalam ruang bahkan para pengguna nanti­nya. Hal tersebut yang menjadi acuan, Ercol, label produk furnitur di Inggris dalam mem­buat kursi dan meja makan yang diberi nama Pannon Table tersebut.

Bekerja sama dengan Norm Architects, studio di Denmark, Ercol membuat meja makan dalam konsep eye-catching namun memiliki kecantikan yang bersahaja. Meja makan tidak hanya sekedar meme­nuhi fungsi namun mampu menyatukan individu-individu di dalamnya. “Kami ingin membuat meja makan/ kon­ferensi besar yang keduanya bercerita tentang menyatukan orang-orang dalam peng­aturan yang berbeda, tetapi juga kisah Ercol sebagai merek pada umumnya,” ujar Norm Architects, seperti dilansir dari portal dezeen.

Untuk menampung kon­sep desain, semua elemen dirancang sedikit membulat dengan maksud dapat menjadi interaksi antara pengguna dan produk senyaman mungkin serta ramah. Para desainer mengambil inspirasi dari ben­tuk sayap pesawat saat men­desain penopang kaki dengan mengambil bentuk dua bidang kayu lebar.

Kemudian, bagian tersebut dihubungkan dengan kerangka berbentuk T yang lebih tipis. Alhasil, kaki akan berbentuk paling tipis di bagian ujungnya dan paling tebal yang ter­hubung dengan “gelondong”.

Kombinasi konstruksi tersebut mampu menopang meja lebih kuat dan terli­hat elegan. Bentuk tersebut sekaligus mengingatkanpada produk Windsor Klasik Ercol yang dirancang pada 1950 an. Produk yang dibuat dari kayu padat dapat dibongkar pasang agar mudah dalam pengang­kutan meja. Masing-masing bagian, baik bagian kecil maupun besar memiliki nilai artistiknya yang menampikan keunikannya sendiri-sendiri. Di sisi lain, produk yang bisa dibongkar pasang bukan berarti tidak merusak elemen kayu. hal tersebutlah yang mendorong Norm Architects menjalin kerja sama dengan produk interior tersebut.

“Inilah sebabnya, kami me­mutuskan untuk mencari apa yang hampir disebut hibrida antara potongan-potongan kayu yang sangat padat di kaki meja, dalam kombinasi kayu halus yang memutar elemen gelondongan,” ujar studio arsi­tek tersebut. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment